Products & Services

PRODUK DAN JASA PELAYANAN
********************************

A.    PRODUK PELATIHAN

1)    MEMBANGUN KARAKTER POSITIF KARYAWAN PERUSAHAAN MELALUI PENGEMBANGAN “SIKAP MENTAL” (Jenis pelatihan yang paling diminati oleh klien kami)
Benefit: Karyawan/eksekutif menjadi mau dan mampu berperilaku ke arah yang lebih positif, sehingga mempunyai produktifitas dan daya saing yang optimal, dengan penuh kesadaran.

Pokok Bahasan:
Pokok pengertian tentang “sikap mental”,”Sikap Mental” yang Berkaitan dengan: Perusahaan, Pimpinan, Anak Buah, Teman Sejawat, Pekerjaaan, Konsumen, Relasi dan Rekanan, Lingkungan, Diri Sendiri, Kaitan “Sikap Menta”l dengan Manajemen dan Upaya Menjadikan “Sikap Mental” Positif sebagai Bagian dari Karakter.

Fakta:
* Dari berbagai faktor yang menentukan sukses seorang manusia bukanlah otak, iptek, keterampilan atau kecanggihan sistem, melainkan: “SIKAP MENTAL”NYA.
* “Sikap mental” tetap bisa berkembang dan berubah di usia dewasa, asalkan orang tersebut masih mempunyai NIAT untuk menggapai keadaan yang lebih baik.
* Pelatihan ini –yang sudah dilakukan di 200 perusahaan besar dan mencakup 35.000 eksekutif- mampu menumbuhkan kesadaran karyawan untuk berperilaku positif, dan mampu mencegah dari tindakan negatif yang fatal, seperti misalnya: Unjuk rasa destruktif.
* Pelatihan ini juga satu-satunya pelatihan yang dilengkapi follow up 2 tahun sampai seumur hidup secara gratis untuk memastikan adanya perkembangan dan perubahan.

2)    PENGEMBANGAN “SIKAP MENTAL” DAN PELAYANAN PRIMA
Benefit:
Para frontliners, seperti: Teller, customer service, bagian penjualan dan pemasaran menjadi mau dan mampu memberikan pelayanan yang prima untuk konsumen pada khususnya dan seluruh stakeholder perusahaan pada umumnya, yang ditunjang dengan perilakunya yang positif.

Materi Pembahasan antara lain:
·    Pokok pengertian “sikap mental”
·    Definisi pelayanan prima
·    Harapan dan rantai pelayanan konsumen
·    11 perilaku khusus dalam pelayanan prima
·    Hirarki kebutuhan dan analisis kepribadian
·    Tehnik dan etika bertelepon

FAKTA:
-     Sikap ingin dilayani, bukan hanya monopoli birokrat dan aparat pemerintah. Perusahaan yang besar, lama kelamaan cenderung ingin dilayani oleh konsumen-relasi-rekanannya. Padahal, sebagai eksekutif perusahaan, kita memang ditakdirkan untuk melayani!
-     Bisnis= 50 % menjual pelayanan dan 50% melayani pelanggan sampai kapanpun!

3)    PENGEMBANGAN “SIKAP MENTAL” DAN EFFECTIVE SALESMANSHIP
Benefit:
Tim penjualan atau pemasaran akan mendapatkan tehnik menjual yang efektif, efisien dan elegan, yang ditunjang dengan perilakunya yang positif, dan membuat konsumen bahagia!

