“ ILMU DASAR UNTUK KEMAJUAN BANGSA”

June 29, 2010 by Tatag Utomo · Leave a Comment 

Sudah sering rasanya kita melihat pameran-pameran otomotif, atau paling tidak mengunjungi showroom-nya. Suasana meriah atau mewah jelas terasa. Dilengkapi wanita nan seksi dan cantik sebagai salesperson, itulah jurusnya. Namun apa yang tejadi ketika saya mencoba menanyakan sedikit mengenai kondisi, spesifikasi atau deskriptif teknisnya? Mereka kelihatan kerepotan. Padahal, yang saya tanyakan hanyalah hal-hal yang ada di brosur atau tertulis langsung dalam bagian mobil, seperti: Apa maksudnya D 1 dan D2 di panel transmisi? Apa guna volume silinder di atas 2000 pada jalan macet seperti Jakarta? Apa maksud ’VTEC’ itu?  Kelihatan pucat, ujung-ujungnya mereka berkata: ”Wah…kalau itu nanti saya tanyakan kepada bagian tekniknya ya pak.”

Sama, ketika saya dikunjungi agen-agen asuransi atau agen-agen perusahaan keuangan lainnya (termasuk yang memakai gelar Financial Consultant), ketika saya bertanya: ”Bagaimana portofolio investasi perusahaan asuransi anda?”, “Berapa rasio RBC perusahaan dan apa maksudnya rasio itu?”, “Apa ruginya kalau saya ikut program Asuransi?” Maka, berbagai jawaban yang unik akan keluar.

* ”Waah..kalau itu saya belum ditraining pak. Jadi nanti akan saya tanyakan manajer dulu ya pak.”

* ”Aduuh maaf saya kurang bisa menjelaskan karena sudah sulit untuk membaca huruf-huruf yang kecil ini..” (padahal jelas-jelas sebelumnya ia membaca brosur itu).

* ”Tidak ada. Ikut asuransi itu tidak ada ruginya pak” (mana ada di dunia ini yang tidak memiliki ’resiko melekat’?)

Bahkan kemarin di sebuah bank besar di daerah Depok, saya kaget bahwa para customer service-nya sungguh-sungguh tidak tahu tentang berapa CAR, NPL atau LDR bank mereka dan apa kegunaan semua itu bagi nasabah!

Nah..inilah yang pernah disinggung oleh para budayawan kita, bahwa salah satu kelemahan utama dari bangsa Indonesia adalah lemah dalam penguasaan ilmu dasar. Materi-materi yang pernah ditanyakan di atas kelihatannya seperti materi canggih dari luar angkasa, padahal sebetulnya sederhana, harus dikuasai kalau mereka memang bergelut setiap hari dalam bidang yang berkaitan dengan ilmu tersebut. Dan ini, sebetulnya masuk dalam sikap mental negatif.

Bagaimana meningkatkan ilmu-ilmu dasar seperti ini? Tiada lain caranya selain dengan mengedepankan perilaku/sikap mental positif: Belajar, belajar dan terus belajar dengan mengingat lagi definisinya yaitu: Proses mengetahui yang belum diketahui dan memperdalam yang sudah kita ketahui. Jangan lupa, pimpinan juga bertanggungjawab untuk meningkatkan kualitas ilmu dasar anak buah yang menjadi garda terdepan yang bertatap langsung dengan konsumen.

Akhirnya, penguasaan ilmu dasar akan sungguh membuahkan banyak hal positif bagi bagi kita, yaitu: Memperkuat Karakter kepribadian pembelajar kita, membantu lancarnya pekerjaan, meningkatkan produktifitas, membantu terciptanya image perusahaan yang lebih positif, dan akhirnya juga kemajuan bangsa yang ikut terdongkrak dan tak lagi dipandang sebelah mata oleh bangsa lain…

Salam sikap mental positif pembelajar

Drg. T.A. Tatag Utomo, MM., ASM

Direktur Pendidikan KPPSM
‘Pelatihan Pengembangan SIKAP MENTAL’
F.X. Oerip S. Poerwopoespito
WISMA KPPSM
Cibubur Indah III Blok F-7 Jaktim 13720
T: (021) 8716968, F: (021) 8719981
email: tatag@kppsm.com, website: www.kppsm.com
Weblog: www.pengembangankarakter.com
HP: 0818-874430, YM: tatag_kppsm@yahoo.com

FB: Tatag Utomo

FB: Pengembangan Sikap Mental Positif

Twitter: @tatagkppsm

About Tatag Utomo

Baca artikel sikap mental positif menarik lainnya :