Seminar Citra Pemimpin Remaja Yayasan CNI Peduli dan KPPSM

June 30, 2010 by Tatag Utomo · Leave a Comment 

KPPSM membantu memberikan materi “Aku Cinta Bangsa Indonesia” dan materi “Anakku Bukan Robot” dalam program seminar Citra Pemimpin Remaja (CPR) angkatan ke 58 dari  Yayasan CNI Peduli.

Seminar berlangsung pada tanggal 27-29 Juni 2010 di Hotel Vanda, Trawas Jawa Timur, dan diikuti 44 peserta dari level kelas 1 SMP sampai kelas 1 SMA.

“YOUR ‘BODY SHAPED’ DETERMINING YOUR HEART RISK”

June 30, 2010 by Tatag Utomo · Leave a Comment 

For a long time, people know BMI (body mass index) to prediction of whether person’s destinies for heart attack. The ratio comes from body weighs (in kilogram) divided to height quadrate (in meter), so ranges are:

-  BMI 20-25 = Ideal body weighs

-  BMI < 20   = Under body weighs, and

-  BMI > 25   =  Over body weighs

But now, we got something new. Trough the research with 27.000 people from 52 countries involved, led by researchers from McMaster University of Canada, they found the Waist-to-Hip ratio. Good news is, the new ratio is three times stronger to predicting heart attack than BMI index. On the other hand, this new ratio three times more accurate than body mass index.

If you have an ideal body mass index, the risk of heart attack still high, if you have high score for waist-to-hip ratio. For the simple, if you have a paunch, you have a higher risk for heart attack, while some people with high BMI may be not at high risk if they have small waist. Surprisingly, heart attack patients had a strikingly higher  Waist-to-hip ratio, regardless of their age, or other high risk such as high blood pressure, smoking and high cholesterol.   Because of that, it’s your duty to make belly girth not too big. Or, you have to certain that the waist isn’t bigger than your hip. Waist number bigger than hip called apple shaped and the waist smaller than hip called pear shaped. Indeed, your choice not dependent to which do you like one of those fruits, but you have to take pear fruit to representation your body from waist below.

Then, what should we do to make sure the problem above not comes? First and the simplest thing is: You just keep one of your smaller pant or skirt which still useable, to be check the fit with your waist regularly. For instance, in one time in every two months, but I think once monthly is better. So, you can avoid your belly girth longer.

Secondly, you have to start a healthier life. Starting to eat something fresh, naturally and healthy. Especially for 30 years above people, avoid (or eat minimally) bad food like: Junk food, fatty food, fried food, although with unsaturated oil. You know why? Because the adagio is:  However the fat still fat! Better if you can choose the food with no artificial fertilizer. Take some aerobically sport, such as: Walking, jogging, bicycling, swimming and running. Almighty God, those sports are not expensive. They only need simple gear and just a little determination.

And thirdly, see your doctor. The doctor can give some advise to keep your body healthy. And if you doubt about him, you have to find second, third or fourthly opinion.

Drg. T.A. Tatag Utomo, MM., ASM

Direktur Pendidikan KPPSM
‘Pelatihan Pengembangan SIKAP MENTAL’
F.X. Oerip S. Poerwopoespito
WISMA KPPSM
Cibubur Indah III Blok F-7 Jaktim 13720
T: (021) 8716968, F: (021) 8719981
email: tatag@kppsm.com, website: www.kppsm.com
Weblog: www.pengembangankarakter.com
HP: 0818-874430, YM: tatag_kppsm@yahoo.com

FB: Tatag Utomo

FB: Pengembangan Sikap Mental Positif

Twitter: @tatagkppsm

“ ILMU DASAR UNTUK KEMAJUAN BANGSA”

June 29, 2010 by Tatag Utomo · Leave a Comment 

Sudah sering rasanya kita melihat pameran-pameran otomotif, atau paling tidak mengunjungi showroom-nya. Suasana meriah atau mewah jelas terasa. Dilengkapi wanita nan seksi dan cantik sebagai salesperson, itulah jurusnya. Namun apa yang tejadi ketika saya mencoba menanyakan sedikit mengenai kondisi, spesifikasi atau deskriptif teknisnya? Mereka kelihatan kerepotan. Padahal, yang saya tanyakan hanyalah hal-hal yang ada di brosur atau tertulis langsung dalam bagian mobil, seperti: Apa maksudnya D 1 dan D2 di panel transmisi? Apa guna volume silinder di atas 2000 pada jalan macet seperti Jakarta? Apa maksud ’VTEC’ itu?  Kelihatan pucat, ujung-ujungnya mereka berkata: ”Wah…kalau itu nanti saya tanyakan kepada bagian tekniknya ya pak.”