Materi Pembahasan antara lain:
·    Pokok pengertian “sikap mental”
·   “Sikap Mental” yang berkaitan dengan konsumen
·    Filsafat dan keterampilan menjual
·    11 perilaku khusus dalam pelayanan prima dan memahami pelanggan
·    Tehnik mengajukan pertanyaan, tehnik presentasi
·    Tehnik menutup penjualan
·    Tehnik sugestif selling

Fakta:
-    Banyak penjual disuruh berjualan tanpa didasari/ kurang mendapatkan  pengetahuan tehnik menjual dan latihan/simulasi menjual (shadow selling) yang  memadai
-    Banyak penjual mempunyai  product knowledge yang rendah. Akhirnya, mereka menjual dengan mengedepankan belas kasihan dalam closing-nya…

4)    BUDAYA KERJA UNGGUL MASA KINI DAN MENDATANG
Benefit:
Eksekutif akan mempunyai perilaku kerja hebat yang sesuai dengan bidang kerjanya masing-masing, yang pada akhirnya akan membentuk budaya kerja unggul, yang semakin dibutuhkandalam era yang semakin  hiperkompetitif

Materi Pembahasan:
·    Dasar Pengertian Budaya dan Budaya Kerja Unggul
·    Gambaran Persaingan Industri Indonesia dengan Bangsa-bangsa Lain di
dunia
·    Bekerja Totally & Completely sebagai dasar Budaya Kerja unggul yang
Terutama
·    Membahas 43 sikap kerja unggul yang MUTLAK DIMILIKI KALAU
MAU MENANG BERSAING, antara lain: Mencintai Pekerjaan, Disiplin Waktu, Jujur, Bekerja LEBIH DARI YANG DIMINTA PERUSAHAAN, Hemat, Patuh dan Hormat pada Pimpinan serta 37 budaya kerja unggul lainnya.

5)    TEKNIK PRESENTASI BRILLIAN
Benefit:
-    Eksekutif akan mendapatkan tehnik presentasi yang lengkap, menyeluruh,
menarik, efisien dan scientific
-    Eksekutif mampu melakukan presentasi yang baik dalam bidang kerjanya
masing-masing
-    Meningkatkan keberhasilan presentasi dalam bidang penjualan,
pemasaran, penawaran produk atau proyek baru.

Fakta:
- Banyak orang presentasidengan  menghindari pertanyaan, karena tidak siap
- Banyak eksekutif presentasi dengan kemampuan menjawab yang tidak mantap,
sehingga membuat peserta tidak puas
- Banyak orang melakukan presentasi dengan product knowledge  yang rendah
(contoh: Orang yang presentasi dalam masalah asuransi atau keuangan),
sehingga membuat mereka tidak mampu menjawab pertanyaan mendasar
- Banyak eksekutif presentasi dengan gaya dosen yang kaku sehingga kurang
didengar oleh partisipannya
- Banyak eksekutif presentasi dengan variasi yang kurang, sehingga peserta sering
tertidur…

6)    HEALTH QUOTIENT (CERDAS KESEHATAN) UNTUK EKSEKUTIF
Tujuan :
- Meningkatkan kecerdasan kesehatan eksekutif untuk menjaga kesehatan jiwa raga secara holistik, melalui ilmu kedokteran modern, kedokteran alternatif, olah spiritual dan perilaku sehatnya itu sendiri, sehingga terhindar dari penyakit parah yang terlalu dini atau bahkan bisa dihindari sama sekali.
- Mencegah perusahaan rugi milyaran rupiah karena eksekutifnya sakit berat
- Meningkatkan kesuksesan program K3 (Kesehatan dan Keselamatan Kerja) di  perusahaan

Fakta:
- Terserang penyakit berat/parah di bawah umur 80 tahun, biasanya lebih banyak karena perilaku hidup sehatnya yang salah, dan bukan karena nasib (Paul D. White)!
- Tahun 2005, 25 % masyarakat usia produktif. Jakarta sudah mengalami hipertensi yang berpotensi menjadi stroke dalam 10 tahun ke depan (population based survey, menggunakan monitoring trends in determinant of cardiovascular disease/Monica)
- Jumlah penderita Dibetes Mellitus di Indonesia sudah mencapai ranking 4 di  dunia, dan sebagian besar eksekutif masuk didalamnya.

