Training Pemimpin Yang Berbudi Pekerti Luhur

November 21, 2013 by Tatag Utomo · Leave a Comment 

Awal mula dari keterpurukan adalah budi pekerti kita yang belum seperti yang kita harapkan kalau tidak bisa dikatakan buruk, lebih-lebih budi pekertinya para pemimpin kita. Kalau hal ini kita biarkan terus maka bangsa dan negara kita akan semakin terpuruk, oleh karena itu kita harus menghentikan keterpurukan bangsa Indonesia dan mengembangkan bangsa dan negara Indonesia kearah yang lebih baik.

Caranya adalah dengan menanamkan budi pekerti yang luhur melalui pendidikan, dari sekian banyak generasimuda yang mengenyam pendidikan budi pekerti luhur, akan lahir seorang yang berbudi pekerti luhur.

Seorang pemimpin nasional tidak bisa tidak harus berbudi pekerti luhur karena ia menjadi acuan didalam budi pekerti. Persoalannya sekarang adalah apa itu budi pekerti?

Menurut filsuf yang bernama Hegel, budi adalah pengertian tertinggi dalam diri manusia sebagai hasil dari pemikiran logis, pekerti adalah bahasa Jawa yang artinya perilaku. Jadi budi pekerti adalah perilaku sebagai hasil dari pengertian tertinggi dalam diri manusia.

Luhur adalah bahasa Jawa yang artinya nilai-nilai kebaikan Ilahi. Jadi perilaku sebagai hasil dari pengertian tertinggi dalam diri manusia yang mengandung nilai-nilai kebaikan Ilahi.

Maka esensi dari budi pekerti luhur adalah menyenangkan atau idealnya membahagiakan orang lain.

Mengapa menyenangkan orang lain mempunyai nilai kebaikan Ilahi? sebab menyenangkan dan membahagiakan orang lain sama saja dengan membahagiakan Tuhan. Analoginya adalah sebagai berikut:

Kalau seseorang membuat sesuatu katakanlah sesuatu itu pot bunga lalu pot bunga itu dirusak oleh orang lain, pasti kita tidak senang, demikian juga Tuhan, kalau melihat manusia ciptaannya disakiti oleh ciptaannya yang lain, pasti beliau juga tidak senang. Sebaliknya kalau ciptaannya dibuat senang oleh ciptaan yang lain, maka beliau juga akan senang. Oleh karena itu membahagiakan orang lain sama juga membahagiakan Penciptanya, menyakiti orang lain sama juga dengan menyakiti Penciptanya.

Oleh karena itu orang yang berbudi pekerti luhur, orang yang menyenangkan orang lain, karena sama saja dengan menyenangkan Penciptanya yaitu Tuhan.

Lebih dari itu ciptaan Tuhan bukan hanya manusia, tetapi juga bumi dan seisinya, oleh karena itu orang yang merusak lingkungan membuat tidak senang Penciptanya yaitu Tuhan, karena bumi ini ciptaan Tuhan.

Persoalan selanjutnya adalah Pendidikan Budi Pekerti mulai dari mana? jawabannya adalah mulai dari rumah. Orang tua juga budi pekertinya harus luhur kalau ingin anaknya berbudi pekerti luhur. Maka seorang suami harus selalu membahagiakan istrinya, seorang istri harus selalu membahagiakan suaminya, orang tua harus selalu berusaha membahagiakan anaknya, anak-anak harus berusaha membahagiakan orang tuanya.

Demikian seterusnya konsep membahagiakan orang lain berlaku dimana saja, oleh siapa saja dan kapan saja. Oleh karena itu ada konsep 4 M, membahagiakan orang lain harus: mulai dari diri sendiri, mulai dari hal-hal yang kecil, mulai sekarang juga, membahagiakan orang orang lain.

Konsep 4 M ini terutama harus dimiliki seorang pemimpin. Pemimpin itu harus dimulai dari diri sendiri, mulai dari hal-hal yang kecil, mulai sekarang juga dan mulai membahagiakan rakyatnya.

Seorang pemimpin yang korupsi itu bukan hanya tidak membahagiakan rakyatnya tetapi lebih-lebih merugikan rakyatnya. Seorang pejabat Negara Republik Indonesia yang korupsi merugikan, menyusahkan dan tidak membahagiakan 240 juta rakyat Indonesia.

Dengan demikian mutlak diperlukan Pemimpin yang berbudi pekerti luhur yang membahagiakan 240 juta rakyat Indonesia. Oleh karena itu mutlak diperlukan training menjadi pemimpin yang berbudi pekerti luhur.

FX. Oerip S. Poerwopoespito, ASM

Direktur Utama KPPSM
‘Pelatihan Pengembangan SIKAP MENTAL’
F.X. Oerip S. Poerwopoespito
WISMA KPPSM
Cibubur Indah III Blok F-7 Jaktim 13720
T: (021) 8716968, F: (021) 8719981
email: oerip@kppsm.com, website: www.kppsm.com

FB: Pengembangan Sikap Mental Positif

Twitter: @FXOeripSoedjoed

Training Purna Bhakti

November 14, 2013 by Tatag Utomo · Leave a Comment 

Apasih Training Purna Bhakti itu? Purna artinya selesai, bhakti artinya mengabdi. Jadi terjemahan bebasnya purna bhakti artinya selesai mengabdi pada suatu bidang atau suatu institusi. Terjemahan populer dari purna bhakti adalah pensiun.

Mengapa karyawan yang mau pensiun perlu training purna bhakti?

Situasi dan kondisi karyawan yang purna bhakti atau pensiun itu berbeda 180 derajat dengan situasinya pada waktu bekerja. Yang tiap hari bangun pagi menjadi bangun seenaknya, yang tiap hari masuk kantor tidak masuk kantor. Tiap hari bertemu dengan teman-temannya, menjadi tidak bertemu dengan teman-temannya di kantor.

Yang tadinya sering rapat, hampir tidak pernah rapat. Yang tadinya piknik bersama teman-teman kantor menjadi tidak pernah lagi. Yang tadinya sering diskusi mengenai pekerjaan menjadi tidak pernah lagi. Yang tadinya gajinya utuh, sekarang jauh dari utuh. Yang tadinya dapat fasilitas kantor, sekarang tidak dapat lagi.