Sama, ketika saya dikunjungi agen-agen asuransi atau agen-agen perusahaan keuangan lainnya (termasuk yang memakai gelar Financial Consultant), ketika saya bertanya: ”Bagaimana portofolio investasi perusahaan asuransi anda?”, “Berapa rasio RBC perusahaan dan apa maksudnya rasio itu?”, “Apa ruginya kalau saya ikut program Asuransi?” Maka, berbagai jawaban yang unik akan keluar.

* ”Waah..kalau itu saya belum ditraining pak. Jadi nanti akan saya tanyakan manajer dulu ya pak.”

* ”Aduuh maaf saya kurang bisa menjelaskan karena sudah sulit untuk membaca huruf-huruf yang kecil ini..” (padahal jelas-jelas sebelumnya ia membaca brosur itu).

* ”Tidak ada. Ikut asuransi itu tidak ada ruginya pak” (mana ada di dunia ini yang tidak memiliki ’resiko melekat’?)

Bahkan kemarin di sebuah bank besar di daerah Depok, saya kaget bahwa para customer service-nya sungguh-sungguh tidak tahu tentang berapa CAR, NPL atau LDR bank mereka dan apa kegunaan semua itu bagi nasabah!

Nah..inilah yang pernah disinggung oleh para budayawan kita, bahwa salah satu kelemahan utama dari bangsa Indonesia adalah lemah dalam penguasaan ilmu dasar. Materi-materi yang pernah ditanyakan di atas kelihatannya seperti materi canggih dari luar angkasa, padahal sebetulnya sederhana, harus dikuasai kalau mereka memang bergelut setiap hari dalam bidang yang berkaitan dengan ilmu tersebut. Dan ini, sebetulnya masuk dalam sikap mental negatif.

Bagaimana meningkatkan ilmu-ilmu dasar seperti ini? Tiada lain caranya selain dengan mengedepankan perilaku/sikap mental positif: Belajar, belajar dan terus belajar dengan mengingat lagi definisinya yaitu: Proses mengetahui yang belum diketahui dan memperdalam yang sudah kita ketahui. Jangan lupa, pimpinan juga bertanggungjawab untuk meningkatkan kualitas ilmu dasar anak buah yang menjadi garda terdepan yang bertatap langsung dengan konsumen.

Akhirnya, penguasaan ilmu dasar akan sungguh membuahkan banyak hal positif bagi bagi kita, yaitu: Memperkuat Karakter kepribadian pembelajar kita, membantu lancarnya pekerjaan, meningkatkan produktifitas, membantu terciptanya image perusahaan yang lebih positif, dan akhirnya juga kemajuan bangsa yang ikut terdongkrak dan tak lagi dipandang sebelah mata oleh bangsa lain…

Salam sikap mental positif pembelajar

Drg. T.A. Tatag Utomo, MM., ASM

Direktur Pendidikan KPPSM
‘Pelatihan Pengembangan SIKAP MENTAL’
F.X. Oerip S. Poerwopoespito
WISMA KPPSM
Cibubur Indah III Blok F-7 Jaktim 13720
T: (021) 8716968, F: (021) 8719981
email: tatag@kppsm.com, website: www.kppsm.com
Weblog: www.pengembangankarakter.com
HP: 0818-874430, YM: tatag_kppsm@yahoo.com

FB: Tatag Utomo

FB: Pengembangan Sikap Mental Positif

Twitter: @tatagkppsm

“KOPI DINGIN DEMI MELAYANI KONSUMEN?”

June 28, 2010 by Tatag Utomo · Leave a Comment 

Dalam sebuah ruangan customer service bank, tergantung poster atau gambar dinding dengan foto secangkir kopi tanpa gambaran asap, dengan kata-kata kira-kira berbunyi demikian: ”Kopi dingin tak masalah, demi hangatnya hubungan dengan nasabah.” Suatu kata-kata indah nan menarik, yang tersirat menyatakan bahwa: Demi pelayanan kepada nasabah, tak masalah kalau kita mundurkan jadual makan dan minum karyawan yang bekerja sebagai teller, customer service, receptionist serta semua frontliners lainnya.

Namun, apa yang terjadi? Banyak karyawan bank, terutama para frontliners-nya yang mengalami sakit mag, thypus, gangguan saluran kencing dan batu daerah tractus urinarius-nya.  Apa pasalnya? Ternyata para pimpinan bank memang sungguh-sungguh  menekankan pelayanan yang total kepada pelanggan atau nasabah, dengan: Tidak boleh ada minuman di meja frontliner (bahkan botol minuman kecil di rak bawah mejanya). Makan siang sebisa mungkin menunggu nasabah sudah berhenti datang (sekitar pukul 14.00-14.30). Akibatnya? Karyawan hampir tidak bisa minum, makan snack, apalagi makan siang pada tepat waktu fisiologisnya. Maka tidak heran, jika mereka mengalami gangguan pencernaan, saluran kencing dan thypus.

