KORUPTOR HARUS DIMISKINKAN

November 13, 2013 by Tatag Utomo · Leave a Comment 

Menurut ICW, sampai tahun 2005, uang rakyat yang dikorupsi oleh koruptor sebesar 305 triliun rupiah atau sekitar 1/6 nya APBN 2014 yang sebesar Rp 1.842,49 triliun, bisa dimengerti masih banyak penduduk Indonesia yang miskin. Sementara itu data BPS sampai Maret 2013 jumlah penduduk miskin sebesar 28, 07 juta jiwa. Seandainya uang yang dikorupsi dibagi kepada penduduk miskin sebagai stimulus, maka tiap orang mendapat 11 juta rupiah.
Sebagai contoh, tadi siang di B Channel TV, memperlihatkan seorang yang buta, istrinya juga tangannya cacat, mencari nafkah dengan membuat tampah, yang harganya 5 ribu rupiah per biji. Modalnya menjual tampah, 1 batang bambu sebesar 5 ribu rupiah, tetapi menebang sendiri, membelah sendiri.
Kalau penyandang cacat buta tadi diberi stimulus, tidak 11 juta tapi 5 juta saja, maka tingkat kehidupannya akan lebih baik dibandingkan sekarang ini. Tetapi karena dia tidak mendapat stimulus karena uangnya dikorupsi, maka ia tetap miskin, dan semakin miskin seiring bertambahnya usia karena kemampuan yang menurun.
Jadi betapa kejamnya koruptor karena membuat orang lain miskin dan semakin miskin. Kalau tidak dikorupsi, uang 305 triliun rupiah bisa untuk mengentaskan kemiskinan. Maka seorang koruptor bukan hanya merugikan 250 juta orang tetapi lebih-lebih membuat orang tetap miskin dan menjadi lebih miskin.

Kesalahan koruptor merupakan sikap mental, perilaku atau karakter negatif yang terlalu berat, oleh karena itu agar jera, koruptor harus dimiskinkan. Semua hartanya harus disita. Tidak boleh berhubungan dengan bank manapun, tidak boleh berhubungan dengan institusi keuangan manapun. Kalau ada anak istrinya yang terlibat dalam pencucian uang, maka mereka juga harus dimiskinkan.

Maka perlu ada gerakan rakyat untuk memiskinkan koruptor.
FX. Oerip S. Poerwopoespito, ASM
Direktur Utama KPPSM
‘Pelatihan Pengembangan SIKAP MENTAL’
WISMA KPPSM
Cibubur Indah III Blok F-7 Jaktim 13720
T: (021) 8716968, F: (021) 8719981, H: 0877-85442040
email: oerip@kppsm.com, website: www.kppsm.com

Weblog: www.pengembangankarakter.com
FB: FX Oerip S Poerwopoespito
FB: Pengembangan Sikap Mental Positif
Twitter: @FXOeripSoedjoed

Keuntungan Perusahaan Yang Mengikuti Kursus Pengembangan Sikap Mental

October 8, 2013 by Tatag Utomo · Leave a Comment 

Ada 3 keuntungan perusahaan yang mengikuti kursus pengembangan sikap mental, yaitu untuk pimpinan dan karyawan.
Keuntungannya adalah:
1. Semua pribadi didalam perusahaan itu menyadari bahwa kepentingan perusahaan itu diatas kepentingan pribadi, kecuali dalam hal nyawa manusia. Akibatnya semua pribadi dalam perusahaan itu fokus terhadap pengembangan perusahaan.
2. Hubungan antar semua pribadi dalam perusahaan itu menuju harmoni sehingga terjadinya friksi diantara mereka diminimalisir.
3. Harmoni dalam perusahaan tersebut mengakibatkan sinergi yang optimal yang pada akhirnya bermuara kepada peningkatan produktifitas.

AKIL MOCHTAR TERTANGKAP TANGAN

October 3, 2013 by Tatag Utomo · Leave a Comment 

Orang terpenting nomor 6 di Indonesia, terlihat dari mobilnya RI 6, Ketua Mahkamah Konstitusi, Politisi Golkar, tertangkap tangan ketika menerima suap. Memang mengagetkan dan menyesakkan dada, karena seorang Ketua dari suatu institusi terhormat yaitu Mahkamah Konstitusi, yang diharapkan sebagai kata akhir dari sebuah keputusan yang adil didalam suatu perkara, mempertontonkan sikap mental/perilaku/karakter sangat negatif, yaitu menerima suap.

Tetapi sebenarnya kasus ini hanya gunung es, yang tertangkap tangan oleh KPK sangat kecil jumlahnya, padahal yang belum tertangkap sangat banyak jumlahnya. Sehingga kalau semuanya terungkap maka rasanya negara kita kiamat.

Banyaknya koruptor dibawah permukaan fenomena gunung es itu juga terjadi di DKI Jakarta, sehingga banyak orang mengatakan bahwa APBD DKI Jakarta itu untuk bancakan para pejabat dan pengusaha. Jokowi dan Ahok tahu itu, tetapi mereka bersikap taktis, tidak mau mengusik mereka pada saat ini, agar pada awal jabatan mereka tidak mendapat musuh yang banyak, saya perkirakan pada tahun ke 4 jabatan mereka setelah terlihat prestasi Jokowi dan Ahok, sedikit demi sedikit, koruptor di DKI Jakarta akan terungkap. Yang tentu saja akan menyibukkan Polisi, KPK dan Pengadilan dan penuhnya penjara.
Pada kesempatan ini saya ingin memberikan penghormatan setinggi-tingginya kepada KPK, prestasinya hebat, memberikan harapan bagi rakyat ditengah-tengah korupsi yang akut sekarang.

FX. Oerip S. Poerwopoespito, ASM

Direktur Utama KPPSM
‘Pelatihan Pengembangan SIKAP MENTAL’
F.X. Oerip S. Poerwopoespito
WISMA KPPSM
Cibubur Indah
III Blok F-7 Jaktim 13720
T: (021) 8716968, F: (021) 8719981, H: 0877-85442040
email: oerip@kppsm.com, website: www.kppsm.com

FB: FX Oerip S. Poerwopoespito

FB: Pengembangan Sikap Mental Positif
Twitter: @FXOeripSoedjoed

KUALITAS MANUSIA DAN SIKAP MENTAL

September 10, 2013 by Tatag Utomo · Leave a Comment 

Kualitas manusia itu ditentukan oleh kualitas teknis, kualitas fisik dan kualitas sikap mental. Rumusnya adalah sebagai berikut:

Kualitas Manusia = Kualitas Teknis X Kualitas Fisik X Kualitas Sikap Mental

Kualitas teknis nilainya 1 sampai  100

Kualitas fisik nilainya juga 1 sampai 100

Kualitas sikap mental nilainya -10 (minus sepuluh) sampai 100

Mengapa kulitas sikap mental tidak mulai dari 0 (nol)? kerena setiap manusia hidup mempunyai nilai fisik dan teknis yang positif. Berbeda dengan manusia yang hidup, manusia mati nilai kualitas teknis maupun fisik nol.

Mengapa kualitas sikap mental dimulai dari minus 10? Karena sikap mental seseorang bisa mengakibatkan kerugian bagi orang lain.

Contoh seorang koruptor, katakanlah kualitas teknisnya 80 karena ahli betul dalam bidangnya. Kualitas fisiknya 90 karena tidak pernah sakit, kadang-kadang batuk dan pilek. Tetapi karena dia merugikan orang lain, katakanlah nilai sikap mentalnya minus 5, maka kualitas koruptor tadi = 80 x 90 x (-5), jadi kualitasnya sebagai manusia = minus 36000, betapa rendahnya kualitas koruptor itu.

