Case 6: Tentang Sikap Mental Positif Peduli terhadap Toilet Perusahaan

July 27, 2010 by Tatag Utomo · Leave a Comment 

Tanya: Pak Tatag, dikantor saya, toiletnya sering kurang bersih. Sebagai bentuk sikap mental positif dalam rasa memiliki, saya suka memberikan usulan kepada bagian rumah tangga supaya meningkatkan pelayanan kebersihannya, toh manfaat akhirnya untuk semua karyawan juga, termasuk bagian kebersihan juga. Tetapi, masukan saya sering ditanggapi dingin; bahkan pimpinan bagian rumah tangga malah pernah memarahi saya untuk tidak terlalu mengurusi hal-hal seperti itu yang menurutnya adalah hal-hal kecil. Bagaimana tanggapannya pak, sikap mental positif apa yang mesti saya lakukan?
(Ferry Natuya, Depok)
———————————————————————————————————————————————————————–
Jawab:
Kasus memperlihatkan sikap mental positif peduli terhadap kebersihan toilet perusahaan. Ya, tindakan kita untuk membantu memberikan usul atau masukan kepada bagian yang menangani kebersihan toilet sudah tepat dan baik. Jika bagian/pimpinan tersebut malah memarahi kita, maka dia yang belum paham konsep bahwa perusahaan adalah Tubuh Imajiner, dimana semua anggota tubuh saling ber-ketergantungan satu sama lain,yang harus saling mendukung dan membantu. Jika ingin memberi masukan tentang toilet tadi dalam suasana formal, gunakan general meeting untuk menyampaikannya. Yang penting, karena budaya kita termasuk budaya High Context Culture yang lebih mengedepankan perasaan, maka usahakan masukan kita jangan sampai menyebutkan/menyinggung person-nya. Bisa dikatakan, kita memberi masukannya secara persuasif…

Sahabat Anda selalu,

Drg. T.A. Tatag Utomo, MM., ASM

Direktur Pendidikan KPPSM

About Tatag Utomo

Baca artikel sikap mental positif menarik lainnya :