Seperti biasa, keterangan ini bisa menimbulkan pro kontra. Tetapi mari kita melihat  dan merenungkan data/konsep terbaru seputar hal ini.

Pertama, konsep tentang decent work (kerja yang bermartabat). Perkembangan pemikiran tentang kerja bagi manusia akhir-akhir ini adalah:  ”Manusia membutuhkan pekerjaan bukan hanya untuk nafkah fisik minimum, tetapi juga untuk martabat, kemanusiawian dan kesejahteraannya. Maka, dalam melayani konsumennya hingga puas, sebetulnya, karyawan sebagai produsen atau pelayannya juga harus puas (atau sejahtera) juga. Jangan sampai konsumen atau pelanggan puas, tetapi karyawan yang melayani menjadi lemas (dalam bahasa lainnya: Stres, kelelahan, sakit dan tidak sejahtera).

Kedua, tentang konsep fisiologis seputar kegiatan makan dan minum manusia:

-         Tentang waktu fisiologis dalam kegiatan makan manusia. Manusia,sampai tahap evolusinya tahun 2010 ini, memang masih memerlukan 3 X makan, dengan kudapan (snack) 2 atau minimal 1 kali. Jam makan pagi fisiologis mulai jam 06.00 dan paling lambat  pukul 08.00. Kudapan pagi diantara jam 09.30-10.30, sore antara pukul 15.30-16.00. Makan siang antara pukul 12.00-14.00. Apa yang terjadi jika karyawan makan siang sering terlambat karena keharusan kerjanya, yang terjadi adalah mulai sakit mag, atau dikenal dengan gastritis. Jika berlanjut gastritis akan menjadi dispepsia dan akhirnya menjadi tukak lambung. Belum lagi kemungkinan sakit thypus yang meningkat jika sering terlambat makan, karena enzim pertahanan perut banyak dikeluarkan dalam jam fisiologis.

-         Jumlah asupan air per hari yang 8-10 gelas atau 2 L/hari. Jika karyawan tidak boleh menyelingi minum diantara kerjanya, maka akan terjadi kecenderungan kurang asupan minum dalam seharinya. Katakanlah bangun tidur hanya minum 1 gelas, lalu berangkat kerja. Jika selama kerja tidak boleh minum, maka ia hanya akan minum lagi setelah makan dan 2 gelas lagi setelah sampai di rumah. Sadar tidak sadar, ia hanya minum 4 gelas sehari atau baru mencapai 50 % dari kebutuhan. Yang terjadi lanjutannya adalah mulai terbentuk kristal batu di saluran kencing atau dalam tubulus ginjalnya. Belum lagi jika harus menahan buang air kecil sampai menunggu pelanggan habis, maka akan memicu infeksi saluran kemih (urethritis) yang parah.

Nah, jika perilaku/sikap mental kerja ini menjadi kronis, maka dalam jangka panjang, karyawan tersebut akan mengalami gangguan ginjal, saluran kencing dan lambung yang parah. Kalau misalnya, ginjalnya makin parah dan terjadi gagal ginjal seperti dalam sinetron ’Intan’ itu, maka karyawan harus melakukan hemodialisa atau cuci darah yang amat merepotkan dan dengan biaya yang besar. Jangan-jangan, tabungan gaji kerja tidak cukup untuk mengobati keadaan tersebut.

Dengan demikian, para pimpinan perusahaan memang harus merenungkan untuk membuat peraturan dalam pelayanan dengan lebih bijak. Konsep sikap mental positif-nya sederhana, yaitu: Melayani konsumen sampai puas, tetapi juga dengan lebih dahulu memuaskan/membahagiakan kesehatan karyawan. Jika konsumen puas tetapi kesehatan karyawan terkorbankan, maka rasanya kebijakan tersebut perlu ditinjau kembali.

Alasan yang sering diucapkan oleh pimpinan adalah: Tidak sopan dan etis, kalau melayani sambil minum atau makan. Tetapi bisa jadi, lebih tidak etis lagi jika kita merebut kesetiaan konsumen dengan mengorbankan kesehatan karyawan. Bukankan kita dalam memuaskan konsumen eksternal, kita terlebih dahulu harus memuaskan konsumen internal kita? Ini adalah tinjauan Moral Right and Justice yang lebih tinggi dari konsep utilitarian dalam etika bisnis. Jika dari konsep utilitarian, konsep ’kopi dingin’ tadi benar, karena komunitas terbesar (yaitu nasabah) senang dengan pelayanan seperti ini, sedangkan hanya komunitas kecil (misalnya 4 orang customer service yang terkena gangguan mag parah). Namun, Moral Right and Justice merupakan konsep etika bisnis yang lebih ideal dan tinggi dibanding utilitarian.

