“THE ‘THOUGTLESSNESS’ NATION”

January 15, 2011 by Tatag Utomo · Leave a Comment 

Saudara-saudara sekalian…lihatlah kasus-kasus berikut:

  • Konversi nilai UAN 2004. Siswa bernilai rendah dinaikkan, sedangkan siswa pintar yang mempunyai nilai tinggi, diturunkan. Siswa menjawab kurang dari 50% benar nilainya dinaikkan, sedang yang menjawab lebih dari 50% dikurangi. Ini subsidi silang; dimana yang pintar menyubsidi yang bodoh. Sebuah kebodohan besar….
  • Krisis listrik di Sumatera. Salah satu pemicunya PLTA Sawahlunto yang menjadi rusak mesinnya akibat menggunakan batubara illegal, yang masih banyak mengandung batu dan lumpur?? Sebuah ketidakberpikiran yang mengancam kehidupan negara….
  • Coba lihat jalan Jawa Barat di luar Jabotabek yang banyak hancur. Mengapa? Selain dikorupsi, pembuatan selokannya sangat tidak sempurna. Pengaturan ketinggian, tempat control air dilakukan tidak benar. Mengapa? Ya karena bodoh juga…
  • Tengoklah  Bogor. Sudah mendapat julukan Bogor Kota Angkot, ijin terus dikeluarkan untuk menambah armada. Suatu kebodohan lagi…..
  • Masyarakat berpendidikan tinggi, tapi masih kejeblos tipuan seperti PT QSAR, YKAM dulu, arisan berantai atau undian lewat SMS. Dengan pola yang sama dan jelas menipu, toh masih banyak yang terjebak lagi. Apa pasal? Lagi-lagi karena kita bodoh, tak mau berpikir panjang!
  • Lihat pemerintah kita. Mengobok-obok masalah keistimewaan Yogya yang sungguh tak bermasalah (paling tidak, begitulah pendapat para ahli hukum dan ketatanegaraan). Padahal, masih dan makin banyak rakyat kelaparan di negeri ini…
  • Krisis cabai merah. Padahal sejak krisis moneter 1998, kita telah diingatkan untuk sungguh membangun keunggulan sektor pertanian, perkebunan yang memang menjadi roh dan tulang punggung alam Indonesia. Kenyataannya? Pertanian/perkebunan makin terpuruk dan petani semakin hancur NTP (Nilai Tukar Petani)-nya.
  • Yang sederhana, coba lihat tukang sate. Cobalah sesekali pesan sate dengan bumbu kecap. Saya jamin, 7 dari sepuluh permintaan seperti itu akan diberikan bumbu kacang. Mengapa? Karena rutinitas yang membuat mereka malas berpikir….

Contoh yang lain? Masih seabreg banyaknya. Anda bisa mencari dan menambahkan sendiri.

Nah, saudara eksekutif sekalian..ini bisa terjadi pada diri pribadi, keluarga dan perusahaan. Terpulang lagi kepada kita.. Kalau ingin menjadikan bangsa ini besar, marilah kita mempunyai sikap mental positif ‘berpikir dalam/matang’ atau minimal ‘berpikir sejenak’  sebelum bertindak (think before act). Apakah tindakan saya ini benar? Tidak merugikan orang lain? Membuat negara/perusahaan dirugikan? Apakah sudah etis? Tetapi, jika sikap mental, perilaku atau karakter negatif ketidakberpikiran (thoughtlessness) ini diteruskan, negara ini segera akan masuk dalam total destruction. Mari kita hapus anekdot menyakitkan hati (yang konon mulai beredar dari PBB)  bahwa: Otak manusia Indonesia memang paling mahal, karena selalu orisinil dan tak pernah dipakai. Sedangkan otak orang Amerika, Jerman, Jepang sudah murah harganya, karena rusak akibat sering dipaki untuk berpikir….

“KULIHAT IBU PERTIWI ….SEDANG BERSUSAH HATI…

AIR MATANYA BERLINANG ….MAS INTANNYA TERKENANG……”

Salam kebesaran Indonesia…..

Drg. T.A. Tatag Utomo, MM., ASM

Direktur Pendidikan KPPSM
‘Pelatihan Pengembangan SIKAP MENTAL’
F.X. Oerip S. Poerwopoespito
WISMA KPPSM
Cibubur Indah III Blok F-7 Jaktim 13720
T: (021) 8716968, F: (021) 8719981
email: tatag@kppsm.com, website: www.kppsm.com
Weblog: www.pengembangankarakter.com
HP: 0818-874430, YM: tatag_kppsm@yahoo.com

FB: Tatag Utomo

FB: Pengembangan Sikap Mental Positif

Twitter: @tatagkppsm

About Tatag Utomo

Baca artikel sikap mental positif menarik lainnya :