Mari kita bandingkan seorang pengemis yang jujur, kualitas teknis = 2, kualitas fisiknya katakanlah 50 karena sering sakit, tetapi kualitas sikap mentalnya 1, karena tidak pernah mencuri, maka kualitas sebagai manusia = 2 x 50 x 1 = 100, jauh dari nilai koruptor.

Jadi yang paling dominan menentukan kualitas manusia, bukan kualitas teknis, alias keahlian, bukan kualitas fisik alias kesehatan, tetapi sikap mental, perilaku atau karakternya. Disinilah kekurangan kita sebagai suatu bangsa. Bangsa kita itu, bangsa yang pintar, yang kualitas tekniknya tinggi, terbukti generasi muda kita mengalahkan Jepang dalam Olimpiade Astronomi.

Kualitas fisik bangsa kita juga biasa – biasa saja, tidak tinggi, tidak rendah, tetapi kualitas sikap mental bangsa kita yang rendah. Terbukti dari maraknya dari korupsi secara berjamaah, tawuran antar pelajar, antar mahasiswa, antar fakultas, antar universitas, antar kampung, antar kelompok.

Karyawan kita yang lebih banyak menuntut dibandingkan dengan upaya mempertinggi prestasinya, yang lebih senang menjadi pegawai negeri dibandingkan pengusaha, lebih gampang melihat kesalahan orang lain dibandingkan kesalahan diri sendiri dan sikap mental negatif lainnya. Itulah mengapa betapa pentingnya pelatihan dan pengembangan sikap mental, perilaku dan karakter. Dan pelatihan sikap mental itu merupakan dasar dari segala pelatihan.

FX. Oerip S. Poerwopoespito, ASM

Direktur Utama KPPSM
‘Pelatihan Pengembangan SIKAP MENTAL’
F.X. Oerip S. Poerwopoespito
WISMA KPPSM
Cibubur Indah III Blok F-7 Jaktim 13720
T: (021) 8716968, F: (021) 8719981, H: 0877-85442040
email: tatag@kppsm.com, website: www.kppsm.com

Weblog: www.pengembangankarakter.com

FB: FX Oerip S Poerwopoespito

FB: Pengembangan Sikap Mental Positif
Twitter: @FXOeripSoedjoed

HUKUMAN KERAS DALAM PERILAKU

June 3, 2013 by Tatag Utomo · Leave a Comment 

Dalam kelas, sering ada pertanyaan: Sebetulnya, manusia selalu masih bisa berkembang/berubah ke arah yang lebih baik atau tidak sih? Terutama, pada saat pendidikan dilakukan pada masa usia dewasa. Karena sejatinya, mereka sudah kena berbagai macam sentuhan pendidikan, seperti pendidikan keluarga, agama, lingkungan tetangga, lingkungan sekolah, pergaulan, peer group, geng, dan sebagainya.

Jawabannya adalah: Belum tentu atau…tidak. Selalu ada sedikit populasi manusia yang memang kopegh, stubborn, keras kepala, tak mau dan tak bisa berubah lagi. Mereka-mereka inilah yang sangat membuat judeg pada HRD atau personalia di perusahaan-perusahaan. Mau dikeluarkan ndak enak, tapi tidak dikeluarkan, mereka menyebarkan virus negatif dengan kecepatan 3. 10 8 m/detik.  He..he… Lalu berapa persenkah orang seperti itu? Beberapa kali kami mengamati dan melakukan penelitian bersama dengan teman-teman dari berbagai perusahaan, sebenarnya tak sampai 5 % sosok manusia yang seperti itu.

Kita akan membahas dahulu penyebabnya, mengapa mereka menjadi sosok yang ‘sangat sulit’ seperti itu. Ya, kemungkinannya: Pertama, Mereka pernah mengalami benturan kepala yang mengganggu kesehatan otak besar atau otak kecilnya. Kedua, mereka pernah mengalami trauma berat masa kecil, seperti siksaan fisik atau pelecehan seksual. Ketiga, mereka yang mengalami gangguan kejiwaan berat seperti PSIKOPAT. Keempat, mereka lama berada dalam lingkungan keluarga broken home (dari ayah-ibunya). Kelima, mengalami kelainan kromosom seperti misalnya berbakat brutal dan sadis pada sindroma Trisomi X.

Faktor pertama, kedua, keempat dan kelima merupakan faktor nasib. Yah, nasib mereka mendapatkan keadaan seperti itu. Dan memang sangat sulit mengatasinya, karena diperlukan terapi yang intens, pendampingan, obat bahkan mungkin pembedahan otak. Khususnya, faktor kelima yang memang nyaris tak bisa berbuat apa-apa, karena kelainannya terdapat dalam mesin terkecil manusia tingkat interselulernya, yakni dalam gen.

Yang menarik adalah faktor ketiga, yaitu psikopat. Seperti pernah dijelaskan dalam artikel-artikel terdahulu, 80 % penyebabnya adalah kurangnya pendidikan karakter positif pada diri mereka saat usia dini. Dan karakter/sikap mental/perilaku yang perlu dididik adalah 5 hal sederhana, yaitu: Mau dan mampu untuk mengucapkan salam (say hello), perkataan tolong (please). Mengucapkan permisi (excuse me), mengutarakan permintaan maaf (sorry) dan bilang terima kasih  (thankyou).

Sederhana? Memang sangat sederhana. Tetapi 5 kata utama itulah pembentuk dasariah yang amat kokoh dari pribadi seorang manusia. Lima kata dasar itu mewakili 5 situasi dasar manusia ketika bertemu dengan orang lain, dibantu oleh pihak lain, meminta bantuan, melakukan hal yang kemungkinan akan menganggu privasi/hak orang lain dan katika memang benar-benar bertindak salah terhadap orang lain.

Jika seseorang sangat kekurangan dalam pendidikan sikap mental atau karakter dasar itu dan memang benar-benar sudah terbentuk menjadi psikopat (misalnya sesuai dengan diagnosa psikologi dengan alat DSM IV), maka mulailah masa-masa sulit bagi orang lain di sekitar orang tersebut. Yang bersangkutan sendiri tak terlalu masalah, tetapi sekjali lagi, orang-orang disekitarnya yang berkaitan dengannyalah, yang akan menjadi stress…ketimpa pulungnye, kate orang Betawi!

Dan  para psikopat itu mempunyai ciri khas yang tak pernah meminta maaf terhadap perbuatan salahnya atau memang tak pernah menyesalinya, serta terus akan melakukan perbuatan negatifnya, manakala ada kesempatan, kelamahan situasi atau kelengahan hukum! Daaan…itulah yang terjadi pada para koruptor dan pengedar narkoba. Mereka sudah mengalami mati rasa malu, mati kepekaan sosial dan mati keinginan untuk memperbaiki diri.

Kita bisa melihat bagaimana para koruptor tak pernah menyesali perbuatannya. Lihat saja dalam pembacaan vonis Angelina Sondakh. Hakim menyebutkan bahwa yang memberatkan Angie sebagai terdakwa adalah dia tidak mengakui atau menyesali perbuatannya. Lihat juga para pengedar kakap narkoba tersebut. Bahkan sudah dalam penjarapun, mereka tetap dan mampu mengelola peredaran narkoba, memanfaatkan sipir-sipir penjara Indonesia yang lemah sekali melihat ‘si kertas merah’.

Dan show off kebrutalan korupsi terakhir ditunjukkan oleh Irjen Djoko Susilo dengan hasil korupsinya yang ampun-ampunan. 13 rumah mewah bernilai masing-masing + Rp. 3 M, tanah berhektar-hektar, 3 pompa bensin, 3 isteri dan mungkin masih banyak lagi. Padahal era beliau adalah juga era dimana KPK sudah intens memberantas korupsi. Jadi, mereka melakukannya dengan kesadaran penuh, kecepatan penuh, dan ketidakpedulian bahwa mereka telah ‘memangsa orang lain’. Memangsa uang Negara, uang rakyat kecil, bahkan nyawa orang-orang. Betul kan? Para pengedar narkoba tak peduli bahwa produk edaran mereka telah membunuh ratusan ribu anak muda tumpuan keluarga. Para koruptor tak peduli bahwa tindakan mereka membuat miskin Negara, terutama dalam melemahkan kemampuan memberikan pelayanan pada kaum kecil!