Apakah tidak ada jalan untuk menyiasatinya? Pasti ada. Misalkan: Karyawan diperbolehkan membawa botol kecil minum di bawah mejanya, dan minum dengan minta ijin sejenak kepada pelanggan jika pelanggan sedang dilayani (berapa detik sih waktu yang dibutuhkan untuk menyeruput beberapa teguk air putih?). Lalu membuat shift pergantian makan siang yang tidak melewati pukul 14.00. Artinya dalam 2 jam (12.00-14.00) semua karyawan bagian pelayanan pelanggan sudah harus selesai makan. Menyediakan permen cepat larut sebagai pengisi gula darah dalam jam kudapannya.

Akhirnya, yang terpenting disini adalah niat dari para pimpinan untuk tidak lupa mengingat kesehatan para karyawannya, agar tidak menjadi tumbal bagi kesuksesan pelayanan perusahaan. Sebab jika itu terjadi, sebetulnya punah sudahlah tujuan bisnis seseungguhnya, yaitu memberi kesejahteraan bagi semua stakeholder-nya, terutama adalah para anggota perusahaannya terlebih dahulu.

Salam sehat bagi pelanggan….

Drg. T.A. Tatag Utomo, MM., ASM

Direktur Pendidikan KPPSM
‘Pelatihan Pengembangan SIKAP MENTAL’
F.X. Oerip S. Poerwopoespito
WISMA KPPSM
Cibubur Indah III Blok F-7 Jaktim 13720
T: (021) 8716968, F: (021) 8719981
email: tatag@kppsm.com, website: www.kppsm.com
Weblog: www.pengembangankarakter.com
HP: 0818-874430, YM: tatag_kppsm@yahoo.com

FB: Tatag Utomo

FB: Pengembangan Sikap Mental Positif

Twitter: @tatagkppsm

“BEHAVIOUR TEST UNTUK MENDAPATKAN KARYAWAN BERPERILAKU POSITIF”

June 25, 2010 by Tatag Utomo · Leave a Comment 

Seorang peserta tes, sebut saja namanya Ruddy, kelihatan lelah sekali setelah melakukan serangkaian uji tes psikologi di sebuah peruahaan yang hendak dimasukinya. Tes berlangsung lama, beberapa jam, sehingga cukup menguras tenaganya. “Waah..tesnya lama mas. Dari jam 7, sampai jam 2 siang, baru berhenti. Itu juga nggak diselingi snack atau makan siang. Pokoknya tancap terus sampai selesai, baru berhenti. Sampai gemetaran nih tangan dan badan saya…”

Ya, tes-tes psikologi kadang memang demikian berat, karena memang ingin melihat seberapa kemampuan seorang calon karyawan peserta tes, apakah mampu atau tidak nantinya berjalan seiring dinamika perusahaan. Yang masuk kriteria lanjut ke tes berikut atau diterima, sementara yang tidak memenuhi kriteria atau lulus tes, harap menyingkir terlebih dahulu dan masuk kotak.

Tes psikologi menjadi semakin menentukan, sehingga sebuah perusahaan menengah di Jakarta sampai mempunyai sekitar 10-20 set komputer khusus untuk melakukan tes psikologi untuk rekrutmen. Dan perusahaan itu melakukan rekrutmen setiap hari, hingga ada yang menjuluki perusahaan tersebut test maniac. dengan pola pikir bahwa: Ketersediaan tenaga kerja di luar banyak, maka kesempatan untuk mendapatkan karyawan best of the best, dengan terus membuka lowongan, menyaring dan melakukan tes kepada calon karyawan baru.

Alih-alih bukan mendapat karyawan hebat, tetapi karyawan-karyawan terbaiknya yang sudah ada malah banyak keluar. Perusahaan tersebut mempunyai sekitar 600 orang karyawan, dan dalam setahun kurang lebih 200-an orang keluar mengundurkan diri. Apa pasalnya? Pasalnya, suasana kierja di perusahaan tersebut mencekam, penuh dengan tekanan dan pemimpin tertinggi sampai para manajernya otoriter dan keras. Para pemimpin di perusahaan tersebut pandai-pandai, tetapi mempunyai perilaku yang buruk. Rupanya, mereka memberikan tugas-tugas dengan tekanan. Sering marah-marah, bahkan dengan mengeluarkan kata-kata kasar kepada anak buah. Lalu memberikan beban pekerjaan terlalu besar yang cenderung tak tertangani dengan baik. Belum lagi, mereka memelihara karyawan yang dianggap dapat menjadi mata-mata perusahaan untuk melaporkan tindakan atau kesalahan yang dilakukan karyawan lain.