Training Purna Bhakti untuk mencegah goncangan jiwa dan penyakit

Nah perubahan yang radikal ini bisa menyebabkan goncangan mental atau goncangan jiwa. Kalau tidak siap dengan perubahan ini, maka mentalnya bisa goyah, lebih parah lagi bisa frustasi menjurus ke depresi. Kalau ini terjadi maka sistem kekebalan tubuh akan menjadi lemah.

Maka muncullah penyakit dan bisa berbarengan, darah tinggi bersamaan dengan sakit lambung, ditambah dengan sakit gula, levernya terserang, ginjalnya terserang. Maka karyawan yang purna bhakti ini akan menderita penyakit secara simultan karena kesehatan diri mereka terganggu.

Akibatnya harta atau uang yang selama ini ditabung bisa habis untuk membiayai sakitnya. Bisa-bisa karyawan tersebut bisa jatuh miskin. Nah kondisi demikian ini yang harus dicegah, yaitu dengan pelatihan sikap mental. Agar mentalitas karyawan disiapkan untuk menghadapi yang bersifat radikal. Karyawan yang purna bhakti, harus mengendapkan betul-betul didalam jiwanya untuk dimengerti dan dipahami bahwa ini harus terjadi,

Training Purna Bhakti mencegah keterpurukan

Kalau demikian halnya maka karyawan yang purna bhakti itu bisa selamat dari kehancuran mental yang pada akhirnya selamat dari kehidupan sosial ekonomi yang buruk.

Didalam pelatihan sikap mental, karyawan purna bhakti diperlihatkan bahwa hidup ini memang tidak langgeng, kecuali perubahan itu sendiri yang langgeng. Oleh karena itu semua orang tidak terkecuali termasuk karyawan harus siap dengan perubahan, harus siap betul menghadapi perubahan dalam hidupnya. Oleh karena itu didalam filsafat Jawa, bahwa orang harus selalu eling, harus selalu ingat. Eling bahwa sesudah senang akan terjadi susah, bahwa sesudah susah akan terjadi senang.

Eling bahwa harta bisa habis, oleh karena itu harus hati-hati menggunakannya. Eling bahwa kekuasaan itu akan hilang, oleh karena itu harus rendah hati. Eling bahwa kehormatan itu pada akhirnya akan tidak berarti apa-apa dalam hidup ini, oleh karena itu tidak usah mengejar kehormatan.

Nah kalau karyawan purna bhakti ingat bahwa hidupnya pasti akan berubah, maka ia tidak akan mengalami post power syndrome. Tidak akan mengalami depresi, dan tidak akan mengalami gangguan penyakit yang berat yang diakibatkan oleh depresi.

Oleh karena itu training purna bhakti mutlak diperlukan, agar karyawan purna bhakti bisa tetap bahagia.

KORUPTOR HARUS DIMISKINKAN

November 13, 2013 by Tatag Utomo · Leave a Comment 

Menurut ICW, sampai tahun 2005, uang rakyat yang dikorupsi oleh koruptor sebesar 305 triliun rupiah atau sekitar 1/6 nya APBN 2014 yang sebesar Rp 1.842,49 triliun, bisa dimengerti masih banyak penduduk Indonesia yang miskin. Sementara itu data BPS sampai Maret 2013 jumlah penduduk miskin sebesar 28, 07 juta jiwa. Seandainya uang yang dikorupsi dibagi kepada penduduk miskin sebagai stimulus, maka tiap orang mendapat 11 juta rupiah.
Sebagai contoh, tadi siang di B Channel TV, memperlihatkan seorang yang buta, istrinya juga tangannya cacat, mencari nafkah dengan membuat tampah, yang harganya 5 ribu rupiah per biji. Modalnya menjual tampah, 1 batang bambu sebesar 5 ribu rupiah, tetapi menebang sendiri, membelah sendiri.
Kalau penyandang cacat buta tadi diberi stimulus, tidak 11 juta tapi 5 juta saja, maka tingkat kehidupannya akan lebih baik dibandingkan sekarang ini. Tetapi karena dia tidak mendapat stimulus karena uangnya dikorupsi, maka ia tetap miskin, dan semakin miskin seiring bertambahnya usia karena kemampuan yang menurun.
Jadi betapa kejamnya koruptor karena membuat orang lain miskin dan semakin miskin. Kalau tidak dikorupsi, uang 305 triliun rupiah bisa untuk mengentaskan kemiskinan. Maka seorang koruptor bukan hanya merugikan 250 juta orang tetapi lebih-lebih membuat orang tetap miskin dan menjadi lebih miskin.

Kesalahan koruptor merupakan sikap mental, perilaku atau karakter negatif yang terlalu berat, oleh karena itu agar jera, koruptor harus dimiskinkan. Semua hartanya harus disita. Tidak boleh berhubungan dengan bank manapun, tidak boleh berhubungan dengan institusi keuangan manapun. Kalau ada anak istrinya yang terlibat dalam pencucian uang, maka mereka juga harus dimiskinkan.

Maka perlu ada gerakan rakyat untuk memiskinkan koruptor.
FX. Oerip S. Poerwopoespito, ASM
Direktur Utama KPPSM
‘Pelatihan Pengembangan SIKAP MENTAL’
WISMA KPPSM
Cibubur Indah III Blok F-7 Jaktim 13720
T: (021) 8716968, F: (021) 8719981, H: 0877-85442040
email: oerip@kppsm.com, website: www.kppsm.com

Weblog: www.pengembangankarakter.com
FB: FX Oerip S Poerwopoespito
FB: Pengembangan Sikap Mental Positif
Twitter: @FXOeripSoedjoed

Keuntungan Perusahaan Yang Mengikuti Kursus Pengembangan Sikap Mental

October 8, 2013 by Tatag Utomo · Leave a Comment 

Ada 3 keuntungan perusahaan yang mengikuti kursus pengembangan sikap mental, yaitu untuk pimpinan dan karyawan.
Keuntungannya adalah:
1. Semua pribadi didalam perusahaan itu menyadari bahwa kepentingan perusahaan itu diatas kepentingan pribadi, kecuali dalam hal nyawa manusia. Akibatnya semua pribadi dalam perusahaan itu fokus terhadap pengembangan perusahaan.
2. Hubungan antar semua pribadi dalam perusahaan itu menuju harmoni sehingga terjadinya friksi diantara mereka diminimalisir.
3. Harmoni dalam perusahaan tersebut mengakibatkan sinergi yang optimal yang pada akhirnya bermuara kepada peningkatan produktifitas.