Sebagai gambaran saja, korupsi dana BLBI 1997-1998 yang sekitar 50 trilyun, pernah dihitung bisa untuk membiayai pendidikan seluruh anak SD di Indonesia sampai selesai plus pemberian makanan bergizi minimal selama 2 tahun penuh, sehingga mereka terjamin menjadi penerus bangsa yang kuat dan sehat!

So, pantaslah jika pengedar narkoba dan koruptor masuk dalam pelaku kejahatan yang LUAR BIASA BERAT! Mereka, menurut konvensi PBB, melakukan crime against humanity, bahkan juga disebut melakukan crime against civilization.

Dan so kalau begitu…jika ditangani dengan cara atau hukuman biasa? Ya ndak bakalan mempan. Secara khusus saya mengamati, dengan pola pengadilan dan penghukuman seperti di Indonesia sekarang ini, korupsi dan narkoba ndak bakalan surut, malah semakin melebar dan meluas. Kehancuran bangsa sudah mulai terjadi….pasti! Lha wong di China dengan hukuman mati saja tak terlalu membuat koruptor takut…Apalagi di Indonesia, dengan logika matematika aneh dalam menghukum: Pencuri sandal jepit seharga Rp. 12.000,- mendapatkan 5 tahun kurungan, tetapi koruptor uang Negara 34 milyar seperti Angie hanya mendapat 4 tahun penjara…he..he… Beberapa teman bahkan mengatakan pada saya, SIAP DAN RELA untuk masuk penjara 10 tahun sekalipun, kalau bisa korupsi 34 milyar! Ndak jadi masalah mas, itung-itung…tugas belajar ke luar negeri aja kan ?!*%$##^^

Kalau begitu lagi, terpaksa: Hukuman untuk untuk mereka memang harus disiapkan dengan 3 D. DIHUKUM BERAT, DIMISKINKAN, dan maaf…DIPERMALUKAN BERAT. Dan ini sebenarnya sangat mudah …hanya membutuhkan political will and consciousness will yang kuat dari pemimpin! Mau atau tidak melakukan hal ini, demi bangsa dan Negara. Ingat, pengedar narkoba dan koruptor menurut ilmu psikologi adalah para psikopat berat yang tak kan pernah menyesali perbuatannya…

Mereka tak takut hukuman mati, karena uang hasil jarahannya sangat lebih dari cukup untuk menghidupi keluarganya tujuh turunan! Maka…perenungan saya, hanya 3 cara itulah yang mempan untuk membuat efek jera dalam ilmu perilaku khsusus kejahatan berat ini.

- DIHUKUM BERAT: Ya. Hukuman mati malah ringan buat mereka. Tetapi hukuman lenih dari 100 tahun seperti yang didapat Bernard L. Madoff di Amerika akan membuat siksaan seumur hidup buat pelaku.

- DIMISKINKAN. Ini yang jauh lebih ditakutkan. Kalau tidak salah, berita koran sudah pernah memunculkan bahwa Gayus Tambunan akan dimiskinkan. Begitu juga Djoko Susilo, yang akan kapok kalau semua harta betul-betul disita, sampai tinggal pakaian dalam GT-Man-nya saja yang tinggal

- DIPERMALUKAN. Apalagi yang ini….akan lebih menakutkan lagi. Menghukum pribadi pelaku narkoba dan koruptor mungkin kurang membuat kapok. Tetapi…IKUT MEMPERMALUKAN RING I TERDEKAT KELUARGANYA, AKAN MEMBUAT PELAKU BERPIKIR ULANG. Taktik pelaksanaannya bisa bermacam-macam. Salah satunya adalah, foto mereka pribadi di tempel di banyak tempat-tempat umum dengan kasusnya masing-masing. “Inilah koruptor dan pengedar narkoba di Indonesia…Awasilah mereka, tingkah polah dan hartanya selamanya”. Mereka sendiri dan ring satu keluarga terdekat, akan mendapat catatan khusus di HALAMAN DEPAN KTP-nya selamanya sebagai KORUPTOR, PENGEDAR NARKOBA, KELUARGA PENGEDAR NARKOBA, dan KELUARGA KORUPTOR! Dijamin, mereka akan berpikir 1000 X untuk korupsi dan menjadi pengedar. Saya membayangkan misalnya mau menjadi koruptor, takut membayang kalau anak isteri saya ikut mendapat getah berat seumur hidup dengan cap sebagai keluarga pengedar atau keluarga koruptor, YANG AKAN MEMEBERATKAN SEMUA LANGKAH HIDUP MEREKA!

Tentu, metode ini bisa diperdebatkan, tetapi…coba saja renungkan. Apalagi yang bisa membuat mereka kapok untuk menjadi manusia jahat seperti itu?

Akhir kata, pendidikan karakter/sikap mental/perilaku posistif sejak usia dini sesungguhnya menjadi hal yang terpenting. Hal tersebut akan membantu manusia untuk mengurangi atau mengecilkan kemungkinannya untuk menjadi pelaku kejahatan berat kemanusiaan dikemudian hari. Sayangnya, pendidikan perlaku/karakter/sikap mental/budi pekerti masih jauh kalah gengsi dengan pelatihan atau pendidikan berbau teknis keren…seperti Penyusunan KPI, Balance Score Card, Salesmanship, TNA, K3, Intelligent Marketing, Performance Appraisal, Mekatronika, Problem Solving Decision Making,  PLC Maintenance, TQM, Blue Ocean Strategy, Corporate Finance, Discounted Cash Flow untuk Valuasi Saham…dan lain-lainya.

Selamat berperang melawan kejahatan narkoba dan korupsi…

Drg. T.A. Tatag Utomo, MM., ASM

Direktur Pendidikan KPPSM
‘Pelatihan Pengembangan SIKAP MENTAL’
F.X. Oerip S. Poerwopoespito
WISMA KPPSM
Cibubur Indah III Blok F-7 Jaktim 13720
T: (021) 8716968, F: (021) 8719981
email: tatag@kppsm.com, website: www.kppsm.com

Weblog: www.pengembangankarakter.com
HP: 0818-874430, YM: tatag_kppsm@yahoo.com

FB: Tatag Utomo

FB: Pengembangan Sikap Mental Positif

Twitter: @tatagkppsm

SETIA PADA PERUSAHAAN DAN KRISIS KEUANGAN GLOBAL

December 3, 2012 by Tatag Utomo · Leave a Comment 

Beberapa saat setelah kejatuhan Lehman Brothers, beredar email dari seseorang, yang berapi-api menuliskan bahwa dengan kejatuhan Lehman Brothers, yang lalu berlanjut dengan krisis keuangan global, maka tidak ada lagi pekerjaan yang aman di dunia ini. Jika ada ‘apa-apa’ dengan perusahaan, maka karyawan sebagai pihak pertamalah yang akan dipecat, dikeluarkan, di PHK terlebih dahulu. Dan yang menariknya, dia sampai menulis bahwa tidak ada lagi yang namanya SETIA PADA PERUSAHAAN. Itu semua bullshit, katanya.

Okey…saya mencoba memahami bahwa ksisis membawa kemarahan, kekecewaan, keputusasaan bagi banyak orang. Termasuk saya sendiri yang sekarang investasi sahamnya terkena kerugian. Tetapi tetap, ada diktum yang tetap abadi dan harus dipakai, yaitu: Tetaplah berpikir jernih dan usahakan jangan panik! Sebab, berpikir tidak jernih dan panik akan membuat masalah semakin runyam, buruk dan semakin sulit diatasi.

