KONSEP 5 M UNTUK MEMBANGUN KEBIASAAN BER-PERILAKU dan BER-SIKAP MENTAL POSITIF

June 24, 2011 by Tatag Utomo · Leave a Comment 

Kasus demi kasus sikap mental, perilaku, karakter atau perbuatan negatif terus mendera bangsa ini. Kasus Nazaruddin, Melinda Dee, Nunun Nurbaiti, Ruyati, Kisruh PSSI, muncul sebagai berita yang menghiasi halaman-halaman depan surat kabar. Itu belum selesai, sudah ditambah lagi dengan dugaan masalah’nyontek masal’ di SDN Gadel II Jawa Timur , SDN di Pesanggrahan Jakarta Timur.

Nyontek massal ini melibatkan semua guru dan seluruh murid dalam pengisian ujian UAN. Dalam kasus di SDN Gadel II, saksinya adalah salah satu siswa sekolah itu yang melaporkan kepada sang  orangtua. Orangtuanya pun melapor ke Walikota. Namun apa yang didapat? Keluarga siswa yang melaporkan kecurangan ujian tersebut malah dikucilkan dan konon diusir dari kampung tempat tinggalnya. Dalam kasus di Pesanggrahan, saksi juga adalah seorang siswa sekolah  tersebut yang memberikan kesaksian langsung di sebuah acara talkshow TV.

Metro TV memberitakan dengan gayanya yang khas, bahwa telah terjadi bencana yang jauh lebih mengerikan dari Gempa, Tsunami atau Banjir Bandang, yaitu: Bencana Runtuhnya Moral Kejujuran. Ya, saya sangat setuju. Menyontek adalah sebuah kenakalan yang mungkin sering ditemui dalam diri seorang siswa. Dan jujur saja, saya juga pernah nakal dengan diam-diam mencontek di kelas pada jaman SMP dahulu (dengan perasan sangat takut ketahuan bapak/ibu guru). Tetapi jika nyontek ini malah didorong oleh guru agar dilakukan bersama-sama,, artinya didukung oleh sistem -dengan alasan apapun-, rasanya sudah sangat berlebihan tingkat kesalahannya.

Melalui peristiwa itu, anak-anak sudah mendapatkan pelajaran untuk berbuat ‘collective dishonesty’ yang luar biasa. Akan timbul negative future values pada anak-anak tersebut, dimana akan terbentuk pemahaman sikap bahwa: Ketidakjujuran adalah sebuah keniscayaan jaman,  sebuah kelumrahan budaya kini, dan malah sebuah cara singkat, cepat, dan terbaik untuk mencapai tujuan. Gawat bukan?

Padahal sekarang, di negeri ini saja, terasa bahwa masyarakat semakin permisif terhadap kegiatan-kegiatan ketidakjujuran, seperti korupsi, suap, pencurian, pemalsuan, plagiarisme, bahkan jika dilakukan secara berjamaah atau kolektif. Bahkan masyarakat tampak juga kini makin ‘biasa’ dengan kesalahan yang dilakukan seperti oleh Ariel Peterpan dan Luna Maya. Hmmm…

Sekali lagi saudara sekalian, saya bukan manusia yang suci, yang tidak pernah melakukan kesalahan. Tetapi melihat derajat peningkatan level dari perbuatan negatif seperti ini, rasanya kok sudah keterlaluan. Akhirnya memang akan terpulang pada diri kita semua -orang-orang tua dan dewasa- ini, untuk kembali mengedepankan sikap mental positif/perilaku/karakter positif dan baik dalam keseharian kita, terlebih dalam mendidik anak-anak/putera-puteri kita. Saya hanya teringat bahwa salah satu dosa terbesar bagi kita orangtua adalah mengajarkan kesesatan pada anak-anak. Dan dalam kitab-kitab suci disebutkan bahwa ‘anak-anak adalah yang empunya sorga’. Jadi, memang kesalahan amat besar jika kita mengajarkan perbuatan kesesatan yang berat pada mereka.

Sulit benar ya, tampaknya untuk berbuat baik atau ber-sikap mental positif di negeri ini? Sebetulnya tidak. Dan, ada bantuan untuk memudahkannya. Yaitu, Kita bisa menggunakan konsep 5 M untuk mulai melangkah. Yaitu: Mulai dari Sekarang, Mulai dari Diri Sendiri, Mulai dari Hal-hal Kecil, Mulai dengan Membahagiakan Orang Lain, dan Minimal, mulai untuk Tidak Menyusahkan Orang Lain.

Mulailah dari sekarang ladies and gentlemen…untuk mencoba berbuat baik, bersikap mental positif. Kapan lagi jika tidak? Dan tak perlu menunggu dari orang lain atau membuat prasyarat bahwa orang lain harus melakukannya lebih dulu. Tetapi jauh lebih mudah jika kita menuntut diri sendiri untuk berbuat baik. Dan kita bisa memulai dengan hal-hal yang tampak remeh, kecil, atau sederhana. Misalnya saja, selalu memberikan senyum pada orang-orang lain di sekitar kita. Bersifat ramah dan sopan. Sangat simple…Dan semua hal baik itu kita lakukan dengan niat mulia, untuk membahagiakan orang lain. Dan jika semua itu masih terasa berat, masih ada hal yang lebih mudah lagi untuk dilakukan, yaitu: Setiap saat kita berusaha untuk tidak menyusahkan orang lain. Antri dengan tertib, tidak membuang sampah semabarangan, atau tidak membuat graffity liar di tembok umum, itu saja sudah baik. Tingkat lebih lanjutnya, kita bisa mencoba membuat tindakan-tindakan altruistis atau filantropis yang lebih berskala besar…

Dan silakan rasakan…bahwa dengan berbuat baik, berperilaku, ber-sikap mental positif atau ber-karakter positif, ada rasa yang indah yang akan menyelimuti kalbu. Rasa damai, tenang dan bahagia…dan rasa-rasa seperti ini terasa sangat indah, karena jelas adalah milik/karunia Tuhan sendiri…

Ayo ber-perilaku dan bersikap mental positif dengan 5 M

Drg. T.A. Tatag Utomo, MM., ASM

Direktur Pendidikan KPPSM
‘Pelatihan Pengembangan SIKAP MENTAL’
F.X. Oerip S. Poerwopoespito
WISMA KPPSM
Cibubur Indah III Blok F-7 Jaktim 13720
T: (021) 8716968, F: (021) 8719981
email: tatag@kppsm.com, website: www.kppsm.com
Weblog: www.pengembangankarakter.com
HP: 0818-874430, YM: tatag_kppsm@yahoo.com

FB: Tatag Utomo

FB: Pengembangan Sikap Mental Positif

Twitter: @tatagkppsm

About Tatag Utomo

Baca artikel sikap mental positif menarik lainnya :