Training Pemimpin Yang Berbudi Pekerti Luhur

November 21, 2013 by Tatag Utomo · Leave a Comment 

Awal mula dari keterpurukan adalah budi pekerti kita yang belum seperti yang kita harapkan kalau tidak bisa dikatakan buruk, lebih-lebih budi pekertinya para pemimpin kita. Kalau hal ini kita biarkan terus maka bangsa dan negara kita akan semakin terpuruk, oleh karena itu kita harus menghentikan keterpurukan bangsa Indonesia dan mengembangkan bangsa dan negara Indonesia kearah yang lebih baik.

Caranya adalah dengan menanamkan budi pekerti yang luhur melalui pendidikan, dari sekian banyak generasimuda yang mengenyam pendidikan budi pekerti luhur, akan lahir seorang yang berbudi pekerti luhur.

Seorang pemimpin nasional tidak bisa tidak harus berbudi pekerti luhur karena ia menjadi acuan didalam budi pekerti. Persoalannya sekarang adalah apa itu budi pekerti?

Menurut filsuf yang bernama Hegel, budi adalah pengertian tertinggi dalam diri manusia sebagai hasil dari pemikiran logis, pekerti adalah bahasa Jawa yang artinya perilaku. Jadi budi pekerti adalah perilaku sebagai hasil dari pengertian tertinggi dalam diri manusia.

Luhur adalah bahasa Jawa yang artinya nilai-nilai kebaikan Ilahi. Jadi perilaku sebagai hasil dari pengertian tertinggi dalam diri manusia yang mengandung nilai-nilai kebaikan Ilahi.

Maka esensi dari budi pekerti luhur adalah menyenangkan atau idealnya membahagiakan orang lain.

Mengapa menyenangkan orang lain mempunyai nilai kebaikan Ilahi? sebab menyenangkan dan membahagiakan orang lain sama saja dengan membahagiakan Tuhan. Analoginya adalah sebagai berikut:

Kalau seseorang membuat sesuatu katakanlah sesuatu itu pot bunga lalu pot bunga itu dirusak oleh orang lain, pasti kita tidak senang, demikian juga Tuhan, kalau melihat manusia ciptaannya disakiti oleh ciptaannya yang lain, pasti beliau juga tidak senang. Sebaliknya kalau ciptaannya dibuat senang oleh ciptaan yang lain, maka beliau juga akan senang. Oleh karena itu membahagiakan orang lain sama juga membahagiakan Penciptanya, menyakiti orang lain sama juga dengan menyakiti Penciptanya.

Oleh karena itu orang yang berbudi pekerti luhur, orang yang menyenangkan orang lain, karena sama saja dengan menyenangkan Penciptanya yaitu Tuhan.

Lebih dari itu ciptaan Tuhan bukan hanya manusia, tetapi juga bumi dan seisinya, oleh karena itu orang yang merusak lingkungan membuat tidak senang Penciptanya yaitu Tuhan, karena bumi ini ciptaan Tuhan.

Persoalan selanjutnya adalah Pendidikan Budi Pekerti mulai dari mana? jawabannya adalah mulai dari rumah. Orang tua juga budi pekertinya harus luhur kalau ingin anaknya berbudi pekerti luhur. Maka seorang suami harus selalu membahagiakan istrinya, seorang istri harus selalu membahagiakan suaminya, orang tua harus selalu berusaha membahagiakan anaknya, anak-anak harus berusaha membahagiakan orang tuanya.

Demikian seterusnya konsep membahagiakan orang lain berlaku dimana saja, oleh siapa saja dan kapan saja. Oleh karena itu ada konsep 4 M, membahagiakan orang lain harus: mulai dari diri sendiri, mulai dari hal-hal yang kecil, mulai sekarang juga, membahagiakan orang orang lain.

Konsep 4 M ini terutama harus dimiliki seorang pemimpin. Pemimpin itu harus dimulai dari diri sendiri, mulai dari hal-hal yang kecil, mulai sekarang juga dan mulai membahagiakan rakyatnya.

