SIKAP MENTAL POSITIF DALAM INDUSTRI KEUANGAN

August 24, 2010 by Tatag Utomo · Leave a Comment 

Kompas Senin 24 Mei 2004 pernah memberitakan tentang persaingan tidak sehat, sangat sengit dan menjurus sampai tingkat hancur-hancuran yang mengancam pasar obligasi. Adapun persaingan yang terjadi adalah persaingan komisi, dimana perusahaan efek berlomba menawarkan fee (komisi) yang sangat rendah, bahkan konon bisa sampai 0 (nol) persen.

Dalam tender penjamin emisi obligasi perusahaan yang berperingkat bagus seperti “idAA+” dari Pefindo, sudah ada yang menawarkan dengan komisi 0,4 %. Tingkat komisi ini sudah dikeluhkan banyak pihak sebagai upaya yang dapat merusak pasar. Dengan fee serendah itu, maka perusahaan penjamin akan menciptakan seolah-olah terjadi kelangkaan atau kelebihan permintaan. Ini saja sudah dipertanyakan kebenarannya.

Lalu kemudian, perusahaan efek tersebut akan cenderung bersikap mendahulukan kepentingan  sendiri atau kepentingan nasabah sendiri. Kalau ini yang terjadi, maka konsep penyelenggaraan perusahaan yang bersih, transparan dan berwibawa (good corporate governance) sudah terlanggar.

Indeks Standard and Poor’s, indeks bursa Nasdaq dan Indeks Dow Jones menukik mencapai rekor terendah tahun 2002. Apa pasal? Semuanya ini ternyata berawal adanya bom skandal keuangan, yang membuat perusahaan Amerika bernilai ratusan milyar dollar AS seketika dinyatakan bangkrut, karena skandal keuangan yang melibatkan top eksekutif perusahaan tersebut, yaitu: Mulai dari skandal Enron corp., Worldcom dan Walt Disney Company (karena manipulasi pembukuan), Tyco (karena penggelapan pajak), dan Xerox corp (juga karana manipulasi pembukuan). Begitu juga dengan Global Crossing yang bangkrut akibat pegawainya menghilangkan dokumen penting. Ini semua menyebabkan kepercayaan investor terhadap keamanan investasi di AS menyurut. Dan sedihnya, manipulasi-manipulasi ini diduga juga melibatkan konsultan kondang seperti Arthur Andersen.

Jika anda mempunyai perusahaan dan ingin perusahaan bertumbuh besar dan langgeng, mulailah untuk membuat perusahaan yang sungguh bernuansa ‘good corporate governance’ yang berdasarkan sikap mental positif/perilaku/karakter positif seperti sikap Jujur (faithful), adil (justice) dan sehat (fairness). Tetapi jika ingin mengalami kehancuran (cepat atau lambat) tak perlu belajar dari sejarah, dan meneruskan sikap-sikap/perilaku/karakter negatif, seperti melakukan mark up, insider trading, manipulasi pajak dan laporan keuangan, rekayasa negatif keuangan, melakukan moral hazard dan fraud dan sebagainya….So? Pilihan ada di tangan anda! Cuma harap diingat, kejatuhan perusahaan anda dapat menyeret anda dalam kesulitan yang tak terbayangkan sebelumnya, serta menyebabkan banyak orang menderita.…..

Salam sikap mental positif dalam keuangan…

Drg. T.A. Tatag Utomo, MM., ASM

Direktur Pendidikan KPPSM
‘Pelatihan Pengembangan SIKAP MENTAL’
F.X. Oerip S. Poerwopoespito
WISMA KPPSM
Cibubur Indah III Blok F-7 Jaktim 13720
T: (021) 8716968, F: (021) 8719981
email: tatag@kppsm.com, website: www.kppsm.com
Weblog: www.pengembangankarakter.com
HP: 0818-874430, YM: tatag_kppsm@yahoo.com

FB: Tatag Utomo

FB: Pengembangan Sikap Mental Positif

Twitter: @tatagkppsm

About Tatag Utomo

Baca artikel sikap mental positif menarik lainnya :