AKIL MOCHTAR TERTANGKAP TANGAN

October 3, 2013 by Tatag Utomo · Leave a Comment 

Orang terpenting nomor 6 di Indonesia, terlihat dari mobilnya RI 6, Ketua Mahkamah Konstitusi, Politisi Golkar, tertangkap tangan ketika menerima suap. Memang mengagetkan dan menyesakkan dada, karena seorang Ketua dari suatu institusi terhormat yaitu Mahkamah Konstitusi, yang diharapkan sebagai kata akhir dari sebuah keputusan yang adil didalam suatu perkara, mempertontonkan sikap mental/perilaku/karakter sangat negatif, yaitu menerima suap.

Tetapi sebenarnya kasus ini hanya gunung es, yang tertangkap tangan oleh KPK sangat kecil jumlahnya, padahal yang belum tertangkap sangat banyak jumlahnya. Sehingga kalau semuanya terungkap maka rasanya negara kita kiamat.

Banyaknya koruptor dibawah permukaan fenomena gunung es itu juga terjadi di DKI Jakarta, sehingga banyak orang mengatakan bahwa APBD DKI Jakarta itu untuk bancakan para pejabat dan pengusaha. Jokowi dan Ahok tahu itu, tetapi mereka bersikap taktis, tidak mau mengusik mereka pada saat ini, agar pada awal jabatan mereka tidak mendapat musuh yang banyak, saya perkirakan pada tahun ke 4 jabatan mereka setelah terlihat prestasi Jokowi dan Ahok, sedikit demi sedikit, koruptor di DKI Jakarta akan terungkap. Yang tentu saja akan menyibukkan Polisi, KPK dan Pengadilan dan penuhnya penjara.
Pada kesempatan ini saya ingin memberikan penghormatan setinggi-tingginya kepada KPK, prestasinya hebat, memberikan harapan bagi rakyat ditengah-tengah korupsi yang akut sekarang.

FX. Oerip S. Poerwopoespito, ASM

Direktur Utama KPPSM
‘Pelatihan Pengembangan SIKAP MENTAL’
F.X. Oerip S. Poerwopoespito
WISMA KPPSM
Cibubur Indah
III Blok F-7 Jaktim 13720
T: (021) 8716968, F: (021) 8719981, H: 0877-85442040
email: oerip@kppsm.com, website: www.kppsm.com

FB: FX Oerip S. Poerwopoespito

FB: Pengembangan Sikap Mental Positif
Twitter: @FXOeripSoedjoed

Karakter Teladan

October 2, 2013 by Tatag Utomo · Leave a Comment 

Kompas tanggal 2 Oktober 2013, memuat pernyataan Bapak Try Sutrisno, mantan wakil presiden periode 1993-1998, mengingatkan: Karakter teladan perlu diangkat kembali di tengah masyarakat agar transfer nilai kepada generasi muda berjalan.

Pertanyaannya adalah Karakter Teladan Try Sutrisno apa? yang bisa dijadikan teladan bagi generasi muda?

  • apakah hidup sederhana?
  • apakah tidak korupsi?
  • apakah tidak pernah KKN dengan para pengusaha dan cukong?
  • apakah tidak pernah punya selir?

sehingga bisa dijadikan teladan bagi generasi muda. Sebab amat gampang menyuruh orang lain untuk berbuat baik, namun tidak gampang untuk menyuruh diri sendiri, apalagi sebagai Pemimpin.

Bangsa Indonesia sedang krisis keteladanan dari Pemimpin, sehingga diperlukan Pemimpin yang bisa dijadikan teladan, bukan hanya berbicara tanpa bukti perilaku yang nyata.

KUALITAS MANUSIA DAN SIKAP MENTAL

September 10, 2013 by Tatag Utomo · Leave a Comment 

Kualitas manusia itu ditentukan oleh kualitas teknis, kualitas fisik dan kualitas sikap mental. Rumusnya adalah sebagai berikut:

Kualitas Manusia = Kualitas Teknis X Kualitas Fisik X Kualitas Sikap Mental

Kualitas teknis nilainya 1 sampai  100

Kualitas fisik nilainya juga 1 sampai 100

Kualitas sikap mental nilainya -10 (minus sepuluh) sampai 100

Mengapa kulitas sikap mental tidak mulai dari 0 (nol)? kerena setiap manusia hidup mempunyai nilai fisik dan teknis yang positif. Berbeda dengan manusia yang hidup, manusia mati nilai kualitas teknis maupun fisik nol.

Mengapa kualitas sikap mental dimulai dari minus 10? Karena sikap mental seseorang bisa mengakibatkan kerugian bagi orang lain.

Contoh seorang koruptor, katakanlah kualitas teknisnya 80 karena ahli betul dalam bidangnya. Kualitas fisiknya 90 karena tidak pernah sakit, kadang-kadang batuk dan pilek. Tetapi karena dia merugikan orang lain, katakanlah nilai sikap mentalnya minus 5, maka kualitas koruptor tadi = 80 x 90 x (-5), jadi kualitasnya sebagai manusia = minus 36000, betapa rendahnya kualitas koruptor itu.

Mari kita bandingkan seorang pengemis yang jujur, kualitas teknis = 2, kualitas fisiknya katakanlah 50 karena sering sakit, tetapi kualitas sikap mentalnya 1, karena tidak pernah mencuri, maka kualitas sebagai manusia = 2 x 50 x 1 = 100, jauh dari nilai koruptor.

Jadi yang paling dominan menentukan kualitas manusia, bukan kualitas teknis, alias keahlian, bukan kualitas fisik alias kesehatan, tetapi sikap mental, perilaku atau karakternya. Disinilah kekurangan kita sebagai suatu bangsa. Bangsa kita itu, bangsa yang pintar, yang kualitas tekniknya tinggi, terbukti generasi muda kita mengalahkan Jepang dalam Olimpiade Astronomi.

