TERORISME MIKRO

September 23, 2010 by Tatag Utomo · Leave a Comment 

Akhir-akhir ini, teroris semakin nekat. Selain merampok bank dengan brutal, mereka juga makin berani dalam menyerang aparat. Setelah polisi berhasil menangkap dan menewaskan beberapa kawanan perampok bank CIMB di Medan, teroris memberondong sebuah Mapolsek di Sumatera Utara, untuk -tampaknya- membalas dendam.

Kegiatan teror, jelas adalah merupakan suatu sikap mental/perilaku/karakter negatif yang amat buruk, karena menyakiti orang/pihak lain. Sangat berlawanan dengan ajaran untuk membahagiakan orang/pihak lain dalam ilmu sikap mental positif dari KPPSM.

Terorisme sendiri, dapat didefinisikan bebas dengan: Paham yang mengedepankan teror dalam mencapai tujuan. Biasanya, pelaku memang memandang bahwa terror merupakan satu-satunya jalan (karena jalan lain dianggal sulit atau tak bakal menghasilkan pencapaian tujuan), atau karena ingin mendapatkan hasil cepat. Bisa juga karena didasari paham yang salah atau kebencian kesumat terhadap pihak lain yang dianggap musuh. Faktor lainnya, karena adanya perasaan mendapatkan ketidakadilan dari pihak lain, yang dianggap lebih superior.

Suka atau tidak suka, faktanya terorisme merebak dan muncul di mana-mana. Di Irak, Arab Saudi, Inggris, Spanyol, Amerika, India, Pakistan, Thailand dan tentu saja tak ketinggalan Indonesia. Kuantitas dan kualitas teror yang dipakai cenderung meningkat. Bahkan para teroris sudah sangat ingin menggunakan senjata pemusnah massal seperti nuklir (dan tak peduli lagi terhadap korban sipil) untuk mencapai tujuannya.

Yang penting bagi kita eksekutif adalah: Kita harus berperan agar tidak ikut memperburuk keadaan. “Ah..saya sih bukan teroris. Jadi nggak bikin masalah kan?” Ya..mungkin kita bukan teroris secara letter leijk. Tetapi jangan-jangan, kita adalah pelaku teror dalam kecil-kecilan, bila: Sering marah-marah kepada anak kandung atau pimpinan. Memasang muka masam yang ditakuti anak buah. Sering berkata-kata kotor kepada orang lain di jalan, senang menekan atau mengancam konsumen atau malah membentak-bentak isteri atau suami di rumah.

Maka, sadar tidak sadar kita telah menjadi aktor terorisme skala mikro, yang membuat orang lain/anak/isteri/suami/anak buah/teman sejawat/klien merasa takut atau tidak senang. Dan ini bisa  menuaikan kebencian dari pihak yang merasa menjadi obyek penderita, the looser, orang tersial di dunia, dan perasaan negatif berat lainnya.

Kebencian yang akumulatif dan terasa tak tertahankan akan dapat membuat orang kalap dan meluapkannya dalam bentuk teror. Coba kita mulai supaya dalam setiap tindakan, sedapat mungkin kita tidak membuat susah orang lain, tidak menyakiti/menyinggung atau membuat orang lain tidak berdaya karena ketidakadilan yang kita ciptakan….

Salam antiteror….

Drg. T.A. Tatag Utomo, MM., ASM

Direktur Pendidikan KPPSM
‘Pelatihan Pengembangan SIKAP MENTAL’
F.X. Oerip S. Poerwopoespito
WISMA KPPSM
Cibubur Indah III Blok F-7 Jaktim 13720
T: (021) 8716968, F: (021) 8719981
email: tatag@kppsm.com, website: www.kppsm.com
Weblog: www.pengembangankarakter.com
HP: 0818-874430, YM: tatag_kppsm@yahoo.com

FB: Tatag Utomo

FB: Pengembangan Sikap Mental Positif

Twitter: @tatagkppsm

About Tatag Utomo

Baca artikel sikap mental positif menarik lainnya :