MENABUNG ATAU MENYESAL…

November 27, 2012 by Tatag Utomo · Leave a Comment 

Sebuah penelitian di sebuah kawasan industri di Jawa Barat menunjukkan, bahwa 70 % karyawan di sana terlibat masalah hutang, khususnya hutang dengan kartu kredit. Saya sendiri melihat, seorang office boy di perusahaan kertas kemasan di sana beratraksi gali lubang dalam hidupnya dengan menggunakan pinjaman dari 3 kartu kreditnya. Luar biasa…

Jadi, alih-alih menyimpan, mereka lebih banyak mengeluarkan uang dengan seabrek alasannya. Dan kalau sikap mental negatif ini terus menerus terjadi, maka bisa menjadi masalah serius dalam keuangan. Jika angka 70 % tadi juga mewakili rakyat Indonesia keseluruhan, maka jelas, kesiapan rakyat Indonesia menghadapi krisis adalah cukup lemah. Kita bisa melihat data survei melek finansial dari VISA pada Januari 2012, yang menyatakan bahwa Indonesia mempunyai skor 27,7 dengan peringkat 27 dari 28 negara yang diteliti, yaitu di atas Pakistan. Dalam kesiapan menghadapi krisis, Indonesia ada di peringkat 3 terbawah di atas Ukraina dan Pakistan, dan menempatkan warganya tidak mempunyai dana untuk kondisi darurat selama minimal 3 bulan kedepan.

Lalu apa solusinya? Salah satu yang paling mendasar adalah dengan pendidikan cerdas finansial. Dari kecerdasan tersebut, menabung adalah sikap mental dasar dari segalanya. Niat kuat untuk menyisihkan sebagian pendapatan dalam langkah pertama adalah kuncinya. Jika tidak, maka kata menyesal-lah yang akan datang. Kita akan melihat tentang apa dan bagimana menabung…

Bang bing bung ayo nabung…” Itulah cuplikan syair lagu dari Titik Puspa yang mengajak anak untuk rajin menabung. Kelihatan sederhana, namun menabung adalah sikap yang sangat positif. Terlebih lagi, menabung adalah konsep paling pertama dan mendasar dari ilmu keuangan.

Kita lihat saja…bagaimana kita bisa berinvestasi jika tidak mempunyai tabungan? Mungkin bisa, tetapi posisi keuangan menjadi tidak aman alias berbahaya. Karena kemungkinan besar kita menabung menggunakan hutang! Dan dari ilmu asuransi -sebagai ilmu keuangan yang paling kuat-, dasarnya adalah arisan. Arisan sendiri adalah pola menabung teratur dalam sebuah kelompok.

Namun, banyak orang yang mengatakan bahwa menabung itu hanya untuk orang kaya yang berlebih uang. Kalau kita-kita yang miskin, bagaimana bisa menabung? Memang, secara materi, gaji Rp.5 juta-lah minimal yang bisa membuat orang lebih mudah menabung. Dibawah itu, sulit rasanya…

Namun, apa yang terjadi sesungguhnya? Banyak orang dengan gaji Rp. 5 juta ke atas yang bekerja di kawasan Sudirman dan Thamrin, tidak mempunyai tabungan berarti dalam hidupnya. Namun, gaya hidupnya? Gadgetnya? Tas atau pakaiannya? Oh my God…selalu up to date, in fashion dan jelas…expensive…Selidik punya selidik, ternyata nafsu konsumsi mereka memang nyaris tak berujung. Jadi, berapapun penghasilannya, tetap saja tak mencukupi. Umur sudah masuk 40 tahunan, mereka masih mengontrak rumah (padahal sebetulnya sudah bisa menyicil).Lebih parahnya, merekalah sasaran telepon masuk dari debt collector yang sangat mengganggu perusahaan tempat mereka bekerja. Yang….membuat stres para receptionist-nya…

Gaji besar memang bukan jaminan sejahtera. Bahkan para pemain Liga Primer Inggris juga terancama bangkrut. Padahal, gaji mereka bisa membuat orang melotot dan meneteskan air liur terus menerus. Bayangkan saja, rata-rata gaji pemain Liga Primer Inggris adalah 1,47 juta poundsterling atau sekitar Rp. 22,4 miliar per tahun, atau rata-rata 56 kali manajer di Inggris! Pemain Internasional Inggris Lee Hendrie mengumumkan dirinya bangkrut karena menimbun hutang pajak Rp. 3 miliar. Padahal, gajinya di masa puncak adalah Rp. 371 juta per minggu. Mengapa? Rata-rata karena mereka memiliki gaya hidup bermewah-mewah yang melebihi pendapatannya, atau tidak mampu mengelola keuangannya dengan baik, dengan mengutamakan tabungan dibandingkan pengeluaran. Tahun 2011, kiper Tottenham Hotspur mengumumkan pailit kepada pengadilan setelah menunggak hutang sekitar 5 juta poundsterling, akibat akademi sepak bola non profit-nya merugi.