Kualitas fisik bangsa kita juga biasa – biasa saja, tidak tinggi, tidak rendah, tetapi kualitas sikap mental bangsa kita yang rendah. Terbukti dari maraknya dari korupsi secara berjamaah, tawuran antar pelajar, antar mahasiswa, antar fakultas, antar universitas, antar kampung, antar kelompok.

Karyawan kita yang lebih banyak menuntut dibandingkan dengan upaya mempertinggi prestasinya, yang lebih senang menjadi pegawai negeri dibandingkan pengusaha, lebih gampang melihat kesalahan orang lain dibandingkan kesalahan diri sendiri dan sikap mental negatif lainnya. Itulah mengapa betapa pentingnya pelatihan dan pengembangan sikap mental, perilaku dan karakter. Dan pelatihan sikap mental itu merupakan dasar dari segala pelatihan.

FX. Oerip S. Poerwopoespito, ASM

Direktur Utama KPPSM
‘Pelatihan Pengembangan SIKAP MENTAL’
F.X. Oerip S. Poerwopoespito
WISMA KPPSM
Cibubur Indah III Blok F-7 Jaktim 13720
T: (021) 8716968, F: (021) 8719981, H: 0877-85442040
email: tatag@kppsm.com, website: www.kppsm.com

Weblog: www.pengembangankarakter.com

FB: FX Oerip S Poerwopoespito

FB: Pengembangan Sikap Mental Positif
Twitter: @FXOeripSoedjoed

HUKUMAN KERAS DALAM PERILAKU

June 3, 2013 by Tatag Utomo · Leave a Comment 

Dalam kelas, sering ada pertanyaan: Sebetulnya, manusia selalu masih bisa berkembang/berubah ke arah yang lebih baik atau tidak sih? Terutama, pada saat pendidikan dilakukan pada masa usia dewasa. Karena sejatinya, mereka sudah kena berbagai macam sentuhan pendidikan, seperti pendidikan keluarga, agama, lingkungan tetangga, lingkungan sekolah, pergaulan, peer group, geng, dan sebagainya.

Jawabannya adalah: Belum tentu atau…tidak. Selalu ada sedikit populasi manusia yang memang kopegh, stubborn, keras kepala, tak mau dan tak bisa berubah lagi. Mereka-mereka inilah yang sangat membuat judeg pada HRD atau personalia di perusahaan-perusahaan. Mau dikeluarkan ndak enak, tapi tidak dikeluarkan, mereka menyebarkan virus negatif dengan kecepatan 3. 10 8 m/detik.  He..he… Lalu berapa persenkah orang seperti itu? Beberapa kali kami mengamati dan melakukan penelitian bersama dengan teman-teman dari berbagai perusahaan, sebenarnya tak sampai 5 % sosok manusia yang seperti itu.

Kita akan membahas dahulu penyebabnya, mengapa mereka menjadi sosok yang ‘sangat sulit’ seperti itu. Ya, kemungkinannya: Pertama, Mereka pernah mengalami benturan kepala yang mengganggu kesehatan otak besar atau otak kecilnya. Kedua, mereka pernah mengalami trauma berat masa kecil, seperti siksaan fisik atau pelecehan seksual. Ketiga, mereka yang mengalami gangguan kejiwaan berat seperti PSIKOPAT. Keempat, mereka lama berada dalam lingkungan keluarga broken home (dari ayah-ibunya). Kelima, mengalami kelainan kromosom seperti misalnya berbakat brutal dan sadis pada sindroma Trisomi X.

Faktor pertama, kedua, keempat dan kelima merupakan faktor nasib. Yah, nasib mereka mendapatkan keadaan seperti itu. Dan memang sangat sulit mengatasinya, karena diperlukan terapi yang intens, pendampingan, obat bahkan mungkin pembedahan otak. Khususnya, faktor kelima yang memang nyaris tak bisa berbuat apa-apa, karena kelainannya terdapat dalam mesin terkecil manusia tingkat interselulernya, yakni dalam gen.

Yang menarik adalah faktor ketiga, yaitu psikopat. Seperti pernah dijelaskan dalam artikel-artikel terdahulu, 80 % penyebabnya adalah kurangnya pendidikan karakter positif pada diri mereka saat usia dini. Dan karakter/sikap mental/perilaku yang perlu dididik adalah 5 hal sederhana, yaitu: Mau dan mampu untuk mengucapkan salam (say hello), perkataan tolong (please). Mengucapkan permisi (excuse me), mengutarakan permintaan maaf (sorry) dan bilang terima kasih  (thankyou).

Sederhana? Memang sangat sederhana. Tetapi 5 kata utama itulah pembentuk dasariah yang amat kokoh dari pribadi seorang manusia. Lima kata dasar itu mewakili 5 situasi dasar manusia ketika bertemu dengan orang lain, dibantu oleh pihak lain, meminta bantuan, melakukan hal yang kemungkinan akan menganggu privasi/hak orang lain dan katika memang benar-benar bertindak salah terhadap orang lain.

Jika seseorang sangat kekurangan dalam pendidikan sikap mental atau karakter dasar itu dan memang benar-benar sudah terbentuk menjadi psikopat (misalnya sesuai dengan diagnosa psikologi dengan alat DSM IV), maka mulailah masa-masa sulit bagi orang lain di sekitar orang tersebut. Yang bersangkutan sendiri tak terlalu masalah, tetapi sekjali lagi, orang-orang disekitarnya yang berkaitan dengannyalah, yang akan menjadi stress…ketimpa pulungnye, kate orang Betawi!

Dan  para psikopat itu mempunyai ciri khas yang tak pernah meminta maaf terhadap perbuatan salahnya atau memang tak pernah menyesalinya, serta terus akan melakukan perbuatan negatifnya, manakala ada kesempatan, kelamahan situasi atau kelengahan hukum! Daaan…itulah yang terjadi pada para koruptor dan pengedar narkoba. Mereka sudah mengalami mati rasa malu, mati kepekaan sosial dan mati keinginan untuk memperbaiki diri.