Ada berbagai bentu tes psikologi yang telah ada selama ini. Mulai dari TIKI (Tes Inteligensi Kumulatif Indonesia), Pauli Test, Kreplin Test, EPSP Test, TPA (Test Potensi Akademik), test Gambar, dan tes-tes lainnya. Tes-tes ini berguna untuk mengetahui tingkat IQ, grafik pretasi kerja, konsistensi terhadap suatu konsep, mengukur kemampuan belajar, dan melihat gambaran kepribadian.

Perilaku atau “sikap mental positif” sebagai Kualitas yang Utama

Yang menjadi masalah kemudian adalah bahwa ternyata, dalam keseharian kerja, perusahaan-perusahaan masih mengeluhkan bahwa rata-rata, kualitas karyawan Indonesia masih kurang memadai, terutama kualitas perilaku/”sikap mental”nya. Padahal, Kualitas Perilaku-”sikap mental” dan Karakter dari seorang karyawanlah yang paling menentukan produktifitas dan kemajuan perusahaan, dibandingkan dengan kemampuan knowledge dan skill-nya. Kita bisa melihat pendapat berikut ini:

“Selama ini bangsa Indonesia selalu terpaku pada pembangunan infrastruktur demokrasi, tetapi melupakan keberadaan perangkat lunak berupa perubahan mentalitas pada tiap individu yang menjadi penyokong utama kehidupan demokratis demi masa depan.” Kalimat ini diucapkan Jakob Oetama dalam seminar “Rekonstruksi Kebudayaan Indonesia: Upaya Membangun Karakter Bangsa” yang diselenggarakan oleh KAGAMA (Keluarga alumni Gadjah Mada) di Jakarta, 14 September 2004.

Kemudian, Mochtar Buchori dalam artikel Kompas 26/7/06 menuturkan: “Semua kebobrokan yang kita rasakan kini lahir dari tidak adanya watak yang cukup kokoh pada diri kita bersama. Watak bangsa rapuh dan watak manusia Indonesia mudah goyah.” Ya…memang kalau direnungkan, banyak sekali kebobrokan yang terjadi disebabkan lebih karena faktor manusianya, yaitu watak tadi.

Dari faktor watak tadi, yang paling mendasarinya, ternyata adalah “sikap mental”. “Sikap mental”lah yang mempunyai peran awal sebagai pembentuk watak. Skemanya: Pikiran—menghasilkan tindakan/perilaku. Perilaku yang dilakukan terus menerus — menghasilkan tindakan. Tindakan yang dilakukan terus menerus — menghasilkan kebiasaan. Kebiasaan yang berlanjut bertahun-tahun — menghasilkan Tabiat/”sikap mental”. “sikap mental” yang diteruskan belasan tahun lebih—bisa berkembang menjadi sifat/watak. Nah, watak yang dimiliki oleh banyak orang — bisa menjadi budaya. So, dari skema tersebut, mudah terlihat bahwa “sikap mental” negatif akan bermuara pada watak negatif. Watak negatif dari sekelompok orang, akhirnya menjadi budaya negatif! Inilah yang menerpa Indonesia sekarang….

Oleh karena itu, “sikap mental positif”/perilaku positiflah yang harus dikejar oleh para pelaku eksekutif, agar dapat mempunyai kualitas menyeluruh yang baik pula. Ada rumusan menarik dari F.X. Oerip S.P (2005) tentang hal tersebut:

KMT = KF X KT X KSM

Dimana, KMT  = Kualitas Manusia Total, KF = Kualitas Fisik (asumsi skala 1-100), KT= Kualitas Tehnik (asumsi skala 1-100) dan KSM = Kualitas “Sikap Mental” (asumsi skala (-10) – 100).

Asumsi ini boleh  dirubah sendiri angka awal dan akhirnya. Yang penting untuk kualitas fisik dan teknik tidak boleh mulai dari angka 0, karena, tidak mungkin seorang manusia hidup mempunyai kemampuan nihil. Sedangkan kualitas “sikap mental”/perilaku dimulai dari nilai negatif, karena dapat merugikan orang lain. Misalnya, seorang manajer keuangan berpendidikan S 2 (asumsi nilai KT-nya 80), mampu berolahraga renang 3X seminggu di usianya yang 50 tahun (asumsi nilai KF-nya 80).Namun, ternyata beliau pelaku korupsi miliaran di perusahaan (dengan asumsi nilai KSM-nya -1 saja), maka nilai kualitas manusia totalnya menjadi 80 X 80 X (-1)= -6400!

