“DEWASA DAN POSITIFNYA RAKYAT INDONESIA”

February 15, 2011 by Tatag Utomo · Leave a Comment 

Dua kali Pemilu terakhir di Indonesia ber-ending cukup menggembirakan. Pemilu 2004 yang menghasilkan pasangan Susilo Bambang Yudhoyono-Jusuf Kalla, dan Pemilu 2009 yang menghasilkan pasangan Susilo Bambang Yudhoyono dan Budiyono, berlangsung tanpa gejolak berarti. Kita patut berterima kasih pada rakyat dan anda semua yang telah menunjukkan kedewasaan emosional dan perilaku atau sikap mental positif dalam memilih presiden secara langsung untuk pertama kalinya. Memilih dengan pertimbangan dan dengan keputusan sendiri tanpa bisa diarahkan, dibelokkan atau dipengaruhi oleh pihak lain, termasuk ajakan golput.

Maka bisa timbul permenungan: Jangan-jangan, di masa kemarin-kemarin ini rakyat juga sudah mampu menunjukkan kedewasaan bernegara. Para pemimpinnyalah yang justru tidak ber-sikap mental positif dewasa dengan membuat sikap/tindakan/kebijakan/keputusan yang tidak bijaksana, sehingga menyebabkan rusaknya berbagai sendi negara.

Bahkan bisa dikatakan bahwa sebagian besar rakyat Indonesia sesungguhnya memang sudah dewasa dalam berpikir. Meskipun nasibnya masih jauh dari kondisi gemah ripah loh jinawi, toh mereka tetap tidak berontak, mengadakan penggalangan massa untuk revolusi seperti di Mesir 2011 ini, yang mengakibatkan jatuhnya Hosni Mubarak. Jadi, rakyat sudah menunjukkan sikap mental positif dalam berpolitik.

Dan sesungguhnya, menjadi presiden Indonesia kini memang tidak menghadapi tugas berat..tetapi MAHA BERAT. Mengapa? Karena hampir semua sektor kehidupan kita kini mengalami masalah berat sekali. Pendidikan, kemiskinan, pengangguran, UKM, teknologi, laut, hutan, minyak, tambang, beras-gula…semuanya bermasalah! So, harusnya..para calon presiden berlomba untuk meraih RI 1-2 untuk mengabdi mengembalikan kejayaan negeri ini, dan bukannya untuk maksimalisasi profit.

Jika yang kedua yang terjadi, maka mereka akan berbuat dosa yang besar sekali kepada rakyat. Vox populei vox dei…suara rakyat (atau suara komunitas rakyat terbesar) adalah suara Tuhan. Maka menyakiti rakyat sama dengan menyakiti Tuhan secara langsung…

Dalam perusahaan, juga berlaku hal demikian. Jika kita menjadi direktur utama sebuah perusahaan dan membuat kebijakan, keputusan, perilaku atau tindakan yang menyengsarakan perusahaan (analogi negara) dan seluruh karyawan (analogi rakyat), maka jangan-jangan…kita telah menyakiti Tuhan sendiri pula..

Dan jujur saja, biasanya, masalah besar yang terjadi menggoncang adalah karena perilaku atau sikap mental negatif dari pemimpinnya, dan bukan dari kalangan anak buah. Mengapa? Jelas. Yaitu karena para pemimpin mempunyai kewenangan yang jauh lebih besar dibandingkan anak buah. Kewenangan yang lebih besar, jika dilandasi dengan perilaku yang negatif, akan menghasilkan ketidakbenaran yang besar pula.

Mari, sebagai pemimpin, bayarlah kepercayaan yang diberikan rakyat (dalam konteks negara) dan anak buah (dalam konteks perusahaan) agar mereka tidak kecewa nantinya. Sebab tanpa rakyat dan anak buah apalah artinya perusahaan dan negara ini? Dan jika kekecewaan itu terus naik sampai leher dan sudah menyentuh Adams Apple-nya, maka pergolakan unjuk rasa yang mengarah pada revolusi Negara dan perusahaan sulit untuk dicegah lagi…

Salam demokrasi dan bukan democrazy

Drg. T.A. Tatag Utomo, MM., ASM

Direktur Pendidikan KPPSM
‘Pelatihan Pengembangan SIKAP MENTAL’
F.X. Oerip S. Poerwopoespito
WISMA KPPSM
Cibubur Indah III Blok F-7 Jaktim 13720
T: (021) 8716968, F: (021) 8719981
email: tatag@kppsm.com, website: www.kppsm.com
Weblog: www.pengembangankarakter.com
HP: 0818-874430, YM: tatag_kppsm@yahoo.com

FB: Tatag Utomo

FB: Pengembangan Sikap Mental Positif

Twitter: @tatagkppsm

Tentang Korupsi (KMSM 1706)

February 14, 2011 by Tatag Utomo · Leave a Comment 

KORUPSI BISA LEBIH KEJAM DARI MEMBUNUH 1 ORANG. SEBAB TEORINYA, KORUPSI BISA = MENGHILANGKAN LAPANGAN KERJA 178.000 ORANG!

Case 10: langkah Pertama untuk Bisa ‘Bekerja Lebih dari yang Diminta’

February 14, 2011 by Tatag Utomo · Leave a Comment 

“Tanya Pak Oerip…Bagaimana langkah pertama atau langkah awalnya agar kita mau menerapkan sikap mental positif  ‘Bekerja Lebih dari yang Diminta Perusahaan?”