Kita bisa melihat bagaimana para koruptor tak pernah menyesali perbuatannya. Lihat saja dalam pembacaan vonis Angelina Sondakh. Hakim menyebutkan bahwa yang memberatkan Angie sebagai terdakwa adalah dia tidak mengakui atau menyesali perbuatannya. Lihat juga para pengedar kakap narkoba tersebut. Bahkan sudah dalam penjarapun, mereka tetap dan mampu mengelola peredaran narkoba, memanfaatkan sipir-sipir penjara Indonesia yang lemah sekali melihat ‘si kertas merah’.

Dan show off kebrutalan korupsi terakhir ditunjukkan oleh Irjen Djoko Susilo dengan hasil korupsinya yang ampun-ampunan. 13 rumah mewah bernilai masing-masing + Rp. 3 M, tanah berhektar-hektar, 3 pompa bensin, 3 isteri dan mungkin masih banyak lagi. Padahal era beliau adalah juga era dimana KPK sudah intens memberantas korupsi. Jadi, mereka melakukannya dengan kesadaran penuh, kecepatan penuh, dan ketidakpedulian bahwa mereka telah ‘memangsa orang lain’. Memangsa uang Negara, uang rakyat kecil, bahkan nyawa orang-orang. Betul kan? Para pengedar narkoba tak peduli bahwa produk edaran mereka telah membunuh ratusan ribu anak muda tumpuan keluarga. Para koruptor tak peduli bahwa tindakan mereka membuat miskin Negara, terutama dalam melemahkan kemampuan memberikan pelayanan pada kaum kecil!

Sebagai gambaran saja, korupsi dana BLBI 1997-1998 yang sekitar 50 trilyun, pernah dihitung bisa untuk membiayai pendidikan seluruh anak SD di Indonesia sampai selesai plus pemberian makanan bergizi minimal selama 2 tahun penuh, sehingga mereka terjamin menjadi penerus bangsa yang kuat dan sehat!

So, pantaslah jika pengedar narkoba dan koruptor masuk dalam pelaku kejahatan yang LUAR BIASA BERAT! Mereka, menurut konvensi PBB, melakukan crime against humanity, bahkan juga disebut melakukan crime against civilization.

Dan so kalau begitu…jika ditangani dengan cara atau hukuman biasa? Ya ndak bakalan mempan. Secara khusus saya mengamati, dengan pola pengadilan dan penghukuman seperti di Indonesia sekarang ini, korupsi dan narkoba ndak bakalan surut, malah semakin melebar dan meluas. Kehancuran bangsa sudah mulai terjadi….pasti! Lha wong di China dengan hukuman mati saja tak terlalu membuat koruptor takut…Apalagi di Indonesia, dengan logika matematika aneh dalam menghukum: Pencuri sandal jepit seharga Rp. 12.000,- mendapatkan 5 tahun kurungan, tetapi koruptor uang Negara 34 milyar seperti Angie hanya mendapat 4 tahun penjara…he..he… Beberapa teman bahkan mengatakan pada saya, SIAP DAN RELA untuk masuk penjara 10 tahun sekalipun, kalau bisa korupsi 34 milyar! Ndak jadi masalah mas, itung-itung…tugas belajar ke luar negeri aja kan ?!*%$##^^

Kalau begitu lagi, terpaksa: Hukuman untuk untuk mereka memang harus disiapkan dengan 3 D. DIHUKUM BERAT, DIMISKINKAN, dan maaf…DIPERMALUKAN BERAT. Dan ini sebenarnya sangat mudah …hanya membutuhkan political will and consciousness will yang kuat dari pemimpin! Mau atau tidak melakukan hal ini, demi bangsa dan Negara. Ingat, pengedar narkoba dan koruptor menurut ilmu psikologi adalah para psikopat berat yang tak kan pernah menyesali perbuatannya…

Mereka tak takut hukuman mati, karena uang hasil jarahannya sangat lebih dari cukup untuk menghidupi keluarganya tujuh turunan! Maka…perenungan saya, hanya 3 cara itulah yang mempan untuk membuat efek jera dalam ilmu perilaku khsusus kejahatan berat ini.

- DIHUKUM BERAT: Ya. Hukuman mati malah ringan buat mereka. Tetapi hukuman lenih dari 100 tahun seperti yang didapat Bernard L. Madoff di Amerika akan membuat siksaan seumur hidup buat pelaku.

- DIMISKINKAN. Ini yang jauh lebih ditakutkan. Kalau tidak salah, berita koran sudah pernah memunculkan bahwa Gayus Tambunan akan dimiskinkan. Begitu juga Djoko Susilo, yang akan kapok kalau semua harta betul-betul disita, sampai tinggal pakaian dalam GT-Man-nya saja yang tinggal

- DIPERMALUKAN. Apalagi yang ini….akan lebih menakutkan lagi. Menghukum pribadi pelaku narkoba dan koruptor mungkin kurang membuat kapok. Tetapi…IKUT MEMPERMALUKAN RING I TERDEKAT KELUARGANYA, AKAN MEMBUAT PELAKU BERPIKIR ULANG. Taktik pelaksanaannya bisa bermacam-macam. Salah satunya adalah, foto mereka pribadi di tempel di banyak tempat-tempat umum dengan kasusnya masing-masing. “Inilah koruptor dan pengedar narkoba di Indonesia…Awasilah mereka, tingkah polah dan hartanya selamanya”. Mereka sendiri dan ring satu keluarga terdekat, akan mendapat catatan khusus di HALAMAN DEPAN KTP-nya selamanya sebagai KORUPTOR, PENGEDAR NARKOBA, KELUARGA PENGEDAR NARKOBA, dan KELUARGA KORUPTOR! Dijamin, mereka akan berpikir 1000 X untuk korupsi dan menjadi pengedar. Saya membayangkan misalnya mau menjadi koruptor, takut membayang kalau anak isteri saya ikut mendapat getah berat seumur hidup dengan cap sebagai keluarga pengedar atau keluarga koruptor, YANG AKAN MEMEBERATKAN SEMUA LANGKAH HIDUP MEREKA!

Tentu, metode ini bisa diperdebatkan, tetapi…coba saja renungkan. Apalagi yang bisa membuat mereka kapok untuk menjadi manusia jahat seperti itu?