Jika para ahli fisika sekarang sedang bergumul untuk mencari konsep the theory of everything, yang akan mampu menjelaskan segala fenomena alam di jagat raya, dalam ilmu SDM, rumusan matematis diatas menjelaskan tentang the theory of everything of human, dimana diktumnya mengatakan bahwa: “Segala yang terpenting dari manusia adalah “sikap mental”nya”. Semua ilmu pengetahuan, teknologi yang dimiliki tak akan berjalan berarti, jika perilaku atau “sikap mental” manusia pelakunya n e g a t i f. Semua Roma yang dibangun dengan susah payah pun, tetap perlu ditopang “sikap mental positif”. Jika tidak, akibatnya bisa dahsyat dan tak terkirakan. Simak 3 contoh kasus ini:

  • Kasus Citibank di Jepang. Perbankan internasional mempunyai ketentuan agar pengenalan nasabah dilakukan dengan baik dan serius untuk mencegah praktek pencucian uang. Citibank, raksasa perbankan AS, harus menerima pil pahit akibat menyepelekan ketentuan ini. Regulator keuangan Jepang, Finance Services Agency (FAS) pada September 2004 memerintahkan Citibank Jepang menutup 4 kantor cabangnya di Tokyo, Nagoya, Osaka dan Fukuoka, karena terbukti melanggar aturan perbankan. Mereka diperintahkan berhenti bertransaksi padaa tanggal 29 September 2004 dan diberi kesempatan sampai September 2005 untuk menyelesaikan semua pembukuan dan kewajiban, sebelum ijinnya dicabut! Kantor-kantor cabang ini terbukti melakukan pelanggaran seperti: Tidak mencegah transaksi yang berbau pencucian uang, longgar dalam pengenalan nasabah dan melakukan praktek perdagangan yang tidak semestinya. Sederhana? Ternyata tidak. Hukuman ini membuat Citibank kehilangan keuntungan sebesar 89 juta US $, dari sekitar total keuntungan Citibank yang sekitar 17,9 miliar US $. Belum lagi image-nya yang terkoyak. Citigroup meminta maaf atas kejadian ini, dan mengatakan juga sudah memecat 6 pegawai yang bersalah, delapan karyawan terkena pengurangan gaji, dan beberapa lainnya menerima teguran keras.
  • Kasus LuSI (lumpur Sidoardjo) PT Lapindo Brantas. Kajian teknis sumur Banjar panji I, PT Medco E&P Brantas sendiri sebagai mitra mengatakan, Lapindo jelas melakukan kelalaian, dengan tidak memasang casing ukuran 9-5/8 pada kedalaman 8500 kaki untuk mengantisipasi kemungkinan lumpur menyeruak ke bumi. Akibat yang luar biasa bisa dilihat kini. Semburan lumpur keluar dengan kecepatan 50.000 metrik ton, merusak puluhan hektar areal yang ada disekitarnya. Alih-alih untung, Lapindo bisa bangkrut terkena denda lingkungan yang besar dan rusaknya nama baik seumur hidup.

Behaviour Test

Melihat fakta dan logika penuturan di atas, maka tampaknya diperlukan suatu alat bantu tes yang berbeda, yang khusus dilakukan untuk melihat kualitas perilaku seorang karyawan atau calon karyawan. Maka, setelah menjadi pionir dan bergelut dalam pelatihan dan pengembangan khusus ilmu “sikap mental positif”, Perilaku, dan Karakter manusia selama 14 tahun (sejak 1992), KPPSM mempersembahkan alat tes baru untuk membantu perusahaan dan HRD melakukan tes perilaku untuk tujuan Rekrutmen, Seleksi dan Promosi.

Alat tes ini merupakan sesuatu yang sungguh baru di Indonesia dan dunia, dan dibuat untuk melihat kualitas perilaku-”sikap mental positif”-karakter karyawan mulai dari:

* Mind Set (Pola Pikirnya): Didasari pemikiran bahwa setiap langkah manusia pasti didasari dari pola pikirnya terlebih dahulu. Peserta harus menjawab 80 soal yang menunjukkan kualitas mind set-nya.

* Tendency (Kecenderungan Perilakunya): Dalam tes, amat sukar melihat perilaku seseorang di perusahaan nantinya sampai keseluruhan, tetapi masih mungkin melihat kecenderungan perilakunya. Peserta tes harus menjawab 30 soal yang akan memperlihatkan kecenderungan perilakunya.

* Emotional Maturity (Kematangan emosionalnya): Ini juga yang menarik. Dalam bisnis, sering kesempatan dan peluang melayang, karena masalah perilaku yang tidak tepat secara situasi dan malah memperburuk relasi horizontal antar manusia. Tes ini untuk melihat kematangan emosional peserta, yang didasari dari perenungan sejenak sebelum bertindak memutuskan sesuatu.

* Visual Performance (Penampilan kerjanya): Tes terakhir ini (bisa dikombinasi dengan wawancara) untuk melihat beberapa jenis perilaku yang vital dan dapat memperlihatkan kinerja atau performance-nya secara langsung, serta berguna untuk melakukan analisis akhir.