Saya akan khusus membahas mengenai ’SETIA PADA PERUSAHAAN’ apakah memang teori bullshit belaka. Suatu hal yang jelas, krisis ekonomi ini berawal dari masalah PERILAKU/SIKAPMENTAL. Baik perilaku warga, perilaku eksekutif, perilaku bank, perilaku pemerintah, perilaku warga super kaya yang: Serakah, mengabaikan kaidah ’kehati-hatian’, mengabaikan rambu-rambu keuangan yang kuat, sistem gaji/bonus yang menyimpang dari kaidah, kongkalikong dalam permainan di pasar modal, dan masih ada beberapa lainnya.

Kini kita lihat definisi mengenai setia pada pada perusahaan, yaitu: MENEMPATKAN KEPENTINGAN PERUSAHAAN DI ATAS KEPENTINGAN PRIBADI (F.X. Oerip S. Poerwpoespito dan T.A. Tatag Utomo, 2000). Jika anda berada dalam atmosfir partai, definisi tinggal diubah sedikit menjadi: MENEMPATKAN KEPENTINGAN PARTAI DI ATAS KEPENTINGAN PRIBADI. Jika sedang berada di keluarga, definisi menjadi: MENEMPATKAN KEPENTINGAN KELUARGA DI ATAS KEPENTINGAN PRIBADI Jadi, definisi ini universal, kuat dan dapat dipakai sesuai situasi kondisi dimana kita sedang ’exist’. Dan, konsep setia ini tidak memasukkan unsur waktu. Karena memang belum tentu karyawan yang lama berada di sebuah perusahaan itu setia. Tetapi jika memang konsep menempatkan kepentingan perusahaan di atas kepentingan pribadi bisa ditambah dengan unsur lamanya waktu, itu lebih baik lagi.

Dan sikap mental positif ’setia pada perusahaan’ memang tetap sungguh diperlukan. Bayangkan jika para karyawan nanti menjadi bos atau ownersubprime mortgage senilai 60 miliar US $. Dia juga terus mengejar target tanpa mempedulikan proses yang baik, dan para pemegang saham Lehman Brothers menudingnya berbohong soal kinerja keuangan perusahaan yang terlihat baik dengan naiknya harga saham, padahal tipuan semata karena keadaan riilnya rusak. sebuah perusahaan, mereka sendiri pasti ingin agar para karyawannya punya konsep setia pada perusahaan. Apa jadinya jika karyawan tidak punya sikap setia pada perusahaa? Mudah saja…yang terjadi adalah sikapantagonisnya, yakni mementingkan diri sendiri. DAN INILAH YANG TERJADI SEKARANG, SEBAGAI PENYEBAB KRISIS. Lihatlah Rihard Fuld sang Bos dari Lehman Brothers yang ternyata ber-sikap mental negatif ’mementingkan diri sendiri ketimbang memikirkan kepentingan perusahaannya’ yang sudah berusia lebih dari 150 tahun itu. Fuld dinilai terlalu percaya diri, sombong, mengabaikan peringatan dini analis keuangan, membiarkan pemolesan suart utang beresiko untuk

Lihatlah tulisan di koran yang mengabarkan Bos AIG menggunakan uang dana (85 miliar US$) talangan pemerintah AS untuk berfoya-foya di klub mewah di St Regis di selatan Los Angeles. Mereka menghabiskan Rp. 4,23 miliar untuk kongkow sembari menikmati spa, berpesta dan bermain golf, sehari setelah menerima dana talangan yang nota bene adalah uang rakyat itu!

Iya, tapi kalau perusahaan mengalami kesulitan, karyawan yang pada akhirnya di-PHK…Itu sudah rumus. Siapa sih owner yang senang dengan langkah itu? Dan para karyawan yang pernah di PHK (termasuk saya yang di PHK tahun 1997) jika mempunyai perusahaan sendiri dan kesulitan berat, pada akhirnya memang akan mem-PHK karyawan. Tinggal bagaimana proses PHK itu berlangsung dengan hati-hati, tidak arogan, mengikuti langkah manajemen yang baik dan sesuai dengan etika. Dalam keluargapun, jika kondisi ekonomi mengarah pada kesulitan berat, dan dihadapkan pada pilihan: Mengurangi makan/gizi anak-anak, atau menunda dulu pendidikan? Dengan segala keterpaksanaan, mungkin yang lebih dipilih adalah: Menunda pendidikan anak dulu. Mengapa? Kalau pendidikan terus diupayakan tetapi gizi yang dikorbankan turun jauh, maka dalam jangka panjang justru anak akan hancur. Karena, otak anak tidak akan berkembang baik. Pendidikan bisa ditunda…tetapi pemberian nutrisi penting untuk otak anak ada batasan waktunya. Jika sampai usia 12 tahun anak tidak mendapatkan gizi baik, maka otak anak tidak akan berkembang sempurna lagi. Biarpun setelah umur 12 tahun itu, gizi anak di geber kuat, otaknya tetap sudah tidak sempurna lagi, karena proses pertumbuhan perkebangannya sudah lewat.

So…rekan eksekutif sekalian. Sekarang kita bisa menggunakan kata bullshitMenjalankan perusahaan tanpa perilaku positif dan mengharap perusahaan akan bertahan dalam jangka panjang adalah bullshit! Sehebat apapun perusahaan kita, sebesar apapun kapital dan aset yang dimilki, akan runtuh, jika individu (terlebih lagi pimpinan) didalamnya berperilaku atau bersikap mental negatif! tadi menjadi:

Problemnya sekarang, apakah kita mau menempatkan masalah perilaku-sikap mental sebagai yang utama dan terutama dalam menjalankan bisnis, dan bukan menempatkan kemampuan teknis, pengetahuan, sistem, aset dan modal sebagai yang utama…

Selamat menjalankan perusahan dengan perilaku positif…and God Bless U All

Drg. T.A. Tatag Utomo, MM., ASM

Direktur Pendidikan KPPSM
‘Pelatihan Pengembangan SIKAP MENTAL’
F.X. Oerip S. Poerwopoespito
WISMA KPPSM
Cibubur Indah III Blok F-7 Jaktim 13720
T: (021) 8716968, F: (021) 8719981
email: tatag@kppsm.com, website: www.kppsm.com
Weblog: www.pengembangankarakter.com
HP: 0818-874430, YM: tatag_kppsm@yahoo.com

FB: Tatag Utomo

FB: Pengembangan Sikap Mental Positif

Twitter: @tatagkppsm

MENABUNG ATAU MENYESAL…

November 27, 2012 by Tatag Utomo · Leave a Comment 

Sebuah penelitian di sebuah kawasan industri di Jawa Barat menunjukkan, bahwa 70 % karyawan di sana terlibat masalah hutang, khususnya hutang dengan kartu kredit. Saya sendiri melihat, seorang office boy di perusahaan kertas kemasan di sana beratraksi gali lubang dalam hidupnya dengan menggunakan pinjaman dari 3 kartu kreditnya. Luar biasa…

Jadi, alih-alih menyimpan, mereka lebih banyak mengeluarkan uang dengan seabrek alasannya. Dan kalau sikap mental negatif ini terus menerus terjadi, maka bisa menjadi masalah serius dalam keuangan. Jika angka 70 % tadi juga mewakili rakyat Indonesia keseluruhan, maka jelas, kesiapan rakyat Indonesia menghadapi krisis adalah cukup lemah. Kita bisa melihat data survei melek finansial dari VISA pada Januari 2012, yang menyatakan bahwa Indonesia mempunyai skor 27,7 dengan peringkat 27 dari 28 negara yang diteliti, yaitu di atas Pakistan. Dalam kesiapan menghadapi krisis, Indonesia ada di peringkat 3 terbawah di atas Ukraina dan Pakistan, dan menempatkan warganya tidak mempunyai dana untuk kondisi darurat selama minimal 3 bulan kedepan.