Seorang pemimpin yang korupsi itu bukan hanya tidak membahagiakan rakyatnya tetapi lebih-lebih merugikan rakyatnya. Seorang pejabat Negara Republik Indonesia yang korupsi merugikan, menyusahkan dan tidak membahagiakan 240 juta rakyat Indonesia.

Dengan demikian mutlak diperlukan Pemimpin yang berbudi pekerti luhur yang membahagiakan 240 juta rakyat Indonesia. Oleh karena itu mutlak diperlukan training menjadi pemimpin yang berbudi pekerti luhur.

FX. Oerip S. Poerwopoespito, ASM

Direktur Utama KPPSM
‘Pelatihan Pengembangan SIKAP MENTAL’
F.X. Oerip S. Poerwopoespito
WISMA KPPSM
Cibubur Indah III Blok F-7 Jaktim 13720
T: (021) 8716968, F: (021) 8719981
email: oerip@kppsm.com, website: www.kppsm.com

FB: Pengembangan Sikap Mental Positif

Twitter: @FXOeripSoedjoed

Training Purna Bhakti

November 14, 2013 by Tatag Utomo · Leave a Comment 

Apasih Training Purna Bhakti itu? Purna artinya selesai, bhakti artinya mengabdi. Jadi terjemahan bebasnya purna bhakti artinya selesai mengabdi pada suatu bidang atau suatu institusi. Terjemahan populer dari purna bhakti adalah pensiun.

Mengapa karyawan yang mau pensiun perlu training purna bhakti?

Situasi dan kondisi karyawan yang purna bhakti atau pensiun itu berbeda 180 derajat dengan situasinya pada waktu bekerja. Yang tiap hari bangun pagi menjadi bangun seenaknya, yang tiap hari masuk kantor tidak masuk kantor. Tiap hari bertemu dengan teman-temannya, menjadi tidak bertemu dengan teman-temannya di kantor.

Yang tadinya sering rapat, hampir tidak pernah rapat. Yang tadinya piknik bersama teman-teman kantor menjadi tidak pernah lagi. Yang tadinya sering diskusi mengenai pekerjaan menjadi tidak pernah lagi. Yang tadinya gajinya utuh, sekarang jauh dari utuh. Yang tadinya dapat fasilitas kantor, sekarang tidak dapat lagi.

Training Purna Bhakti untuk mencegah goncangan jiwa dan penyakit

Nah perubahan yang radikal ini bisa menyebabkan goncangan mental atau goncangan jiwa. Kalau tidak siap dengan perubahan ini, maka mentalnya bisa goyah, lebih parah lagi bisa frustasi menjurus ke depresi. Kalau ini terjadi maka sistem kekebalan tubuh akan menjadi lemah.

Maka muncullah penyakit dan bisa berbarengan, darah tinggi bersamaan dengan sakit lambung, ditambah dengan sakit gula, levernya terserang, ginjalnya terserang. Maka karyawan yang purna bhakti ini akan menderita penyakit secara simultan karena kesehatan diri mereka terganggu.

Akibatnya harta atau uang yang selama ini ditabung bisa habis untuk membiayai sakitnya. Bisa-bisa karyawan tersebut bisa jatuh miskin. Nah kondisi demikian ini yang harus dicegah, yaitu dengan pelatihan sikap mental. Agar mentalitas karyawan disiapkan untuk menghadapi yang bersifat radikal. Karyawan yang purna bhakti, harus mengendapkan betul-betul didalam jiwanya untuk dimengerti dan dipahami bahwa ini harus terjadi,

Training Purna Bhakti mencegah keterpurukan

Kalau demikian halnya maka karyawan yang purna bhakti itu bisa selamat dari kehancuran mental yang pada akhirnya selamat dari kehidupan sosial ekonomi yang buruk.