Alat Behaviour Test dengan nama Tatag Utomo Be-Test bersifat dinamis (akan diperbarui setiap tahun) serta mempunyai tujuan:

-         Membantu perusahaan mendapatkan Karyawan terbaik dari segi perilaku-”sikap mental”-karaternya, sehingga akan memudahkan perusahaan mendapatkan kinerja terbaik dalam mewujudkan visi misi-nya, dan

-         Membantu mencegah perusahaan mendapatkan karyawan yang mempunyai bibit perilaku-”sikap mental”-karakter yang negatif yang cenderung sulit diubah, yang cenderung menjadi trouble maker sejati atau bahkan psikopat! —Inilah sekarang yang paling ditakutkan, karena gangguan kepribadian psikopat sangat sulit terdeteksi dan sangat sulit penyembuhannya, serta sungguh-sungguh beresiko dapat membawa perusahaan dalam kesulitan besar karena perilakunya.

Apakah ada jaminan bahwa tes ini 100 % akan berhasil mendapatkan apa yang diminta? Sangat sulit. Karena mengetes perilaku manusia, berarti mencoba melihat apa yang terkonsep jauh di dalam otak dan lubuk sanubarinya (sebagai organ intangible) yang paling dalam. Istilahnya, ‘rambut memang sama hitam, tetapi hati orang siapa yang tahu’. Tetapi, sudah jauh lebih baik dibandingkan dengan tidak dilakukan tes.

Tes-tes psikologi yang sudah ada sebelumnya juga tetap memberi celah dilolosi atau dilewati oleh orang yang sebenarnya kurang berkualitas. Apalagi para psikopat, yang rata-rata memiliki IQ tinggi, dan mampu lulus dan lolos dari berbagai tes Psikologi, bahkan mengelabui tes-tes kejiwaan klinis yang dilakukan. Alat Behaviour Test atau Be-Test ini akan melengkapi tes-tes psikologi yang ada, dan diharapkan mampu mendeteksi kemungkinan karyawan psikopat memasuki perusahaan atau yang akan menduduki posisi penting ….

Akhir kata, kita bisa merenungi perkataan Henry Kissinger bahwa: “Kepandaian bisa dibeli, tetapi tidak dengan karakter atau perilakunya”……..

Drg. T.A. Tatag Utomo, MM., ASM

Direktur Pendidikan KPPSM
‘Pelatihan Pengembangan SIKAP MENTAL’
F.X. Oerip S. Poerwopoespito
WISMA KPPSM
Cibubur Indah III Blok F-7 Jaktim 13720
T: (021) 8716968, F: (021) 8719981
email: tatag@kppsm.com, website: www.kppsm.com
Weblog: www.pengembangankarakter.com
HP: 0818-874430, YM: tatag_kppsm@yahoo.com

FB: Tatag Utomo

FB: Pengembangan Sikap Mental Positif

Twitter: @tatagkppsm

“KONSEP MEMBAHAGIAKAN PIHAK LAIN DALAM SEKS”

June 25, 2010 by Tatag Utomo · Leave a Comment 

Konsep memberi kebahagiaan kepada orang atau pihak lain adalah universal (uni= 1, versalim = dimana-mana) dan ideal. Begitu pula dalam seks. Banyak terjadi, hubungan seks sering berakhir dengan kekecewaan, bukan karena apa-apa.., tetapi karena masing-masing pasangan hanya ingin mendapatkan kepuasan sepihak, tanpa mempedulikan keadaan pasangan.

Biasanya…terutama adalah kaum pria. Begitu ingin, mereka langsung tembak langsung pasangannya….selesai..dan balik kanan atau kiri lalu tidur pulas! Inilah sikap mental negatif dalam seks. Faktanya wanita adalah mahluk yang sebenarnya lebih kuat, dan lebih lama mencapai orgasme dalam seks dibanding pria. Mereka dapat berorgasme berkali-kali dalam satu hubungan seks. Sedangkan pria? Ow…habis ejakulasi, istirahat dulu minimal ½ jam.

Oleh karena itu, pihak pria dimohon untuk mempunyai “sikap mental positif” dan perilaku positif mau bersabar untuk membahagiakan pasangan dengan lebih dulu mem-foreplay-nya sebelum sampai pada acara puncak. TETAPI…pasangan wanita juga harus mau membahagiakan pasangannya. Jangan cuma pasif menunggu, tetapi juga aktiflah baik dengan kata dan perbuatan agar pihak pria juga bahagia. Dan, ini semua belajar, bukan hanya lewat instinc. Bacalah buku seks dan tanyalah pada ahlinya, serta komunikasikan dengan pasangan anda. Jangan malu!

