Case 8: Tentang Tugas di Luar Jobdesc dari Pimpinan

August 18, 2010 by Tatag Utomo · Leave a Comment 

Tanya: Pak, bagaimana jika harus mengerjakan tugas yang diperintahkan oleh atasan, tetapi sebetulnya tugas itu tak ada dalam job desc kita. Lalu bagaimana jika pemimpin yang lebih tinggi mengetahui situasi seperti ini? Sikap Mental Positif apa yang idealnya kita lakukan sebagai anak buah?
Terima kasih
Bambang, Cibinong
——————————————————————————————–
Jawab:
ini memang agak sulit. Di dalam jobdesc, sebetulnya ada klausul tentang ‘mengerjakan tugas tambahan yang diberikan oleh pimpinan’. Dengan klausul ini, maka memang pimpinan boleh memberikan tugas tambahan yang diperlukan kepada anak buahnya. Namun, sebaiknya memang dia bisa mempertimbangkan dengan bijak bahwa tugas tambahan tersebut tetap masih dalam koridor jobdesc, dan tidak mengganggu jobdesc utama, serta tidak membuat keadaan dimana yang bisa membantu akhirnya ‘terus diminta membantu’, sehingga membuat bagian yang dibantu menjadi ‘terlena dan manja’. jadi, memang kunci teletak di pimpinan yang harus tahu mana batasannya agar tidak menjadi sebuah boomerang effect. Dari sisi kita sebagai anak buah, sikap mental positif yang dilakukan: Kita bisa memberikan pertanyaan kepada pimpinan ketika diberi tugas tambahan yang menurut kita sudah terlalu jauh dengan: ‘Maaf pak, bagaimana jika tugas utama saya menjadi terbengkalai?” atau ” Kalau begitu pak, mana yang harus saya kerjakan terlebih dahulu?”, atau juga bisa dengan kasus, “Baik pak akan saya kerjakan. Tetapi jika nanti pimpinan  memarahi saya karena meninggalkan tugas utama, apa yang  harus saya katakan?” Pertanyaan-pertanyaan ini sebetulnya adalah suatu ‘permintaan ketegasan pernyataan’, bahwa dia memang yang memerintahkan kita melakukan tugas tambahan tersebut. Dan jawaban ini tetap dibarengi dengan jawaban nomor 2 tentang Catatan Kerja Pribadi, sehingga menghindarkan kita dari tunjukan kesalahan kepada diri kita karena melakukan pekerjaan tambahan.
Oke…selamat mencoba.
Drg. T. A. Tatag Utomo, MM., ASM

About Tatag Utomo

Baca artikel sikap mental positif menarik lainnya :