Akhir kata, pendidikan karakter/sikap mental/perilaku posistif sejak usia dini sesungguhnya menjadi hal yang terpenting. Hal tersebut akan membantu manusia untuk mengurangi atau mengecilkan kemungkinannya untuk menjadi pelaku kejahatan berat kemanusiaan dikemudian hari. Sayangnya, pendidikan perlaku/karakter/sikap mental/budi pekerti masih jauh kalah gengsi dengan pelatihan atau pendidikan berbau teknis keren…seperti Penyusunan KPI, Balance Score Card, Salesmanship, TNA, K3, Intelligent Marketing, Performance Appraisal, Mekatronika, Problem Solving Decision Making,  PLC Maintenance, TQM, Blue Ocean Strategy, Corporate Finance, Discounted Cash Flow untuk Valuasi Saham…dan lain-lainya.

Selamat berperang melawan kejahatan narkoba dan korupsi…

Drg. T.A. Tatag Utomo, MM., ASM

Direktur Pendidikan KPPSM
‘Pelatihan Pengembangan SIKAP MENTAL’
F.X. Oerip S. Poerwopoespito
WISMA KPPSM
Cibubur Indah III Blok F-7 Jaktim 13720
T: (021) 8716968, F: (021) 8719981
email: tatag@kppsm.com, website: www.kppsm.com

Weblog: www.pengembangankarakter.com
HP: 0818-874430, YM: tatag_kppsm@yahoo.com

FB: Tatag Utomo

FB: Pengembangan Sikap Mental Positif

Twitter: @tatagkppsm

SETIA PADA PERUSAHAAN DAN KRISIS KEUANGAN GLOBAL

December 3, 2012 by Tatag Utomo · Leave a Comment 

Beberapa saat setelah kejatuhan Lehman Brothers, beredar email dari seseorang, yang berapi-api menuliskan bahwa dengan kejatuhan Lehman Brothers, yang lalu berlanjut dengan krisis keuangan global, maka tidak ada lagi pekerjaan yang aman di dunia ini. Jika ada ‘apa-apa’ dengan perusahaan, maka karyawan sebagai pihak pertamalah yang akan dipecat, dikeluarkan, di PHK terlebih dahulu. Dan yang menariknya, dia sampai menulis bahwa tidak ada lagi yang namanya SETIA PADA PERUSAHAAN. Itu semua bullshit, katanya.

Okey…saya mencoba memahami bahwa ksisis membawa kemarahan, kekecewaan, keputusasaan bagi banyak orang. Termasuk saya sendiri yang sekarang investasi sahamnya terkena kerugian. Tetapi tetap, ada diktum yang tetap abadi dan harus dipakai, yaitu: Tetaplah berpikir jernih dan usahakan jangan panik! Sebab, berpikir tidak jernih dan panik akan membuat masalah semakin runyam, buruk dan semakin sulit diatasi.

Saya akan khusus membahas mengenai ’SETIA PADA PERUSAHAAN’ apakah memang teori bullshit belaka. Suatu hal yang jelas, krisis ekonomi ini berawal dari masalah PERILAKU/SIKAPMENTAL. Baik perilaku warga, perilaku eksekutif, perilaku bank, perilaku pemerintah, perilaku warga super kaya yang: Serakah, mengabaikan kaidah ’kehati-hatian’, mengabaikan rambu-rambu keuangan yang kuat, sistem gaji/bonus yang menyimpang dari kaidah, kongkalikong dalam permainan di pasar modal, dan masih ada beberapa lainnya.

Kini kita lihat definisi mengenai setia pada pada perusahaan, yaitu: MENEMPATKAN KEPENTINGAN PERUSAHAAN DI ATAS KEPENTINGAN PRIBADI (F.X. Oerip S. Poerwpoespito dan T.A. Tatag Utomo, 2000). Jika anda berada dalam atmosfir partai, definisi tinggal diubah sedikit menjadi: MENEMPATKAN KEPENTINGAN PARTAI DI ATAS KEPENTINGAN PRIBADI. Jika sedang berada di keluarga, definisi menjadi: MENEMPATKAN KEPENTINGAN KELUARGA DI ATAS KEPENTINGAN PRIBADI Jadi, definisi ini universal, kuat dan dapat dipakai sesuai situasi kondisi dimana kita sedang ’exist’. Dan, konsep setia ini tidak memasukkan unsur waktu. Karena memang belum tentu karyawan yang lama berada di sebuah perusahaan itu setia. Tetapi jika memang konsep menempatkan kepentingan perusahaan di atas kepentingan pribadi bisa ditambah dengan unsur lamanya waktu, itu lebih baik lagi.

Dan sikap mental positif ’setia pada perusahaan’ memang tetap sungguh diperlukan. Bayangkan jika para karyawan nanti menjadi bos atau ownersubprime mortgage senilai 60 miliar US $. Dia juga terus mengejar target tanpa mempedulikan proses yang baik, dan para pemegang saham Lehman Brothers menudingnya berbohong soal kinerja keuangan perusahaan yang terlihat baik dengan naiknya harga saham, padahal tipuan semata karena keadaan riilnya rusak. sebuah perusahaan, mereka sendiri pasti ingin agar para karyawannya punya konsep setia pada perusahaan. Apa jadinya jika karyawan tidak punya sikap setia pada perusahaa? Mudah saja…yang terjadi adalah sikapantagonisnya, yakni mementingkan diri sendiri. DAN INILAH YANG TERJADI SEKARANG, SEBAGAI PENYEBAB KRISIS. Lihatlah Rihard Fuld sang Bos dari Lehman Brothers yang ternyata ber-sikap mental negatif ’mementingkan diri sendiri ketimbang memikirkan kepentingan perusahaannya’ yang sudah berusia lebih dari 150 tahun itu. Fuld dinilai terlalu percaya diri, sombong, mengabaikan peringatan dini analis keuangan, membiarkan pemolesan suart utang beresiko untuk

Lihatlah tulisan di koran yang mengabarkan Bos AIG menggunakan uang dana (85 miliar US$) talangan pemerintah AS untuk berfoya-foya di klub mewah di St Regis di selatan Los Angeles. Mereka menghabiskan Rp. 4,23 miliar untuk kongkow sembari menikmati spa, berpesta dan bermain golf, sehari setelah menerima dana talangan yang nota bene adalah uang rakyat itu!