Ingat…kehidupan seks yang baik dalam keluarga eksekutif, akan me-reducing stres secara signifikan, meningkatkan kebahagiaan..dan berujung pada peningkatan produktifitas yang berguna untuk perusahaan, bangsa dan negara! Kita bisa mulai hari ini sebagai eksekutif (tentunya yang sudah menikah) membahagiakan pasangan kita dalam seks, dengan belajar …to be a good lover…..

Salam menjadi pecinta yang hebat…

Drg. T.A. Tatag Utomo, MM., ASM

Direktur Pendidikan KPPSM
‘Pelatihan Pengembangan SIKAP MENTAL’
F.X. Oerip S. Poerwopoespito
WISMA KPPSM
Cibubur Indah III Blok F-7 Jaktim 13720
T: (021) 8716968, F: (021) 8719981
email: tatag@kppsm.com, website: www.kppsm.com
Weblog: www.pengembangankarakter.com
HP: 0818-874430, YM: tatag_kppsm@yahoo.com

FB: Tatag Utomo

FB: Pengembangan Sikap Mental Positif

Twitter: @tatagkppsm

“KESEHATAN, ASET ANDA YANG PALING BERHARGA”

June 25, 2010 by Tatag Utomo · Leave a Comment 

Pernahkah anda berterima-kasih kepada sang Ginjal, Jantung, Paru-paru, Lambung, Hati dan jeroan anda yang lainnya selama ini? Sebab, merekalah yang siang malam bekerja menggerakkan semua derap metabolisme anda sehari-hari. Sehingga, paper anda tepat waktu. Proyek lancar, tender masuk, training dan rekrutmen bisa berjalan dan launching produk baru sukses.

Ya, jeroan andalah pahlawannya. Maka, rawat dan jagalah mereka dengan baik. Jika mereka mengalami hard failure, tak ada toko yang menjual duplikatnya, semua kehebatan anda lenyap tak ada artinya! Apa yang dapat anda lakukan untuk merawatnya? Tidak ada jalan lain. Jalankan “sikap mental positif ” untuk hidup sehat sebaik mungkin. MINIMAL dengan cara: Makan teratur dan diatur (4 sehat 5 sempurna), jangan sembarangan dan asal enak. Istirahat cukup dengan tidur 6-7 jam sehari, berolahraga aerobik 3X seminggu selama 15-20 menit, tidak minum alkohol (terutama golongan whisky), tidak/kurangi merokok, tidak menyalah gunakan obat, vitamin dan suplemen (terutama antibiotik), kelola stres anda, beradaptasilah dengan perubahan dan tidak berganti pasangan hubungan seks.

Simak data ini: Stroke menyerang penderita dengan usia semakin muda. Penderita diabetes di dunia telah mencapai 250.000.000 orang (sehingga mulai disebut pandemi diabetes), 4.200.000 mati pada tahun 2002 karena merokok! Kalau anda sulit untuk menjalankan hidup sehat, that’s no problem, tapi ambil beberapa polis kesehatan segera…

Salam sehat wal’afiat…

Drg. T.A. Tatag Utomo, MM., ASM

Direktur Pendidikan KPPSM
‘Pelatihan Pengembangan SIKAP MENTAL’
F.X. Oerip S. Poerwopoespito
WISMA KPPSM
Cibubur Indah III Blok F-7 Jaktim 13720
T: (021) 8716968, F: (021) 8719981
email: tatag@kppsm.com, website: www.kppsm.com
Weblog: www.pengembangankarakter.com
HP: 0818-874430, YM: tatag_kppsm@yahoo.com

FB: Tatag Utomo

FB: Pengembangan Sikap Mental Positif

Twitter: @tatagkppsm

Seminar “Memberikan Penyuluhan Kesehatan yang Menarik”

June 25, 2010 by Tatag Utomo · Leave a Comment 

KPPSM membantu memberikan Seminar dengan topik: “Memberikan Penyuluhan Kesehatan yang Menarik,” pada tanggal 21 Juni 2010.

Seminar diberikan untuk para relawan penyuluhan kesehatan dari Balai Pengobatan ‘Lentera’ di Pamulang, kota Tangerang.

Rekrutmen dengan TU BeTest

June 25, 2010 by Tatag Utomo · Leave a Comment 

KPPSM mengadakan rekrutmen dengan menggunakan TU BeTest untuk PT Masindo Utama di Padepokan “Sikap Mental” tanggal 21 Mei 2010. Posisi yang akan diisi adalah QA & HSE Manager.

Rekrutmen karyawan dengan TU BeTest

June 25, 2010 by Tatag Utomo · Leave a Comment 

KPPSM mengadakan rekrutmen untuk PT Masindo Utama dengan menggunakan TU BeTest, di Padepokan Sikap Mental tanggal 16 Juni 2010. Posisi yang akan diisi adalah: Account Manager.