Didalam pelatihan sikap mental, karyawan purna bhakti diperlihatkan bahwa hidup ini memang tidak langgeng, kecuali perubahan itu sendiri yang langgeng. Oleh karena itu semua orang tidak terkecuali termasuk karyawan harus siap dengan perubahan, harus siap betul menghadapi perubahan dalam hidupnya. Oleh karena itu didalam filsafat Jawa, bahwa orang harus selalu eling, harus selalu ingat. Eling bahwa sesudah senang akan terjadi susah, bahwa sesudah susah akan terjadi senang.

Eling bahwa harta bisa habis, oleh karena itu harus hati-hati menggunakannya. Eling bahwa kekuasaan itu akan hilang, oleh karena itu harus rendah hati. Eling bahwa kehormatan itu pada akhirnya akan tidak berarti apa-apa dalam hidup ini, oleh karena itu tidak usah mengejar kehormatan.

Nah kalau karyawan purna bhakti ingat bahwa hidupnya pasti akan berubah, maka ia tidak akan mengalami post power syndrome. Tidak akan mengalami depresi, dan tidak akan mengalami gangguan penyakit yang berat yang diakibatkan oleh depresi.

Oleh karena itu training purna bhakti mutlak diperlukan, agar karyawan purna bhakti bisa tetap bahagia.

KORUPTOR HARUS DIMISKINKAN

November 13, 2013 by Tatag Utomo · Leave a Comment 

Menurut ICW, sampai tahun 2005, uang rakyat yang dikorupsi oleh koruptor sebesar 305 triliun rupiah atau sekitar 1/6 nya APBN 2014 yang sebesar Rp 1.842,49 triliun, bisa dimengerti masih banyak penduduk Indonesia yang miskin. Sementara itu data BPS sampai Maret 2013 jumlah penduduk miskin sebesar 28, 07 juta jiwa. Seandainya uang yang dikorupsi dibagi kepada penduduk miskin sebagai stimulus, maka tiap orang mendapat 11 juta rupiah.
Sebagai contoh, tadi siang di B Channel TV, memperlihatkan seorang yang buta, istrinya juga tangannya cacat, mencari nafkah dengan membuat tampah, yang harganya 5 ribu rupiah per biji. Modalnya menjual tampah, 1 batang bambu sebesar 5 ribu rupiah, tetapi menebang sendiri, membelah sendiri.
Kalau penyandang cacat buta tadi diberi stimulus, tidak 11 juta tapi 5 juta saja, maka tingkat kehidupannya akan lebih baik dibandingkan sekarang ini. Tetapi karena dia tidak mendapat stimulus karena uangnya dikorupsi, maka ia tetap miskin, dan semakin miskin seiring bertambahnya usia karena kemampuan yang menurun.
Jadi betapa kejamnya koruptor karena membuat orang lain miskin dan semakin miskin. Kalau tidak dikorupsi, uang 305 triliun rupiah bisa untuk mengentaskan kemiskinan. Maka seorang koruptor bukan hanya merugikan 250 juta orang tetapi lebih-lebih membuat orang tetap miskin dan menjadi lebih miskin.

Kesalahan koruptor merupakan sikap mental, perilaku atau karakter negatif yang terlalu berat, oleh karena itu agar jera, koruptor harus dimiskinkan. Semua hartanya harus disita. Tidak boleh berhubungan dengan bank manapun, tidak boleh berhubungan dengan institusi keuangan manapun. Kalau ada anak istrinya yang terlibat dalam pencucian uang, maka mereka juga harus dimiskinkan.

Maka perlu ada gerakan rakyat untuk memiskinkan koruptor.
FX. Oerip S. Poerwopoespito, ASM
Direktur Utama KPPSM
‘Pelatihan Pengembangan SIKAP MENTAL’
WISMA KPPSM
Cibubur Indah III Blok F-7 Jaktim 13720
T: (021) 8716968, F: (021) 8719981, H: 0877-85442040
email: oerip@kppsm.com, website: www.kppsm.com

Weblog: www.pengembangankarakter.com
FB: FX Oerip S Poerwopoespito
FB: Pengembangan Sikap Mental Positif
Twitter: @FXOeripSoedjoed