Mike Tyson yang punya pendapatan Jutaan dollar pun akhirnya bangkrut karena memiliki sikap mental keuangan yang  sangat buruk. Boro-boro menabung, seluruh uangnya hampir digunakan untuk berfoya-foya setiap malam dan membeli barang-barang yang super mewah…

Sementara, Pak Wasno seorang pedagang mie ayam keliling di rumah saya sangat hemat dalam hidupnya, sehingga dapat mempunyai 10 pintu rumah kontrakan dengan bantuan pinjaman dari BRI. Dan pinjamannya selalu dibayar dengan lancar sehingga BRI selalu siap memberi pinjaman kepadanya…

So…apa sebetulnya rahasia menabung itu? Apakah hanya karena penghasilan yang besar? Tidak juga. Cara menabung yang baik adalah:

  1. Disiplinkan Diri, Bahkan Sedikit Paksa diri Anda. Jika tidak dipaksa, Anda ndak bakalan nabung-nabung.
  2. Pay Yourself First. Sisihkan pertama kali gaji Anda untuk ditabung. Baru gunakan sisanya untuk dibelanjakan. Rata-rata orang kebalikannya. Gunakan dulu atau dibelanjakan dulu, baru ditabung. Biasanya sisa yang ditabung jadi tidak ada.
  3. Start Saving when You Start Earning. Ya, menabung sejak anda berpenghasilan (bukan hanya sejak gajian ya). Artinya sejak mempunyai penghasilan pada saat muda, sebaiknya Anda mulai menabung.
  4. Lakukan Penghematan. Lihat penghematan apapun yang bisa dilakukan dalam hidup Anda. Misalnya jika Anda bisa ambil putih telur gratis dari toko kue di sekitar Anda, maka anda akan sedikit menghemat uang belanja lauk. Bila Anda biasa potong rambut di salon, cobalah untuk potong rambut di tempat biasa saja, karena kualitasnya sebetulnya nyaris tak jauh berbeda.
  5. Biasakan Bawa Uang dalam Dompet Cukup-cukup saja. Membawa uang berlebihan dalam dompet akan mendorong perilaku konsumtif. Rasanya ingin membeli apa saja yang menarik.
  6. Tekankan Membeli karena Kebutuhan dan Bukan Keinginan (need based buying). Sekali lagi usahakan membeli barang benar-benar karena dibutuhkan dan bukan karena ingin. Jika HP Anda masih oke dalam menjalankan kehidupan dan bisnis Anda…mengapa perlu membeli smartphone yang baru?
  7. Hati-hati Menggunakan Kartu Kredit. Benda inilah yang biasanya akan menguras uang Anda, bukan malah menambahnya. Pastikan hanya 1 atau maksimum 2 kartu saja yang Anda punya, dan gunakan hanya untuk belanja kebutuhan pokok atau darurat, dan segera lunasi pembayarannya. Semua sudah tahu bunga keterlambatan yang dikenakan kartu kredit besar!
  8. Usahakan Menabung Teratur. Ingat prinsip time value of money,. Semakin lama dan semakin teratur Anda menabung, maka hasilnya akan besar. Mengapa? Karena ada pengembangan secara exponential, bukan hanya sekedar deret hitung saja. Lihat rumus Future Value= PV (1+i)n.
  9. Pilih Bank yang Sehat dan Bereputasi Baik, dan masuk program penjaminan atau LPS dari pemerintah.
  10. Tabung/investasikan uang Anda secara regular (bulanan). Prinsip ini memnuhi kaidah dollar/rupiah cost averaging, yang akan memberi hasil yang optimal tinggi, yang mampu melawan kondisi turbulensi ekonomi akibat krisis…

Tunggu apa lagi…segera mulai sikap mental positif untuk menabung mulai dari sekarang, mulai dari sedikit-sedikit, dan mulai dari diri sendiri untuk menabung…

Oke… have a nice saving

Drg. T.A. Tatag Utomo, MM., ASM

Direktur Pendidikan KPPSM
‘Pelatihan Pengembangan SIKAP MENTAL’
F.X. Oerip S. Poerwopoespito
WISMA KPPSM
Cibubur Indah III Blok F-7 Jaktim 13720
T: (021) 8716968, F: (021) 8719981
email: tatag@kppsm.com, website: www.kppsm.com
Weblog: www.pengembangankarakter.com
HP: 0818-874430, YM: tatag_kppsm@yahoo.com

FB: Tatag Utomo

FB: Pengembangan Sikap Mental Positif

Twitter: @tatagkppsm

About Tatag Utomo

Baca artikel sikap mental positif menarik lainnya :