REVOLUSI MENTAL PELAKU DUNIA INDUSTRI KEUANGAN

March 22, 2016 by Tatag Utomo · Leave a Comment 

Pantas saja dunia mengalami krisis terus terusan, bolak balik dan makin mengancam. Penyebab yang terutama adalah sikap mental, perilaku dan karakter pelaku dunia industry keuangan yang masih somplak! Tengok saja kisah berikut ini, yang diambil juga dari Kompas:

Skandal manipulasi LIBOR Inggris yang terkuak kemarin ternyata mengungkap kebobrokan sikap mental sector keuangan yang terbukti belum banyak berubah sejak krisis finansial global 2008. Implikasi dari skandal yang melibatkan pialang Tom Hayes (35) ini berskala global karena bunga LIBOR (London Interbank Offered Rate) ataudisebut: Bunga pinjaman antar bank di London, selama ini jadi patokan dalam semua kontrak dan transaksi keuangan senilai triliunan dollar AS, bukan hanya di Inggris, melainkan juga di dunia. Hal itu mulai dari transaksi keuangan canggih hingga penetapan bunga pinjaman bank dan bunga kredit kepemilikan rumah.

Hayes yang berjulukan genius, ”Rain Man” dan ”LIBOR Machiavelli”, pernah bekerja di UBS dan Citigroup selama 2006-2010. Selama kurun waktu itu, ia didakwa melakukan delapan konspirasi manipulasi LIBOR. Keserakahan jelas adalah motif utamanya. Dari profesinya, dia kaya raya di usia muda.

Gilanya, Hayes dengan enteng mengungkapkan, praktik manipulasi LIBOR merupakan praktik umum yang marak, meluas, dan terang benderang karena dilakukan dengan sepengetahuan para manajer senior atasannya, bahkan CEO bank. Jadi, mustahil pihak-pihak terkait tidak sadar dengan praktik ini. Sinyalemen bahwa sector keuangan sebagai jantung perekonomian dunia dipenuhi psikopat dipertegas oleh pengakuan Hayes. Pasar, menurutdia, dipenuhi pialang yang bisadisuap untuk memanipulasi LIBOR. Hampir semua bank melakukan itu dan LIBOR digambarkan tak lebih hanyalah dagelan (literally a joke).

Hanya disuap dengan selembar coklat Mars saja, para banker dan pialang bisa mengatur LIBOR sesuai pesanan. Mereka tak memikirkan implikasinya! Hayes tak melihat ada yang salah dalam sepak terjang dia dan sejawatnya. Transparansi dimaknai: Manipulasi adalah sesuatu yang sudah diterima umum, bukan rahasia lagi dan tidak perluditutup-tutupi. Hayes adalah orang pertama yang pernah diadili di dunia terkait skandal LIBOR. Namun, skandal ini bukan pertama kalinya terjadi. Pada 2006, sejumlah bank terkemuka dunia, termasuk Barclays (Inggris), UBS (Swiss), dan Royal Bank of Scotland (Skotlandia), juga dijatuhi denda akibat masalah yang sama.

Sebagai respons terhadap skandal waktu itu, Komisi Eropa pada 2006 mengusulkan reformasi regulasi dengan memindahkan pengawasan dan pengaturan LIBOR yang sebelumnya di tangan Asosiasi Bankir Inggris di London ke European Securities and Markets Authority di Paris.Tujuannya untuk lebih mengawal penegakan tata kelola yang baik dan transparansi, mencegah konflik kepentingan, serta menjamin representasi LIBOR itu sendiri.Penetapan dan pengawasan LIBOR diperketat agar tak mudah dimanipulasi. Skandal Hayes yang terbongkar 2013 menunjukkan, para petualang seperti Hayes tidak jera juga!

So, ladies and gentlemen….Revolusi mental adalah mutlak diadakan.Jangankan untuk Indonesia yang banyak permasalahan sikap mental, perilaku atau karakter. Di dunia sono di Inggris, Amerika, Eropa, Afrika ternyata sama sajadiperlukan. Mengapa? Karena masih banyak mentalitas, sikap mental, perilaku atau karakter yang somplak dan koplak disana, termasuk dalam dunia atau industri keuangan…
Salam berjuang untuk Revolusi Mental di seluruh dunia….

Drg. T.A Tatag Utomo, MM., ASM
Direktur Pendidikan KPPSM F.X. Oerip S. Poerwopoespito
Wisma KPPSM
Cibubur Indah III Blok F-7 Jakarta Timur 13720
T: 021-8716968, F: 021-8719981
HP/WA: 0818874430
e: tatag@kppsm.com
FB: tatag utomo, FB: Pengembangan Sikap Mental Positif
Youtube: KppsmVideo
Weblog: www.pengembangankarakter.com

About Tatag Utomo

Baca artikel sikap mental positif menarik lainnya :