7)    ETIKA BISNIS UNTUK EKSEKUTIF DALAM ERA GCG (Good Corporate Governance)
Benefit:
·    Eksekutif menjadi lebih sadar dan memahami tentang pentingnya nilai-nilai “sikap mental”, etika dan moral dalam berusaha dan bekerja sebagai eksekutif.
·    Eksekutif menjadi lebih sadar dan memahami tentang perlunya perusahaan mengembangkan dan mengamalkan nilai moral dalam kegiatan usahanya.
·    Eksekutif memahami tangung jawab perusahaan terhadap karyawan, pemerintah, konsumen, masyarakat dan alam sekitarnya.
·    Memberikan kemampuan pada perusahaan untuk mengembangkan, merencanakan, mengorganisir, mengendalikan fungsi tanggung jawab sosialnya.
·    Membantu pelaksanaan Good Corporate Governance di perusahaan
·    Membantu mencegah perusahaan menjadi sosok psikopat (menurut Diagnostic and Statistical of Mental Disorders-IV yang diterbitkan oleh American Psychiatric Ass, banyak korporasi= manusia psikopat, karena menunjukkan gejala-gejala : Egois, pengecut, amoral, tidak pernah merasa bersalah terhadap orang lain, berbahaya bagi orang yang dipimpin- Penelitian Mark Archer, sutradara film dokumenter terbaik JiFFest 2005 –“The Corporation”)

Materi Pembahasan:
“Sikap Mental” sebagai Dasar untuk Beretika, Nilai dan Nilai Moral, Etika dalam Bisnis dan Manajemen, Kebijakan Sosial Perusahaan, Tanggung Jawab Sosial Perusahaan, Bisnis dan Pemerintah, Bisnis dan Konsumen, Binsis dan Masyarakat Sekitarnya, Bisnis dan Lingkunagannya, Korupsi dan Konflik Kepentingan, Perusahaan dan Karyawan, Menilai Prestasi Sosial Perusahaan.

8)    INTUISI BISNIS UNTUK MANAJER
Benefit:
Memberi kemampuan para eksekutif pengambil keputusan untuk mengembangkan dan mengasah intuisinya, sebagai finishing touch dalam memgambil keputusan atau membuat kebijakan

Materi Pembahasan antara lain:
·    Pengertian dasar tentang Intuisi
·    Tes untuk mengetahui kemampuan intuisi
·    Ciri seorang manajer dengan kemampuan intuisi tinggi
·    Pengaruh intuisi terhadap kualitas manajer
·    Ekstrovert and introvert manager
·    Mengintegrasikan kemampuan otak kiri dan kanan dalam membuat keputusan  benar dan dalam waktu yang tepat

Fakta:
- Banyak pemimpin bisnis yang tak pernah menyangka bisnisnya akan sebesar dan seberhasil sekarang. Dan secara jujur megakui, intuisinyalah yang menuntun keputusan-keputusan starategis yang akan membawa langkah perusahaan menjadi berkembang pesat.
-  Intuisi adalah keterampilan otak yang dapat dilatih dan akan sangat mendukung manajemen yang anda lakukan atau terapkan.
- Salah intuisi kadang mengakibatkan kita membuat keputusan yang salah secara fatal dan menyeret perusahaan dalam kesulitan besar.

9)    REALISTIC, INTEGRATED AND SCIENTIFIC MOTIVATION
Tujuan:
Membantu eksekutif untuk mempunyai kemampuan menjadi motivator bagi diri sendiri maupun orang lain dalam mencapai keadaan yang lebih baik di perusahaan, dengan isi motivasi yang matang, karena melalui pemikiran yang realistis, menyeluruh dan sainstifikal

MATERI PEMBAHASAN antara lain:
·    Definisi dan latar belakang motivasi
·    Pembagian kelompok Individu
·    Jenis dan Sifat Motivasi
·    Bahaya Motivasi dan pembahsan motivasi yang telah banyak dilakukan orang
·    Kasus-kasus motivasi
·    Mesin RIS Motivasi.

