“FILSAFAT itu OKE DAN HARUS DIPELAJARI OLEH PEMIMPIN”

May 26, 2011 by Tatag Utomo · Leave a Comment 

“Waduuh…susah mas belajar filsafat.” Memang benar juga…kepala bisa mumet jika membaca buku filsafat yang kadang ditulis dengan bahasa dan pemikiran yang njelimet. Bahkan menurut Wittgenstein, filsafat hanyalah kesalahpahaman, yang disebabkan oleh kesalahan berbahasa belaka! Tetapi, filsafat dari per-definisinya adalah: Ilmu yang mengedepankan cinta terhadap kebenaran (Filo= Cinta/suka, Sofia= Kebijaksanaan). Inilah makna dan arti penting dari filsafat. Filsafat juga mengajak kita masuk ke dalam metafisika; bukan dalam arti dunia lain/gaib seperti serbuan tontonan hantu di televisi sekarang ini, tetapi dalam arti: Mencari kebenaran terdalam di balik kenyataan yang ada. Dengan kata lain, kita berusaha mencari kebenaran terbaik/universal terhadap suatu masalah. Kita bisa bagi ‘kebenaran’ dalam empat level besar, yaitu: Kebenaran Visual (yang benar secara kasat mata atau melalui indera mata), kebenaran logika (benar secara pemikiran kausalitas atau logis analitis), kebenaran filosofis (benar secara pemikiran hakikat yang terdalam) dan kebenaran Ilahi (benar menurut Tuhan). Tentu, yang paling berat adalah melihat kebenaran Tuhan sendiri. Tetapi paling tidak, filsafat mencoba membantu agar kita mendapatkan kebenaran yang filosofis, terdalam atau hakiki . Melihat tujuan yang baik ini, maka sebaiknya kita semua -apalagi seorang pemimpin organisasi/institusi/perusahaan/negara- dalam level apapun mau dan senang untuk mempelajari filsafat. Manfaatnya? Tentunya agar dapat membantu mengarahkan organisasi/institusi/perusahaan/negara yang dipimpinnya mencapai tujuan yang diimpikan dengan cara yang legal, etis, fair, logik, dan tentunya membahagiakan semua orang (paling tidak sebagian besar komunitas yang ada, jika tidak mungkin seluruhnya). Pada akhirnya, filsafat membantu membentuk sikap mental positif/perilaku/karakter positif dalam hidup sehari-hari kita. Nah, selain dari buku-buku, filsafat bisa dipelajari dari mulai saat ini dan dengan cara yang sederhana. Yaitu, dengan selalu merenungkan apakah yang akan kita pikir, katakan atau lakukan adalah yang paling benar atau tepat, membahagiakan orang lain atau jangan-jangan malah menyulitkan orang lain. Jika memang terasa tidak membahagiakan atau menyulitkan, maka kita bisa melakukan evaluasi kembali untuk perbaikan. Dan sesungguhnya, semua orang bisa dikatakan filsuf, karena sadar tidak sadar orang akan selalu berpikir untuk mendapatkan tindakan yang paling benar dan tepat Dengan demikian jika sering berolah pikir dengan cara sederhana di atas, kita -paling tidak- dapat menjadi filsuf untuk kebaikan diri sendiri, yang akhirnya diharapkan dapat memberi kontribusi luar biasa untuk perusahaan, bangsa dan negara. Selamat berfilsafat…

Salam mencari kebenaran…

Drg. T.A. Tatag Utomo, MM., ASM

Direktur Pendidikan KPPSM
‘Pelatihan Pengembangan SIKAP MENTAL’
F.X. Oerip S. Poerwopoespito
WISMA KPPSM
Cibubur Indah III Blok F-7 Jaktim 13720
T: (021) 8716968, F: (021) 8719981
email: tatag@kppsm.com, website: www.kppsm.com
Weblog: www.pengembangankarakter.com
HP: 0818-874430, YM: tatag_kppsm@yahoo.com

FB: Tatag Utomo

FB: Pengembangan Sikap Mental Positif

Twitter: @tatagkppsm

About Tatag Utomo

Baca artikel sikap mental positif menarik lainnya :