Lalu apa solusinya? Salah satu yang paling mendasar adalah dengan pendidikan cerdas finansial. Dari kecerdasan tersebut, menabung adalah sikap mental dasar dari segalanya. Niat kuat untuk menyisihkan sebagian pendapatan dalam langkah pertama adalah kuncinya. Jika tidak, maka kata menyesal-lah yang akan datang. Kita akan melihat tentang apa dan bagimana menabung…

Bang bing bung ayo nabung…” Itulah cuplikan syair lagu dari Titik Puspa yang mengajak anak untuk rajin menabung. Kelihatan sederhana, namun menabung adalah sikap yang sangat positif. Terlebih lagi, menabung adalah konsep paling pertama dan mendasar dari ilmu keuangan.

Kita lihat saja…bagaimana kita bisa berinvestasi jika tidak mempunyai tabungan? Mungkin bisa, tetapi posisi keuangan menjadi tidak aman alias berbahaya. Karena kemungkinan besar kita menabung menggunakan hutang! Dan dari ilmu asuransi -sebagai ilmu keuangan yang paling kuat-, dasarnya adalah arisan. Arisan sendiri adalah pola menabung teratur dalam sebuah kelompok.

Namun, banyak orang yang mengatakan bahwa menabung itu hanya untuk orang kaya yang berlebih uang. Kalau kita-kita yang miskin, bagaimana bisa menabung? Memang, secara materi, gaji Rp.5 juta-lah minimal yang bisa membuat orang lebih mudah menabung. Dibawah itu, sulit rasanya…

Namun, apa yang terjadi sesungguhnya? Banyak orang dengan gaji Rp. 5 juta ke atas yang bekerja di kawasan Sudirman dan Thamrin, tidak mempunyai tabungan berarti dalam hidupnya. Namun, gaya hidupnya? Gadgetnya? Tas atau pakaiannya? Oh my God…selalu up to date, in fashion dan jelas…expensive…Selidik punya selidik, ternyata nafsu konsumsi mereka memang nyaris tak berujung. Jadi, berapapun penghasilannya, tetap saja tak mencukupi. Umur sudah masuk 40 tahunan, mereka masih mengontrak rumah (padahal sebetulnya sudah bisa menyicil).Lebih parahnya, merekalah sasaran telepon masuk dari debt collector yang sangat mengganggu perusahaan tempat mereka bekerja. Yang….membuat stres para receptionist-nya…

Gaji besar memang bukan jaminan sejahtera. Bahkan para pemain Liga Primer Inggris juga terancama bangkrut. Padahal, gaji mereka bisa membuat orang melotot dan meneteskan air liur terus menerus. Bayangkan saja, rata-rata gaji pemain Liga Primer Inggris adalah 1,47 juta poundsterling atau sekitar Rp. 22,4 miliar per tahun, atau rata-rata 56 kali manajer di Inggris! Pemain Internasional Inggris Lee Hendrie mengumumkan dirinya bangkrut karena menimbun hutang pajak Rp. 3 miliar. Padahal, gajinya di masa puncak adalah Rp. 371 juta per minggu. Mengapa? Rata-rata karena mereka memiliki gaya hidup bermewah-mewah yang melebihi pendapatannya, atau tidak mampu mengelola keuangannya dengan baik, dengan mengutamakan tabungan dibandingkan pengeluaran. Tahun 2011, kiper Tottenham Hotspur mengumumkan pailit kepada pengadilan setelah menunggak hutang sekitar 5 juta poundsterling, akibat akademi sepak bola non profit-nya merugi.

Mike Tyson yang punya pendapatan Jutaan dollar pun akhirnya bangkrut karena memiliki sikap mental keuangan yang  sangat buruk. Boro-boro menabung, seluruh uangnya hampir digunakan untuk berfoya-foya setiap malam dan membeli barang-barang yang super mewah…

Sementara, Pak Wasno seorang pedagang mie ayam keliling di rumah saya sangat hemat dalam hidupnya, sehingga dapat mempunyai 10 pintu rumah kontrakan dengan bantuan pinjaman dari BRI. Dan pinjamannya selalu dibayar dengan lancar sehingga BRI selalu siap memberi pinjaman kepadanya…

So…apa sebetulnya rahasia menabung itu? Apakah hanya karena penghasilan yang besar? Tidak juga. Cara menabung yang baik adalah:

  1. Disiplinkan Diri, Bahkan Sedikit Paksa diri Anda. Jika tidak dipaksa, Anda ndak bakalan nabung-nabung.
  2. Pay Yourself First. Sisihkan pertama kali gaji Anda untuk ditabung. Baru gunakan sisanya untuk dibelanjakan. Rata-rata orang kebalikannya. Gunakan dulu atau dibelanjakan dulu, baru ditabung. Biasanya sisa yang ditabung jadi tidak ada.
  3. Start Saving when You Start Earning. Ya, menabung sejak anda berpenghasilan (bukan hanya sejak gajian ya). Artinya sejak mempunyai penghasilan pada saat muda, sebaiknya Anda mulai menabung.
  4. Lakukan Penghematan. Lihat penghematan apapun yang bisa dilakukan dalam hidup Anda. Misalnya jika Anda bisa ambil putih telur gratis dari toko kue di sekitar Anda, maka anda akan sedikit menghemat uang belanja lauk. Bila Anda biasa potong rambut di salon, cobalah untuk potong rambut di tempat biasa saja, karena kualitasnya sebetulnya nyaris tak jauh berbeda.
  5. Biasakan Bawa Uang dalam Dompet Cukup-cukup saja. Membawa uang berlebihan dalam dompet akan mendorong perilaku konsumtif. Rasanya ingin membeli apa saja yang menarik.
  6. Tekankan Membeli karena Kebutuhan dan Bukan Keinginan (need based buying). Sekali lagi usahakan membeli barang benar-benar karena dibutuhkan dan bukan karena ingin. Jika HP Anda masih oke dalam menjalankan kehidupan dan bisnis Anda…mengapa perlu membeli smartphone yang baru?
  7. Hati-hati Menggunakan Kartu Kredit. Benda inilah yang biasanya akan menguras uang Anda, bukan malah menambahnya. Pastikan hanya 1 atau maksimum 2 kartu saja yang Anda punya, dan gunakan hanya untuk belanja kebutuhan pokok atau darurat, dan segera lunasi pembayarannya. Semua sudah tahu bunga keterlambatan yang dikenakan kartu kredit besar!
  8. Usahakan Menabung Teratur. Ingat prinsip time value of money,. Semakin lama dan semakin teratur Anda menabung, maka hasilnya akan besar. Mengapa? Karena ada pengembangan secara exponential, bukan hanya sekedar deret hitung saja. Lihat rumus Future Value= PV (1+i)n.
  9. Pilih Bank yang Sehat dan Bereputasi Baik, dan masuk program penjaminan atau LPS dari pemerintah.
  10. Tabung/investasikan uang Anda secara regular (bulanan). Prinsip ini memnuhi kaidah dollar/rupiah cost averaging, yang akan memberi hasil yang optimal tinggi, yang mampu melawan kondisi turbulensi ekonomi akibat krisis…

Tunggu apa lagi…segera mulai sikap mental positif untuk menabung mulai dari sekarang, mulai dari sedikit-sedikit, dan mulai dari diri sendiri untuk menabung…

Oke… have a nice saving

Drg. T.A. Tatag Utomo, MM., ASM

Direktur Pendidikan KPPSM
‘Pelatihan Pengembangan SIKAP MENTAL’
F.X. Oerip S. Poerwopoespito
WISMA KPPSM
Cibubur Indah III Blok F-7 Jaktim 13720
T: (021) 8716968, F: (021) 8719981
email: tatag@kppsm.com, website: www.kppsm.com
Weblog: www.pengembangankarakter.com
HP: 0818-874430, YM: tatag_kppsm@yahoo.com

FB: Tatag Utomo

FB: Pengembangan Sikap Mental Positif

Twitter: @tatagkppsm

DISIPLIN, DARI JAMAN NABI HINGGA KINI, TERMASUK UNTUK FINANSIAL

December 30, 2011 by Tatag Utomo · Leave a Comment 

===“Selamat Natal 2011 bagi rekan-rekan Kristiani dan selamat Tahun Baru 2012 bagi semua…Damai Tuhan selalu bersama kita semuanya…”===

Tahun baru segela menjelang dalam hitungan jam saja. Rasanya, baru kemarin  membelikan terompet tahun baru 2011 untuk anak, kini saya sudah membeli lagi untuk menyambut 2012. Banyak kejadian menarik dalam tahun 2011, termasuk yang menjadi bintangnya, yaitu krisis Yunani dan Eropa yang sangat sulit pemecahannya.

