case 5: Jika Pimpinan mempunyai Sikap Mental tidak Jujur

July 21, 2010 by Tatag Utomo · Leave a Comment 

Dear pak Oerip…Bagaimana jika pemimpin kita mempunyai sikap mental tidak jujur dalam pekerjaannya. Apakah ini masuk dalam sikap mental negatif/karakter atau kebijakan? Dan bagaimana supaya kita tidak terjebak dalam ketidakjujuran yang dilakukan pimpinan kita?

Tx…Regina, Jakarta

—————————————————————————————————————————

Jika pemimpin tidak jujur, ini kebetulan bisa masuk dalam sifat/pribadi/karakter pemimpin yang sulit diubah, tetapi juga bisa masuk dalam kebijakan, yang berdasarkan pada sisi sikap mental. Dan rasanya, sikap mental positif yang pas adalah kita harus selalu mempunyai Catatan Kerja Pribadi yang lengkap, terutama tentang perintah kerja/pekerjaan yang bersifat vital dan fatal. Gunanya? Untuk menghindarkan diri dari kesalahan yang semestinya tidak kita tanggung (jadi, bukan untuk menghindarkan diri dari tanggung jawab). Artinya, kita bertanggungjawab terhadap hal yang memang kita mesti pertanggungjawabkan, tidak lebih. Jika pun kita mau memberikan usul atau saran mengenai kasus ini, arahkan usul-saran tadi ke dalam kebijakannya, dan bukan tentang sifatnya. Misalnya: Kita memberikan usul bahwa kita harus menggunakan metode ‘Corrective Action Request‘ untuk menemukan sumber penyimpangan pekerjaan, sehingga perbaikan jitu lebih mudah dilakukan (padahal kita maksudkan ide ini adalah agar pemimpin tidak memutarbalikkan fakta jika terjadi suatu kesalahan….)

Sahabat anda selalu,

F.X. Oerip S. Poerwopoespito

About Tatag Utomo

Baca artikel sikap mental positif menarik lainnya :