Iya, tapi kalau perusahaan mengalami kesulitan, karyawan yang pada akhirnya di-PHK…Itu sudah rumus. Siapa sih owner yang senang dengan langkah itu? Dan para karyawan yang pernah di PHK (termasuk saya yang di PHK tahun 1997) jika mempunyai perusahaan sendiri dan kesulitan berat, pada akhirnya memang akan mem-PHK karyawan. Tinggal bagaimana proses PHK itu berlangsung dengan hati-hati, tidak arogan, mengikuti langkah manajemen yang baik dan sesuai dengan etika. Dalam keluargapun, jika kondisi ekonomi mengarah pada kesulitan berat, dan dihadapkan pada pilihan: Mengurangi makan/gizi anak-anak, atau menunda dulu pendidikan? Dengan segala keterpaksanaan, mungkin yang lebih dipilih adalah: Menunda pendidikan anak dulu. Mengapa? Kalau pendidikan terus diupayakan tetapi gizi yang dikorbankan turun jauh, maka dalam jangka panjang justru anak akan hancur. Karena, otak anak tidak akan berkembang baik. Pendidikan bisa ditunda…tetapi pemberian nutrisi penting untuk otak anak ada batasan waktunya. Jika sampai usia 12 tahun anak tidak mendapatkan gizi baik, maka otak anak tidak akan berkembang sempurna lagi. Biarpun setelah umur 12 tahun itu, gizi anak di geber kuat, otaknya tetap sudah tidak sempurna lagi, karena proses pertumbuhan perkebangannya sudah lewat.

So…rekan eksekutif sekalian. Sekarang kita bisa menggunakan kata bullshitMenjalankan perusahaan tanpa perilaku positif dan mengharap perusahaan akan bertahan dalam jangka panjang adalah bullshit! Sehebat apapun perusahaan kita, sebesar apapun kapital dan aset yang dimilki, akan runtuh, jika individu (terlebih lagi pimpinan) didalamnya berperilaku atau bersikap mental negatif! tadi menjadi:

Problemnya sekarang, apakah kita mau menempatkan masalah perilaku-sikap mental sebagai yang utama dan terutama dalam menjalankan bisnis, dan bukan menempatkan kemampuan teknis, pengetahuan, sistem, aset dan modal sebagai yang utama…

Selamat menjalankan perusahan dengan perilaku positif…and God Bless U All

Drg. T.A. Tatag Utomo, MM., ASM

Direktur Pendidikan KPPSM
‘Pelatihan Pengembangan SIKAP MENTAL’
F.X. Oerip S. Poerwopoespito
WISMA KPPSM
Cibubur Indah III Blok F-7 Jaktim 13720
T: (021) 8716968, F: (021) 8719981
email: tatag@kppsm.com, website: www.kppsm.com
Weblog: www.pengembangankarakter.com
HP: 0818-874430, YM: tatag_kppsm@yahoo.com

FB: Tatag Utomo

FB: Pengembangan Sikap Mental Positif

Twitter: @tatagkppsm

MENABUNG ATAU MENYESAL…

November 27, 2012 by Tatag Utomo · Leave a Comment 

Sebuah penelitian di sebuah kawasan industri di Jawa Barat menunjukkan, bahwa 70 % karyawan di sana terlibat masalah hutang, khususnya hutang dengan kartu kredit. Saya sendiri melihat, seorang office boy di perusahaan kertas kemasan di sana beratraksi gali lubang dalam hidupnya dengan menggunakan pinjaman dari 3 kartu kreditnya. Luar biasa…

Jadi, alih-alih menyimpan, mereka lebih banyak mengeluarkan uang dengan seabrek alasannya. Dan kalau sikap mental negatif ini terus menerus terjadi, maka bisa menjadi masalah serius dalam keuangan. Jika angka 70 % tadi juga mewakili rakyat Indonesia keseluruhan, maka jelas, kesiapan rakyat Indonesia menghadapi krisis adalah cukup lemah. Kita bisa melihat data survei melek finansial dari VISA pada Januari 2012, yang menyatakan bahwa Indonesia mempunyai skor 27,7 dengan peringkat 27 dari 28 negara yang diteliti, yaitu di atas Pakistan. Dalam kesiapan menghadapi krisis, Indonesia ada di peringkat 3 terbawah di atas Ukraina dan Pakistan, dan menempatkan warganya tidak mempunyai dana untuk kondisi darurat selama minimal 3 bulan kedepan.

Lalu apa solusinya? Salah satu yang paling mendasar adalah dengan pendidikan cerdas finansial. Dari kecerdasan tersebut, menabung adalah sikap mental dasar dari segalanya. Niat kuat untuk menyisihkan sebagian pendapatan dalam langkah pertama adalah kuncinya. Jika tidak, maka kata menyesal-lah yang akan datang. Kita akan melihat tentang apa dan bagimana menabung…

Bang bing bung ayo nabung…” Itulah cuplikan syair lagu dari Titik Puspa yang mengajak anak untuk rajin menabung. Kelihatan sederhana, namun menabung adalah sikap yang sangat positif. Terlebih lagi, menabung adalah konsep paling pertama dan mendasar dari ilmu keuangan.

Kita lihat saja…bagaimana kita bisa berinvestasi jika tidak mempunyai tabungan? Mungkin bisa, tetapi posisi keuangan menjadi tidak aman alias berbahaya. Karena kemungkinan besar kita menabung menggunakan hutang! Dan dari ilmu asuransi -sebagai ilmu keuangan yang paling kuat-, dasarnya adalah arisan. Arisan sendiri adalah pola menabung teratur dalam sebuah kelompok.