Sejak Agustus 2011, krisis Yunani muncul dan mulai menyeret seluruh negara-negara Eropa lain dalam pusarannya. Mulai dari Spanyol, Portugal, Lithuania, Slovenia dan negara Eropa lainnya seperti Inggris, Perancis dan Jerman yang termasuk negara dengan keuangan terkuat.

Mengapa krisis terjadi? Intinya, mereka terlalu asyik berhutang, sehingga tanpa sadar ratio hutang dibanding PDB sudah mencapai 100 % atau lebih. Padahal, amannya rasio tersebut maksimum 60 %. Negara-negara Eropa terlalu percaya diri berhutang karena mengganggap bahwa mereka akan selalu dapat membayarnya, karena mereka adalah benua Biru…benua Eropa yang maju dan mashyur. Hutang yang sudah terlalu besar membuat pasar tidak percaya lagi dan menganggap bahwa hutang-hutang tersebut akan default atau gagal bayar. Akibatnya? Sama dengan krisis 2008, bahwa bunga obligasi meningkat, pinjaman antar bank dan antar negara semakin sulit. Roda perekonomian menjadi semakin lamban, lesu dan meningkatkan rasa frustasi rakyat. Gangguan bahkan sudah mengarah pada politik, dimana pemerintah Yunani dan Italia sampai diganti karenanya. Bahkan mata uang Euro terancam tak laku lagi dan negara-negara Eropa bisa kembali pada mata uangnya masing-masing…

Desember 2011 ini, Bank Sentral Eropa memberikan pinjaman sebersar 489 miliar Euro berjangka tiga tahun untuk 523 bank di Zona Euro. Pinjaman ini bernilai sangat besar, jauh diatas proyeksi semula yang hanya 310 miliar Euro, dan dan juga jauh diatas pinjaman tahun 2009 berjangka 1 tahun yaitu 442 miliar Euro. Pinjaman tersebut segera akan dipakai untuk membayar utang jatuh tempo tahun 2012 sebesar 230 miliar Euro. Pembayaran utang selanjutnya tetap menjadi tanda tanya besar. Jadi, dana cair sangat terbatas, sementara kebutuhan meningkat untuk pembayaran utang jatuh tempo dan pemberian fasilitas kredit usaha. Dalam jangka pendek, pemberian kredit dari Bank Sentral Eropa cukup menolong, terlihat dari menguatnya mata uang Euro dan indeks harga saham. Namun, semuanya dinilai para pengamat ekonomi hanya untuk jangka pendek. Sementara, arah penyelesaian secara fundamental jangka panjang dari krisis masih belum jelas, yang membuat pemerintah dan otoritas moneter sungguh-sungguh gamang.

Namun, sesungguhnya ada solusinya secara ekonomi. Hanya, solusi itu harus dilandasi sikap prihatin yang hebat. Dan itu diketahui betul oleh Jerman dan Austria. Mereka tahu, bahwa kini sudah bukan saatnya lagi jor-joran berhutang. Semua negara harus mempunyai sikap mental berdisiplin dalam membuat dan menjalankan anggaran negara. Dan produktifitas bangsa harus juga secara disiplin dijaga. Mata uang dilemahkan, dan melakukan privatisasi beberapa BUMN. Sebab, pesaing-pesaing dari negara ASIA seperti India, China dan Korea sungguh menunjukkan produktifitas yang mengesankan. Produk mereka merajai dunia. Bayangkan saja: Mobil Hyundai yang 16 tahun lalu bukan apa-apa, kini sudah menjadi pesaing untuk semuanya termasuk merk BMW.

Austria sudah membuktikan hal itu.Karena lebih berdisiplin dalam anggaran, mereka relatif masih kuat dalam menghadapi krisis. Peringkat Kredit Austria menurut Moody’s Investor Service tetap pada nilai Aaa, yang merupakan dari hasil ekonomi yang terdiversifikasi, pengangguran rendah (4,1 %), tenaga kerja terampil, ekspor kompetitif dan finansial yang kuat. Sehingga, perekonomian Austria tumbuh lebih cepat dari rata-rata Eropa lain dalam beberapa tahun belakangan ini. Namun yang lebih baik, Austria membuat semacam ’golden rule’ untuk  menjaga defisit anggaran tetap berimbang, yang dibatasi tidak boleh lebih dari 0,35 % dari PDB-nya pada tahun 2017. Defisit anggaran 2011 mereka adalah 3,9 % dari PDB dan akan turun menjadi 3,2 % pada 2012.

Patokan sebenarnya sudah ada, yaitu defisit anggaran terhadap PDB harus dibawah 3 %. Namun aturan ini banyak dilanggar oleh negara-negara Eropa lainnya. Memang, total utang dibandingkan PDB Austria masih 74,6 % yang lebih tinggi dari standar aman 60 %. Tetapi negara-negara Eropa lain banyak mempunyai rasio hutang/PDB lebih dari 100 %.

Maka, ketika negara-negara Eropa memohon (apalagi Polandia, yang sampai mem0hon-mohon pada PM Angela Markel) agar Jerman membantu mengucurkan hutang untuk membeli obilgasi negara-negaranya, Jerman tidak mau. Jerman baru mau membantu jika akar permasalahan krisis diobati. Tidak bisa terus menerus krisis global diobati dengan hutang lagi, karena ini sebenarnya adalah teori yang salah Teori yang salah itu adalah: Krisis terjadi akibat hutang yang tidak benar, tetapi pengobatannya adalah dengan penggerojokan hutang lagi. Mana ada di dunia ini, akar permasalahan dan obat adalah variable yang sama? Jika anda terkena tifus, akar permasalahannya adalah kuman Salmonella Thyposa. Drug of choice-nya adalah Chloramphenicol sebagai antibiotika. Di sektor keuangan, krisis ekonomi akibat hutang selalu diatasi dengan hutang kembali! Jerman lebih menghendaki agar seluruh negara Eropa bersatu untuk mempunyai sikap mental positif: Melakukan reformasi keuangan, dan BERDISIPLIN MELAKUKAN PENGETATAN ANGGARAN. Rakyat harus sadar akan hal itu, dan mau berprihatin untuk mengurangi jor-joran belanja konsumtif.

