DISIPLIN, DARI JAMAN NABI HINGGA KINI, TERMASUK UNTUK FINANSIAL

December 30, 2011 by Tatag Utomo · Leave a Comment 

===“Selamat Natal 2011 bagi rekan-rekan Kristiani dan selamat Tahun Baru 2012 bagi semua…Damai Tuhan selalu bersama kita semuanya…”===

Tahun baru segela menjelang dalam hitungan jam saja. Rasanya, baru kemarin  membelikan terompet tahun baru 2011 untuk anak, kini saya sudah membeli lagi untuk menyambut 2012. Banyak kejadian menarik dalam tahun 2011, termasuk yang menjadi bintangnya, yaitu krisis Yunani dan Eropa yang sangat sulit pemecahannya.

Sejak Agustus 2011, krisis Yunani muncul dan mulai menyeret seluruh negara-negara Eropa lain dalam pusarannya. Mulai dari Spanyol, Portugal, Lithuania, Slovenia dan negara Eropa lainnya seperti Inggris, Perancis dan Jerman yang termasuk negara dengan keuangan terkuat.

Mengapa krisis terjadi? Intinya, mereka terlalu asyik berhutang, sehingga tanpa sadar ratio hutang dibanding PDB sudah mencapai 100 % atau lebih. Padahal, amannya rasio tersebut maksimum 60 %. Negara-negara Eropa terlalu percaya diri berhutang karena mengganggap bahwa mereka akan selalu dapat membayarnya, karena mereka adalah benua Biru…benua Eropa yang maju dan mashyur. Hutang yang sudah terlalu besar membuat pasar tidak percaya lagi dan menganggap bahwa hutang-hutang tersebut akan default atau gagal bayar. Akibatnya? Sama dengan krisis 2008, bahwa bunga obligasi meningkat, pinjaman antar bank dan antar negara semakin sulit. Roda perekonomian menjadi semakin lamban, lesu dan meningkatkan rasa frustasi rakyat. Gangguan bahkan sudah mengarah pada politik, dimana pemerintah Yunani dan Italia sampai diganti karenanya. Bahkan mata uang Euro terancam tak laku lagi dan negara-negara Eropa bisa kembali pada mata uangnya masing-masing…

Desember 2011 ini, Bank Sentral Eropa memberikan pinjaman sebersar 489 miliar Euro berjangka tiga tahun untuk 523 bank di Zona Euro. Pinjaman ini bernilai sangat besar, jauh diatas proyeksi semula yang hanya 310 miliar Euro, dan dan juga jauh diatas pinjaman tahun 2009 berjangka 1 tahun yaitu 442 miliar Euro. Pinjaman tersebut segera akan dipakai untuk membayar utang jatuh tempo tahun 2012 sebesar 230 miliar Euro. Pembayaran utang selanjutnya tetap menjadi tanda tanya besar. Jadi, dana cair sangat terbatas, sementara kebutuhan meningkat untuk pembayaran utang jatuh tempo dan pemberian fasilitas kredit usaha. Dalam jangka pendek, pemberian kredit dari Bank Sentral Eropa cukup menolong, terlihat dari menguatnya mata uang Euro dan indeks harga saham. Namun, semuanya dinilai para pengamat ekonomi hanya untuk jangka pendek. Sementara, arah penyelesaian secara fundamental jangka panjang dari krisis masih belum jelas, yang membuat pemerintah dan otoritas moneter sungguh-sungguh gamang.

Namun, sesungguhnya ada solusinya secara ekonomi. Hanya, solusi itu harus dilandasi sikap prihatin yang hebat. Dan itu diketahui betul oleh Jerman dan Austria. Mereka tahu, bahwa kini sudah bukan saatnya lagi jor-joran berhutang. Semua negara harus mempunyai sikap mental berdisiplin dalam membuat dan menjalankan anggaran negara. Dan produktifitas bangsa harus juga secara disiplin dijaga. Mata uang dilemahkan, dan melakukan privatisasi beberapa BUMN. Sebab, pesaing-pesaing dari negara ASIA seperti India, China dan Korea sungguh menunjukkan produktifitas yang mengesankan. Produk mereka merajai dunia. Bayangkan saja: Mobil Hyundai yang 16 tahun lalu bukan apa-apa, kini sudah menjadi pesaing untuk semuanya termasuk merk BMW.

