SAYUR DAN KUALITAS MANUSIA

February 14, 2011 by Tatag Utomo · Leave a Comment 

Wah..begini saja kok dibahas? Ya….Sudah sejak lama saya mengamati -terutama- ketika bepergian- baik dalam maupun keluar kota. Apa yang saya amati? Adalah..betapa susahnya mencari sayur-sayuran untuk makan siang, malam apalagi sarapan pagi! Terlebih lagi, jika yang diminta adalah sayur bening atau kukusan. Penjual akan segera menatap saya dengan ‘pandangan aneh’ atau berujar: “Sayur bening? Waah nggak ada yang mau beli mas…”

Paling-paling yang ada hanyalah lalapan, misalnya dalam makanan pecel lele atau nasi uduk. Itu pun hanya 2-3 lembar sawi, kubis atau selada. Nyaris tak bergizi! Atau paling, kukusan daun singkongnya restoran Padang yang tak pernah diganti seakan tidak ada sayur jenis lain (padahal negeri ini sangat kaya ragam sayurannya). Warung Tegal? Itu lagi..mereka selalu mengatakan yang tersedia adalah sayur tahu dan tempe. Padahal itu bukan sayur tetapi masuk dalam kategori lauk-pauk nabati!

Bagaimana dengan nasi kotak, bungkus atau untuk katering kantoran? Dan hotel bintang? Sama saja. Paling banter sayurnya sop, oseng brokoli/cap cay yang sangat sedikit sayurannya, yang penuh dengan minyak, santan gurih atau lagi-lagi lalapan. Restoran Sunda-pun maksimal hanya menyediakan sayur asem yang sebenarnya lebih tepat disebut ‘sayur asesoris’, karena lebih banyak asesorisnya dibandingkan daunnya!

Alasan yang dikemukakan pengusaha adalah tidak mau repot menyiapkannya (dan tidak ada yang memprotesnya) Padahal sayuran terbaik untuk konsumsi adalah daun-daunan dalam bentuk kukusan atau bening,dan merupakan sayuran berwarna (hijau muda/tua, kuning, merah/oranye, dan bukan putih). Mengapa? Sayuran atau buah berwarna dalam bentuk kukusan atau bening lebih banyak mengandung serat, Vitamin A, retinol, Xanthin, Lutein, likopen, flavonoid dan antioksidan yang sangat berguna untuk kesehatan, membuat metabolisme berjalan baik (sebagai zat pengatur) dan sebagai anti kanker, dengan porsi semangkok kecil penuh yang diperlukan setiap kali makan.

Dengan demikian terlihat, bangsa kita Indonesia adalah pemakan sayuran yang masih sangat minim, dengan berbagai alasan. Sebuah sikap mental negatif yang membuat kesehatan tidak sempurna. Mungkin..jangan-jangan kalau kita cepat lelah ketika baru berpikir serius sejenak, salah membuat keputusan atau malah membuat langkah yang irrasional, adalah karena KURANG MENDAPATKAN ASUPAN SAYURAN DALAM PORSI MAKANANNYA. Ada baiknya kita merubah kebiasaan ini menjadi sikap mental positif mulai dari keluarga di rumah. Sempatkan untuk selalu menyediakan sayur-mayur demi kesehatan seluruh keluarga sebagai pondasi bangsa yang hebat…


Salam bangsa yang sehat…

Drg. T.A. Tatag Utomo, MM., ASM

Direktur Pendidikan KPPSM
‘Pelatihan Pengembangan SIKAP MENTAL’
F.X. Oerip S. Poerwopoespito
WISMA KPPSM
Cibubur Indah III Blok F-7 Jaktim 13720
T: (021) 8716968, F: (021) 8719981
email: tatag@kppsm.com, website: www.kppsm.com
Weblog: www.pengembangankarakter.com
HP: 0818-874430, YM: tatag_kppsm@yahoo.com

FB: Tatag Utomo

FB: Pengembangan Sikap Mental Positif

Twitter: @tatagkppsm

About Tatag Utomo

Baca artikel sikap mental positif menarik lainnya :