So…Ladies and gentlemen…ternyata sikap mental disiplin memang abadi, dari jaman nabi hingga kini. Dan untuk segala semua sektor, termasuk sektor keuangan…

Salam disiplin finansial…

Drg. T.A. Tatag Utomo, MM., ASM

Direktur Pendidikan KPPSM
‘Pelatihan Pengembangan SIKAP MENTAL’
F.X. Oerip S. Poerwopoespito
WISMA KPPSM
Cibubur Indah III Blok F-7 Jaktim 13720
T: (021) 8716968, F: (021) 8719981
email: tatag@kppsm.com, website: www.kppsm.com
Weblog: www.pengembangankarakter.com
HP: 0818-874430, YM: tatag_kppsm@yahoo.com

FB: Tatag Utomo

FB: Pengembangan Sikap Mental Positif

Twitter: @tatagkppsm

NBA dan SIKAP MENGERTI KESULITAN PERUSAHAAN

November 4, 2011 by Tatag Utomo · Leave a Comment 

Beberapa waktu lalu kita dikejutkan dengan berita bahwa kegiatan kompetisi Liga Basket Amerika atau National Basketball Association dihentikan atau dibekukan. Penyebabnya adalah belum dicapainya kesepakatan gaji para pemain NBA yang dinilai sudah terlampau mahal dengan para pemilik klub. Para pemilik klub sudah sangat berat membayar gaji para pemain basket mereka -terlebih pemain bintang- yang nilainya mencengangkan.

Berapa sih gaji mereka? Ya, untuk sekelas Kobe Bryant dari Los Angeles Lakers, ia dibayar sekitar Rp. 250 Milyar per tahun! Jauh lebih besar dari gaji termahal pemain sepakbola sekelas Christiano Ronaldo yang hanya dibayar sekitar Rp. 125-150 milyar per tahunnya.  Hmmm…jumlah gaji yang membuat 99 % umat manusia di muka bumi menjadi malas bekerja, karena memang mustahil untuk memperolah pendapatan sebesar itu. Seorang rekan dosen senior bahkan pernah mengatakan pada saya, “Apalagi dosen seperti kita mas, mbok sampai nitis (reinkarnasi atau lahir kembali-red) 7 kali ke bumi ini, kita gak bakalan dapat gaji segitu…ha..ha..ha”

Masalahnya, the party is over. Situasi gemerlap ekonomi di Amerika sudah berakhir karena keuangan di Amerika sedang berat. Negara itu dilanda hutang besar  yang menyebabkan krisis ekonomi dan mereka harus mengusahakan untuk mengecilkan hutang atau derajat DER (debt to equity ratio-nya). Pemasukan klub juga semakin terancam, karena penonton juga makin berat untuk membayar harga tiket masuk pertandingan yang semakin mahal.

Sebetulnya, harapan para pemilik klub dan organisasi NBA sederhana saja. Para pemain mau berkorban sedikit untuk mengurangi jumlah gaji mereka, sehingga liga atau kompetisi tahunan basket Amerika yang sangat tersohor itu tetap bisa berjalan. Namun, para pemain -sekali lagi dimotori oleh para pemain bintang- seperti Kobe Bryant dan Le Bron James menolak opsi itu dan memilih tidak mau bermain jika gaji mereka diturunkan.

Bahkan, akhirnya, karena semua pemain tidak mau menurunkan atau menyesuaikan gajinya, kompetisi benar-benar dihentikan total, sampai batas waktu yang tidak ditentukan. Para pemain itu akhirnya berencana bermain basket di liga negara-negara lainnya seperti di Spanyol, Italia, Yunani, dan China. Tentu saja negara-negara tersebut kemungkinan akan menerima mereka dengan gembira. Masalahnya adalah: Apakah klub-klub baru tersebut  akan memberikan gaji spektakuler seperti yang di dapat di Amerika? Kemungkinan besar jawabannya adalah tidak. Apalagi dalam situasi krisis nyaris global sekarang yang dipicu oleh krisis hutang di Yunani dan merembet ke semua negara Eropa lain, seperti Spanyol, Italia, Slovenia, Inggris, bahkan Perancin dan Jerman sebagai Negara Eropa dengan keuangan yang terkuat.

Dan, ini dia paradoksnya: Kalau hanya dapat gaji yang cukup jauh lebih rendah dibandingkan di Amerka,  buat apa susah-susah pergi keluar negeri? Jauh lebih baik sebenarnya mereka tetap bermain di Amerika, dengan iklimnya yang sudah sangat par excellence dalam bidang basket, dengan sedikit pengertian untuk penyesuaian gaji baru. Toh, rata-rata gaji mereka masih tetap sangat tinggi.  Misalnya, dengan gaji diturunkan 8 % menjadi Rp. 230 milyar pertahun, Bryant masih mampu membeli Ferrari seharga Rp. 4,4 milyar setiap minggu!

Sikap Mental Yang menonjol terlihat disini adalah: Para pemain bintang NBA kurang mempunyai rasa mengerti kesulitan organisasi atau klubnya. Mereka hanya peduli dengan tingkat gajinya yang sangat spektakuler.  Mereka juga lupa bahwa klub dab organisasi NBA mempunyai tanggung jawab atau kepentingan yang jauh lebih besar dibandingkan kepentingan masing-masing pribadi pemain. Seandainya mereka mempunyai sikap mental untuk mau mencoba mengerti kesulitan organisasinya dan mau sedikit rendah hati untuk menyesuaikan gajinya, maka roda kompetisi tetap dapat berjalan. Kompetisi berjalan, jelas membawa perputaran bisnis yang sangat besar yang bermanfaat untuk kehidupan mereka sendiri dan orang banyak. Dan akhirnya akan memajukan negara mereka. Bahkan juga, dunia! Karena minimal, dengan berhentinya kompetisi NBA, dunia kehilangan salah satu tontonan/pendidikan olah raga paling wahid di dunia…

Dalam skala lebih kecil namun mempunyai analogi yang sama: Perusahaan sangat membutuhkan karyawan yang mempunyai sikap mental ‘mau mengerti kesulitan perusahaan’. Mereka adalah petarung-petarung yang tidak tinggal gelanggang begitu saja setelah mengetahui perusahaan masuk dalam kesulitan, tetapi berusaha memahami dan ikut mencari jalan keluar penyelesaian. Dan karyawan yang mau mencoba mengerti kesulitan perusahaan/organisasi akan mempunyai prinsip bahwa: ‘Yang terbaik untuk diri sendiri belum tentu terbaik untuk semua, tetapi yang terbaik untuk semua pada hakekatnya terbaik untuk diri sendiri juga.’

Selamat berempati pada kesulitan perusahaan/organisasi…

Drg. T.A. Tatag Utomo, MM., ASM

Direktur Pendidikan KPPSM
‘Pelatihan Pengembangan SIKAP MENTAL’
F.X. Oerip S. Poerwopoespito
WISMA KPPSM
Cibubur Indah III Blok F-7 Jaktim 13720
T: (021) 8716968, F: (021) 8719981
email: tatag@kppsm.com, website: www.kppsm.com
Weblog: www.pengembangankarakter.com
HP: 0818-874430, YM: tatag_kppsm@yahoo.com

FB: Tatag Utomo

FB: Pengembangan Sikap Mental Positif

Twitter: @tatagkppsm

KUASI REORGANISASI dan SIKAP MENTAL POSITIF

July 15, 2011 by Tatag Utomo · Leave a Comment 

Sejatinya perusahaan berdiri, ingin mempunyai struktur keuangan yang sehat. Tetapi Karena satu dan lain hal, bisa terjadi sebaliknya. Perusahaan bisa mengalami masalah, mulai dari penjualan yang drop, krisis likuiditas, salah dalam manajemen hutang atau piutang, yang akhirnya membuat laba semakin menurun, dan akhirnya memang membuat neraca keuangan perusahaan negatif terus menerus

Bagaimana cara mengatasi yang ideal? Idealnya dengan benar-benar memperbaiki masalah-masalah tersebut satu per satu. Tetapi, karena canggihnya ilmu manusia, terciptalah ilmu rekayasa keuangan yang hebat. Salah satunya adalah KUASI REORGANISASI, yang diatur dalam PSAK No.51 (revisi 2003). Kuasi organisasi adalah upaya finansial untuk memperbaiki kondisi neraca keuangan konsolidasi perusahaan tanpa langkah reorganisasi  nyata, agar dapat menunjukkan posisi keuangan yang lebih baik dan tidak dibebani kondisi defisit masa lampau. Melalui kuasi, perusahaan bisa memperbaiki struktur ekuitasnya dengan mengeliminasi defisit dan menilai kembali seluruh aset serta kewajiban sebesar nilai wajarnya.   Eliminasi defisit dilakukan terhadap akun-akun ekuitas dengan urutan prioritas sebagai berikut: Cadangan umum, cadangan khusus, selisih peniliaian aset dan kewajiban dan selisih penilaian sejenisnya, tambahan modal  disetor dan sejenisnya serta tambahan modal saham.

