Training Purna Bhakti

November 14, 2013 by Tatag Utomo · Leave a Comment 

Apasih Training Purna Bhakti itu? Purna artinya selesai, bhakti artinya mengabdi. Jadi terjemahan bebasnya purna bhakti artinya selesai mengabdi pada suatu bidang atau suatu institusi. Terjemahan populer dari purna bhakti adalah pensiun.

Mengapa karyawan yang mau pensiun perlu training purna bhakti?

Situasi dan kondisi karyawan yang purna bhakti atau pensiun itu berbeda 180 derajat dengan situasinya pada waktu bekerja. Yang tiap hari bangun pagi menjadi bangun seenaknya, yang tiap hari masuk kantor tidak masuk kantor. Tiap hari bertemu dengan teman-temannya, menjadi tidak bertemu dengan teman-temannya di kantor.

Yang tadinya sering rapat, hampir tidak pernah rapat. Yang tadinya piknik bersama teman-teman kantor menjadi tidak pernah lagi. Yang tadinya sering diskusi mengenai pekerjaan menjadi tidak pernah lagi. Yang tadinya gajinya utuh, sekarang jauh dari utuh. Yang tadinya dapat fasilitas kantor, sekarang tidak dapat lagi.

Training Purna Bhakti untuk mencegah goncangan jiwa dan penyakit

Nah perubahan yang radikal ini bisa menyebabkan goncangan mental atau goncangan jiwa. Kalau tidak siap dengan perubahan ini, maka mentalnya bisa goyah, lebih parah lagi bisa frustasi menjurus ke depresi. Kalau ini terjadi maka sistem kekebalan tubuh akan menjadi lemah.

Maka muncullah penyakit dan bisa berbarengan, darah tinggi bersamaan dengan sakit lambung, ditambah dengan sakit gula, levernya terserang, ginjalnya terserang. Maka karyawan yang purna bhakti ini akan menderita penyakit secara simultan karena kesehatan diri mereka terganggu.

Akibatnya harta atau uang yang selama ini ditabung bisa habis untuk membiayai sakitnya. Bisa-bisa karyawan tersebut bisa jatuh miskin. Nah kondisi demikian ini yang harus dicegah, yaitu dengan pelatihan sikap mental. Agar mentalitas karyawan disiapkan untuk menghadapi yang bersifat radikal. Karyawan yang purna bhakti, harus mengendapkan betul-betul didalam jiwanya untuk dimengerti dan dipahami bahwa ini harus terjadi,

Training Purna Bhakti mencegah keterpurukan

Kalau demikian halnya maka karyawan yang purna bhakti itu bisa selamat dari kehancuran mental yang pada akhirnya selamat dari kehidupan sosial ekonomi yang buruk.

Didalam pelatihan sikap mental, karyawan purna bhakti diperlihatkan bahwa hidup ini memang tidak langgeng, kecuali perubahan itu sendiri yang langgeng. Oleh karena itu semua orang tidak terkecuali termasuk karyawan harus siap dengan perubahan, harus siap betul menghadapi perubahan dalam hidupnya. Oleh karena itu didalam filsafat Jawa, bahwa orang harus selalu eling, harus selalu ingat. Eling bahwa sesudah senang akan terjadi susah, bahwa sesudah susah akan terjadi senang.

Eling bahwa harta bisa habis, oleh karena itu harus hati-hati menggunakannya. Eling bahwa kekuasaan itu akan hilang, oleh karena itu harus rendah hati. Eling bahwa kehormatan itu pada akhirnya akan tidak berarti apa-apa dalam hidup ini, oleh karena itu tidak usah mengejar kehormatan.

Nah kalau karyawan purna bhakti ingat bahwa hidupnya pasti akan berubah, maka ia tidak akan mengalami post power syndrome. Tidak akan mengalami depresi, dan tidak akan mengalami gangguan penyakit yang berat yang diakibatkan oleh depresi.

Oleh karena itu training purna bhakti mutlak diperlukan, agar karyawan purna bhakti bisa tetap bahagia.

About Tatag Utomo

Baca artikel sikap mental positif menarik lainnya :