“BUKUKU, ROH DAN JIWAKU”

June 22, 2010 by Tatag Utomo · Leave a Comment 

“Aaaah..buat apa buang waktu banyak-banyak untuk membaca buku. Yang penting pekerjaan gue beres kan?” Seorang eksekutif berkata demikian, ketika diajak untuk main ke perpustakaan, atau membeli sebuah buku di toko buku.

Memang benar, pekerjaan sehari-hari bisa beres tanpa baca buku. Tetapi, saudara-saudaraku sekalian, ada yang lebih dari itu. Dengan buku, kita melakukan pemerkayaan diri, menambah wawasan, kebijakan, dan ilmu pengetahuan. Dan ini merupakan sikap mental positif   ‘SENANG MEMBACA’ yang pada akhirnya akan membawa banyak sekali manfaat.

Seorang karyawan yang tak pernah membaca buku, bisa tak terlihat kurang dalam pekerjaannya. Ia mampu melakukan pekerjaanya dari hari ke hari, bulan ke bulan dan tahun ke tahun. Namun, ada bahaya yang tak terlihat, yaitu: Roh dan jiwanya terkungkung menjadi robot rutinitas, teknikal yang kehilangan sisi humanismenya, serta cenderung menjadi orang yang kaku. Bahkan, bisa menjadi orang yang keras kepala (stubborn), karena menganggap apa yang diketahuinya (yang sedikit itu) adalah segalanya….yang tidak diketahuinya, adalah nothing. Ini adalah sikap mental negatif yang membahayakan…

Sadar tidak sadar, hasil baca itu akan mempengaruhi hal ikhwal kerja kita di manapun kita berada. Eksekutif yang jarang mengisi jiwa pikirannya dengan membaca, dapat terlihat ketika ia diajak bicara, rapat atau membuat kebijakan. Terasa dangkal, kosong atau mau serba cepat tanpa berpikir dalam. Yang paling mudah, adalah dengan melihat sorot matanya yang kadang menampilkan nuansa seadanya dan begitu-begitu saja. Kurang tampak kedalaman, kebajikan atau semangat kemajuan yang memancar dari tatapan mata mereka.

Mengapa mata, dan bukan yang lain? Rekan eksekutif sekalian, mata adalah organ otak yang paling luar yang menampilkan seperti apa jati dan diri kita. Jika otak kita berisi, tatapan atau sorot mata kita akan menampilannya demikian. Tetapi jika kepala kita kosong, maka mata-pun tak bisa berbohong, akan menampilkan kekosongan itu seperti apa adanya.

Maka, tiada lain yang harus dilakukan: Tolle, lege… tolle, lege (ambil, bacalah…ambil, bacalah) buku yang bermutu, berguna untuk keseharian kita. Sebab, hikmat dalam tulisan itu bukan untuk kertas, tetapi untuk kemaslahatan manusia. Bagaimana kita akan mengambilnya, tanpa membaca?

Salam sikap mental positif gemar membaca….

Drg. T.A. Tatag Utomo, MM., ASM

Direktur Pendidikan KPPSM
‘Pelatihan Pengembangan SIKAP MENTAL’
F.X. Oerip S. Poerwopoespito
WISMA KPPSM
Cibubur Indah III Blok F-7 Jaktim 13720
T: (021) 8716968, F: (021) 8719981
email: tatag@kppsm.com, website: www.kppsm.com
Weblog: www.pengembangankarakter.com
HP: 0818-874430, YM: tatag_kppsm@yahoo.com

FB: Tatag Utomo

FB: Pengembangan Sikap Mental Positif

Twitter: @tatagkppsm

About Tatag Utomo

Baca artikel sikap mental positif menarik lainnya :