Beberapa perusahaan yang menjalankan kuasi reorganisasi terlihat akibat terkena dampak krisis moneter 1997 atau krisis finansial global 2008. Sebagai contoh PT Garuda  Indonesia, Tbk (GGIA) Akibat krisis moneter, Dollar AS melonjak dari Rp. 2500,- sampai sempat mencapai Rp. 17.000 per dollar AS. Beban utang yang meningkat tajam tersebut tidak diiringi dengan kinerja perusahaan yang bagus, menyebabkan Garuda terus mengalami defisit, sehingga akhir 2010, defisitnya mencapai sekitar Rp. 6,83 triliun!  Begitu juga dengan PT Bakrie & Brothers, Tbk (BNBR). Sebagai perusahaan investasi, perusahaan ini terpukul sekali dengan krisis finansial global 2008. Nilai investasi BNBR di saham-saham anak perusahaan seperti di BUMI, ELTY dan ENRG mengalami penurunan tajam. Sehingga ketika melakukan perhitungan marked to marked terhadap saham-saham itu, timbul kerugian cukup besar, karena book value saat saham itu dibeli jauh lebih tinggi.

Akhirnya, tahun 2010, defisit BNBR mencapai sekitar Rp. 27,10 triliun, yang merupakan akumulasi dari keerugian sebesar Rp. 16,4 triliun dan tahun 2008 sebesar Rp. 1,7 triliun di tahun 2009 dan sebesar Rp. 7,6 triliun tahun 2010. Masih juga ditambah kerugian akumulasi investasi saham di 3 anak perusahaan tadi sebesar Rp. 10,4 triliun. Akhirnya, BNBR resmi memproses kuasi reorganisasi untuk menghapus kerugian sebesar Rp. 38,2 triliun pada Mei 2011. Sebab, andai perusahaan ini bisa menghasilkan untung Rp. 1 triliun per tahun, maka defisit ini baru akan tertutup sampai 38 tahun!

Pada Juli 2011 di Indonesia tercatat 14 perusahaan Tbk memproses permohonan kuasi, dan baru 2 perusahaan yang menuntaskan kuasi, yakni PT KMI cable Wire Cable Tbk, dan PT Polychem Indonesia Tbk.  Beberapa perusahaan yang meminta kuasi tercatat antara lain adalah: PT Garuda Indonesia Tbk, PT Barito Pacific Tbk, PT Eterindo Wahanatama Tbk, PT Indofarma Tbk, PT Bank Artha Graha Tbk, PT Asia Natural Resources Tbk dan PT Bakrie & Brothers Tbk. Perusahaan yang meminta kuasi harus memenuhi beberapa persayaratan, diantaranya adalah perusahaan mencatatkan saldo laba negatif selama 3 tahun berturut-turut.

Tetapi itulah dia. Tehnik ini mungkin sarat dengan bau negative engineering , sehingga mungkin dekat dengan semacam ‘akrobat finansial’. Mengapa? Pertama, masalah yang terjadi tidak diselesaikan dengan menyelesaikan akar penyebab, tetapi dengan rekayasa. Ibarat menyembuhkan luka dengan membuang luka itu atau malah menyembunyikan luka dan bukan mengobatinya dengan sempurna. Dan kedua, dalam tehnik ini tidak ada reorganisasi yang nyata dalam strategi keseluruhan perusahaan, hanya memoles bagian keuangan atau akuntingnya saja. Jadi, ilmu ini kelihatan benar tetap mungkin sebetulnya tidak tepat. Maka, pemerintah pun sudah meningkatkan kehati-hatian dengan meminta laporan keuangan pertengahan tahun yang diaudit untuk proses kuasinya. Beberapa perusahaan yang menyerahkan laporan kuartalan, apalagi yang tidak teraudit, ditolak permohonan kuasinya.

Lumrahkah hal ini? Ternyata hal ini biasa dilakukan. Di Tahun 2003, BNI juga melakukan kuasi  organisasi untuk menghapus defsit sebesar Rp. 58,90 triliun. General Motors (GM) juga melakukan untuk mengeliminasi defisit pada krisis global 2008. Dan melalui strategi ini, GM bisa bangkit kembali dan terbebas dari jerat kebangkrutan. Dan PT Holchim Indonesia (SMCB) setelah selesai melakukan kuasi reorganisasi tahun 2010, di tahun 2011 kembali sudah bisa membagikan dividen sebesar Rp. 178,19 miliar atau sekitar Rp. 23 per sahamnya!

Jadi, rupanya dengan tehnik ini, perusahaan yang mengalami defisit bisa ibaratnya memulai usaha dari awal lagi, sehingga bisa berjalan dengan tanpa beban dan akhirnya kembali memupuk keuntungan yang akan dibagi kepada pemegang saham atau investor.

Namun, ada akibat lanjutannya. Para eksekutif perusahaannya akan dengan gampang mengandalkan tehnik kuasi ini jika nanti terjadi masalah keuangan berat kembali. Padahal, ternyata masalah tersebut mungkin terjadi karena masalah sikap mental negatif manusianya. Akhirnya, tehnik ini menjadi andalan. “Ah…tenang saja, nanti juga masalah di kuangan bisa diatasi dengan rekayasa kuasi.”

Mungkin karena salah satu sebab pemikiran seperti itulah, tehnik kuasi organisasi atau kuasi reorganisasi ini akan dilarang mulai tahun 2012. Pada tahun itu, Indonesia akan menggunakan standar akuntansi baru yaitu: International Financial Reporting Standard. Terlihat, proses Corporate Finanace di perusahaan harus semakin dijalankan dengan baik, benar, tepat, teliti dan sesuai standar yang semakin tinggi kesahihannya.

So…rekan eksekutif sekalian, Juli 2011 ini IHSG telah menembus rekor baru yaitu 4000, tertinggi sepanjang sejarah indeks di Bursa Efek Indonesia. Jadi, manfaatkan momentum kegairahan publik untuk berinvestasi, dengan terus mengedepankan terlebih dahulu sikap mental positif dalam pengelolaan SDM perusahaan (good people governance), agar perusahaan semakin sehat karena kinerja riil yang mencorong dan bukan sekedar karena rekayasa, apalgi akrobat keuangan. Sebab, sehebat apapun tehnik rekayasa keuangan, tetap saja ada manusia pengelola di balik rekayasa tersebut, dan yang menjalankan perusahaan secara nyata…

Salam reorganisasi yang nyata dan sehat…

Drg. T.A. Tatag Utomo, MM., ASM

Direktur Pendidikan KPPSM
‘Pelatihan Pengembangan SIKAP MENTAL’
F.X. Oerip S. Poerwopoespito
WISMA KPPSM
Cibubur Indah III Blok F-7 Jaktim 13720
T: (021) 8716968, F: (021) 8719981
email: tatag@kppsm.com, website: www.kppsm.com
Weblog: www.pengembangankarakter.com
HP: 0818-874430, YM: tatag_kppsm@yahoo.com

FB: Tatag Utomo

FB: Pengembangan Sikap Mental Positif

Twitter: @tatagkppsm