Rionaldo, PT Pulau Intan Baja Perkasa

=====================================================

Jawab:

Langkah  pertama yang harus dilakukan adalah: Berpikir sampai akar permasalahan terdalam tentang konsep ’bekerja lebih dari yang diminta’. Mengapa konsep ini dikeluarkan, dan apa keuntungannya. Ternyata, konsep sikap mental positif/perilaku/karakter ini keluar untuk merangsang atau melatih kita menjadi pribadi yang tidak bekerja biasa-biasa saja, tetapi mencoba memberi dengan kemampuan terbaik. Dan biasanya, kemampuan terbaik akan datang jika kita tidak terlalu ’hitung-hitungan’ tentang berapa ’pendapatan’ dari kemampuan yang kita berikan. Kemampuan itu datang dari semangat untuk bekerja habis-habisan, bekerja keras dan cerdas, karena memang kita mencintai perusahaan dan pekerjaan itu (sebagai motivasi intrinsik).  Lalu apa untungnya? Salah satu keuntungan terbaik dari menerapkan konsep ini adalah: Kita terlatih menjadi sosok pribadi yang ’Kompetitif’, yang akan lebih mudah unggul dalam kancah persaingan. Akhirnya, jika kita unggul dalam kancah persaingan, keuntungan materi akan segera menyusul!

F.X. Oerip S. Poerwopoespito…

SAYUR DAN KUALITAS MANUSIA

February 14, 2011 by Tatag Utomo · Leave a Comment 

Wah..begini saja kok dibahas? Ya….Sudah sejak lama saya mengamati -terutama- ketika bepergian- baik dalam maupun keluar kota. Apa yang saya amati? Adalah..betapa susahnya mencari sayur-sayuran untuk makan siang, malam apalagi sarapan pagi! Terlebih lagi, jika yang diminta adalah sayur bening atau kukusan. Penjual akan segera menatap saya dengan ‘pandangan aneh’ atau berujar: “Sayur bening? Waah nggak ada yang mau beli mas…”

Paling-paling yang ada hanyalah lalapan, misalnya dalam makanan pecel lele atau nasi uduk. Itu pun hanya 2-3 lembar sawi, kubis atau selada. Nyaris tak bergizi! Atau paling, kukusan daun singkongnya restoran Padang yang tak pernah diganti seakan tidak ada sayur jenis lain (padahal negeri ini sangat kaya ragam sayurannya). Warung Tegal? Itu lagi..mereka selalu mengatakan yang tersedia adalah sayur tahu dan tempe. Padahal itu bukan sayur tetapi masuk dalam kategori lauk-pauk nabati!

Bagaimana dengan nasi kotak, bungkus atau untuk katering kantoran? Dan hotel bintang? Sama saja. Paling banter sayurnya sop, oseng brokoli/cap cay yang sangat sedikit sayurannya, yang penuh dengan minyak, santan gurih atau lagi-lagi lalapan. Restoran Sunda-pun maksimal hanya menyediakan sayur asem yang sebenarnya lebih tepat disebut ‘sayur asesoris’, karena lebih banyak asesorisnya dibandingkan daunnya!

Alasan yang dikemukakan pengusaha adalah tidak mau repot menyiapkannya (dan tidak ada yang memprotesnya) Padahal sayuran terbaik untuk konsumsi adalah daun-daunan dalam bentuk kukusan atau bening,dan merupakan sayuran berwarna (hijau muda/tua, kuning, merah/oranye, dan bukan putih). Mengapa? Sayuran atau buah berwarna dalam bentuk kukusan atau bening lebih banyak mengandung serat, Vitamin A, retinol, Xanthin, Lutein, likopen, flavonoid dan antioksidan yang sangat berguna untuk kesehatan, membuat metabolisme berjalan baik (sebagai zat pengatur) dan sebagai anti kanker, dengan porsi semangkok kecil penuh yang diperlukan setiap kali makan.

Dengan demikian terlihat, bangsa kita Indonesia adalah pemakan sayuran yang masih sangat minim, dengan berbagai alasan. Sebuah sikap mental negatif yang membuat kesehatan tidak sempurna. Mungkin..jangan-jangan kalau kita cepat lelah ketika baru berpikir serius sejenak, salah membuat keputusan atau malah membuat langkah yang irrasional, adalah karena KURANG MENDAPATKAN ASUPAN SAYURAN DALAM PORSI MAKANANNYA. Ada baiknya kita merubah kebiasaan ini menjadi sikap mental positif mulai dari keluarga di rumah. Sempatkan untuk selalu menyediakan sayur-mayur demi kesehatan seluruh keluarga sebagai pondasi bangsa yang hebat…


Salam bangsa yang sehat…

Drg. T.A. Tatag Utomo, MM., ASM

Direktur Pendidikan KPPSM
‘Pelatihan Pengembangan SIKAP MENTAL’
F.X. Oerip S. Poerwopoespito
WISMA KPPSM
Cibubur Indah III Blok F-7 Jaktim 13720
T: (021) 8716968, F: (021) 8719981
email: tatag@kppsm.com, website: www.kppsm.com
Weblog: www.pengembangankarakter.com
HP: 0818-874430, YM: tatag_kppsm@yahoo.com

FB: Tatag Utomo

FB: Pengembangan Sikap Mental Positif

Twitter: @tatagkppsm