Namun, banyak orang yang mengatakan bahwa menabung itu hanya untuk orang kaya yang berlebih uang. Kalau kita-kita yang miskin, bagaimana bisa menabung? Memang, secara materi, gaji Rp.5 juta-lah minimal yang bisa membuat orang lebih mudah menabung. Dibawah itu, sulit rasanya…

Namun, apa yang terjadi sesungguhnya? Banyak orang dengan gaji Rp. 5 juta ke atas yang bekerja di kawasan Sudirman dan Thamrin, tidak mempunyai tabungan berarti dalam hidupnya. Namun, gaya hidupnya? Gadgetnya? Tas atau pakaiannya? Oh my God…selalu up to date, in fashion dan jelas…expensive…Selidik punya selidik, ternyata nafsu konsumsi mereka memang nyaris tak berujung. Jadi, berapapun penghasilannya, tetap saja tak mencukupi. Umur sudah masuk 40 tahunan, mereka masih mengontrak rumah (padahal sebetulnya sudah bisa menyicil).Lebih parahnya, merekalah sasaran telepon masuk dari debt collector yang sangat mengganggu perusahaan tempat mereka bekerja. Yang….membuat stres para receptionist-nya…

Gaji besar memang bukan jaminan sejahtera. Bahkan para pemain Liga Primer Inggris juga terancama bangkrut. Padahal, gaji mereka bisa membuat orang melotot dan meneteskan air liur terus menerus. Bayangkan saja, rata-rata gaji pemain Liga Primer Inggris adalah 1,47 juta poundsterling atau sekitar Rp. 22,4 miliar per tahun, atau rata-rata 56 kali manajer di Inggris! Pemain Internasional Inggris Lee Hendrie mengumumkan dirinya bangkrut karena menimbun hutang pajak Rp. 3 miliar. Padahal, gajinya di masa puncak adalah Rp. 371 juta per minggu. Mengapa? Rata-rata karena mereka memiliki gaya hidup bermewah-mewah yang melebihi pendapatannya, atau tidak mampu mengelola keuangannya dengan baik, dengan mengutamakan tabungan dibandingkan pengeluaran. Tahun 2011, kiper Tottenham Hotspur mengumumkan pailit kepada pengadilan setelah menunggak hutang sekitar 5 juta poundsterling, akibat akademi sepak bola non profit-nya merugi.

Mike Tyson yang punya pendapatan Jutaan dollar pun akhirnya bangkrut karena memiliki sikap mental keuangan yang  sangat buruk. Boro-boro menabung, seluruh uangnya hampir digunakan untuk berfoya-foya setiap malam dan membeli barang-barang yang super mewah…

Sementara, Pak Wasno seorang pedagang mie ayam keliling di rumah saya sangat hemat dalam hidupnya, sehingga dapat mempunyai 10 pintu rumah kontrakan dengan bantuan pinjaman dari BRI. Dan pinjamannya selalu dibayar dengan lancar sehingga BRI selalu siap memberi pinjaman kepadanya…

So…apa sebetulnya rahasia menabung itu? Apakah hanya karena penghasilan yang besar? Tidak juga. Cara menabung yang baik adalah:

  1. Disiplinkan Diri, Bahkan Sedikit Paksa diri Anda. Jika tidak dipaksa, Anda ndak bakalan nabung-nabung.
  2. Pay Yourself First. Sisihkan pertama kali gaji Anda untuk ditabung. Baru gunakan sisanya untuk dibelanjakan. Rata-rata orang kebalikannya. Gunakan dulu atau dibelanjakan dulu, baru ditabung. Biasanya sisa yang ditabung jadi tidak ada.
  3. Start Saving when You Start Earning. Ya, menabung sejak anda berpenghasilan (bukan hanya sejak gajian ya). Artinya sejak mempunyai penghasilan pada saat muda, sebaiknya Anda mulai menabung.
  4. Lakukan Penghematan. Lihat penghematan apapun yang bisa dilakukan dalam hidup Anda. Misalnya jika Anda bisa ambil putih telur gratis dari toko kue di sekitar Anda, maka anda akan sedikit menghemat uang belanja lauk. Bila Anda biasa potong rambut di salon, cobalah untuk potong rambut di tempat biasa saja, karena kualitasnya sebetulnya nyaris tak jauh berbeda.
  5. Biasakan Bawa Uang dalam Dompet Cukup-cukup saja. Membawa uang berlebihan dalam dompet akan mendorong perilaku konsumtif. Rasanya ingin membeli apa saja yang menarik.
  6. Tekankan Membeli karena Kebutuhan dan Bukan Keinginan (need based buying). Sekali lagi usahakan membeli barang benar-benar karena dibutuhkan dan bukan karena ingin. Jika HP Anda masih oke dalam menjalankan kehidupan dan bisnis Anda…mengapa perlu membeli smartphone yang baru?
  7. Hati-hati Menggunakan Kartu Kredit. Benda inilah yang biasanya akan menguras uang Anda, bukan malah menambahnya. Pastikan hanya 1 atau maksimum 2 kartu saja yang Anda punya, dan gunakan hanya untuk belanja kebutuhan pokok atau darurat, dan segera lunasi pembayarannya. Semua sudah tahu bunga keterlambatan yang dikenakan kartu kredit besar!
  8. Usahakan Menabung Teratur. Ingat prinsip time value of money,. Semakin lama dan semakin teratur Anda menabung, maka hasilnya akan besar. Mengapa? Karena ada pengembangan secara exponential, bukan hanya sekedar deret hitung saja. Lihat rumus Future Value= PV (1+i)n.
  9. Pilih Bank yang Sehat dan Bereputasi Baik, dan masuk program penjaminan atau LPS dari pemerintah.
  10. Tabung/investasikan uang Anda secara regular (bulanan). Prinsip ini memnuhi kaidah dollar/rupiah cost averaging, yang akan memberi hasil yang optimal tinggi, yang mampu melawan kondisi turbulensi ekonomi akibat krisis…

Tunggu apa lagi…segera mulai sikap mental positif untuk menabung mulai dari sekarang, mulai dari sedikit-sedikit, dan mulai dari diri sendiri untuk menabung…

Oke… have a nice saving

Drg. T.A. Tatag Utomo, MM., ASM

Direktur Pendidikan KPPSM
‘Pelatihan Pengembangan SIKAP MENTAL’
F.X. Oerip S. Poerwopoespito
WISMA KPPSM
Cibubur Indah III Blok F-7 Jaktim 13720
T: (021) 8716968, F: (021) 8719981
email: tatag@kppsm.com, website: www.kppsm.com
Weblog: www.pengembangankarakter.com
HP: 0818-874430, YM: tatag_kppsm@yahoo.com

FB: Tatag Utomo

FB: Pengembangan Sikap Mental Positif

Twitter: @tatagkppsm