Austria sudah membuktikan hal itu.Karena lebih berdisiplin dalam anggaran, mereka relatif masih kuat dalam menghadapi krisis. Peringkat Kredit Austria menurut Moody’s Investor Service tetap pada nilai Aaa, yang merupakan dari hasil ekonomi yang terdiversifikasi, pengangguran rendah (4,1 %), tenaga kerja terampil, ekspor kompetitif dan finansial yang kuat. Sehingga, perekonomian Austria tumbuh lebih cepat dari rata-rata Eropa lain dalam beberapa tahun belakangan ini. Namun yang lebih baik, Austria membuat semacam ’golden rule’ untuk  menjaga defisit anggaran tetap berimbang, yang dibatasi tidak boleh lebih dari 0,35 % dari PDB-nya pada tahun 2017. Defisit anggaran 2011 mereka adalah 3,9 % dari PDB dan akan turun menjadi 3,2 % pada 2012.

Patokan sebenarnya sudah ada, yaitu defisit anggaran terhadap PDB harus dibawah 3 %. Namun aturan ini banyak dilanggar oleh negara-negara Eropa lainnya. Memang, total utang dibandingkan PDB Austria masih 74,6 % yang lebih tinggi dari standar aman 60 %. Tetapi negara-negara Eropa lain banyak mempunyai rasio hutang/PDB lebih dari 100 %.

Maka, ketika negara-negara Eropa memohon (apalagi Polandia, yang sampai mem0hon-mohon pada PM Angela Markel) agar Jerman membantu mengucurkan hutang untuk membeli obilgasi negara-negaranya, Jerman tidak mau. Jerman baru mau membantu jika akar permasalahan krisis diobati. Tidak bisa terus menerus krisis global diobati dengan hutang lagi, karena ini sebenarnya adalah teori yang salah Teori yang salah itu adalah: Krisis terjadi akibat hutang yang tidak benar, tetapi pengobatannya adalah dengan penggerojokan hutang lagi. Mana ada di dunia ini, akar permasalahan dan obat adalah variable yang sama? Jika anda terkena tifus, akar permasalahannya adalah kuman Salmonella Thyposa. Drug of choice-nya adalah Chloramphenicol sebagai antibiotika. Di sektor keuangan, krisis ekonomi akibat hutang selalu diatasi dengan hutang kembali! Jerman lebih menghendaki agar seluruh negara Eropa bersatu untuk mempunyai sikap mental positif: Melakukan reformasi keuangan, dan BERDISIPLIN MELAKUKAN PENGETATAN ANGGARAN. Rakyat harus sadar akan hal itu, dan mau berprihatin untuk mengurangi jor-joran belanja konsumtif.

So…Ladies and gentlemen…ternyata sikap mental disiplin memang abadi, dari jaman nabi hingga kini. Dan untuk segala semua sektor, termasuk sektor keuangan…

Salam disiplin finansial…

Drg. T.A. Tatag Utomo, MM., ASM

Direktur Pendidikan KPPSM
‘Pelatihan Pengembangan SIKAP MENTAL’
F.X. Oerip S. Poerwopoespito
WISMA KPPSM
Cibubur Indah III Blok F-7 Jaktim 13720
T: (021) 8716968, F: (021) 8719981
email: tatag@kppsm.com, website: www.kppsm.com
Weblog: www.pengembangankarakter.com
HP: 0818-874430, YM: tatag_kppsm@yahoo.com

FB: Tatag Utomo

FB: Pengembangan Sikap Mental Positif

Twitter: @tatagkppsm

About Tatag Utomo

Baca artikel sikap mental positif menarik lainnya :