Fakta:
-    “Go..go..go..win..win..win..yes..yes..yes..Adalah jenis motivasi yang sering dipakai untuk segala kondisi. Namun faktanya, motivasi  tak sesederhana  yang dibayangkan, karena sangat situasional dan perlu belajar keras, pendidikan, pengetahuan, wawasan, iptek, filosofi dan logika yang memadai. Jika tidak, kata-kata motivasi itu malah  kontraproduktif dan malah merupakan bentuk provokasi.”
-     Beberapa motivator membangkitkan motivasi dengan tehnik-tehnik yang tampak mencengangkan. Yang, ternyata adalah trik fisika dan kimia yang memang mudah dilakukan, seperti misalnya: Berjalan di Api. Sesungguhnya, tehnik itu membutuhkan tenaga dalam yang harus berlatih minimal berbulan-bulan. Bagaimana bisa hanya dalam pelatihan singkat??

10)    KOMUNIKASI BISNIS UNTUK EKSEKUTIF
Benefit: Membantu eksekutif agar mampu berkomunikasi efektif-efisien, terhindar dari kesalahan fatal akibat miskomunikasi, serta memperbesar kemungkinan keberhasilan kegiatan bisnisnya melalui komunikasi yang elegan.

Pokok Bahasan antara lain:
Memberi pemahaman tentang komunikasi bisnis dalam bentuk oral, verbal, nonverbal, penulisan memo, membuat proposal bisnis, public speaking, presentasi bisnis, teknik membuat berita buruk, menulis berita dan permintaan rutin, press releasee, perilaku komunikasi yang etis dan menulis dengan persuasif.

Fakta:
Dalam berbisnis, bidang yang paling sering terjadi kesalahan adalah bidang komunikasi. Dan perilaku negatif komunikatornya yang sering menyebabkan kesalahan itu terjadi
Nyaris separuh dari kegagalan aliansi seperti merger adalahkarena kegagalan berkomunikasi untuk memadukan perbedaan budaya di antara mereka…
Salah komunikasi dari pemimpin bisa menimbulkan kejadian tak terbayangkan, misalnya unjuk rasa destruktif karyawan, pemogokan atau bahkan tuntutan hukum pihak ketiga

11)    MENGEMBANGKAN KARAKTER KUAT ANAK, MELALUI PENGEMBANGAN “SIKAP MENTAL” ORANGTUA
Benefit:
Membantu orangtua eksekutif mendidik anak dengan “sikap mental” yang tepat dan lengkap menyeluruh, sehingga anak menjadi pribadi yang berkarakter kuat dan tidak mudah terkerumus ke dalam berbagai masalah yang fatal!

POKOK BAHASAN:
·    Pokok pengertian tentang “sikap mental” orangtua mendidik anak
·    “Sikap mental” yang berkaitan dengan mendidik anak
·    Meningkatkan kualitas anak dalam bidang: Pengetahuan/keterampilan, pekerjaaan, kejiwaan, fisik dan perilakunya
·    Meningkatkan kegembiraan anak
·    Meningkatkan kesejahteraan anak

FAKTA:
* Dari berbagai faktor yang menentukan sukses seorang manusia bukanlah otak, iptek, keterampilan atau kecanggihan sistem, melainkan: “SIKAP MENTAL”NYA.
* “Sikap mental” lebih bisa berkembang dan berubah di usia dewasa, asalkan orang tersebut masih mempunyai NIAT untuk menggapai keadaan yang lebih baik.
* 80 % kemungkinan suskses anak ditentukan oleh EQ-nya, sementara dasar dari EQ tersebut adalah perilaku anak yang positif, yang diturunkan dari orangtuanya yang harus terlebih dahulu positif
* Tidak ada pasukan yang salah, yang salah komandannya. Tak ada murid yang salah, yang salah adalah gurunya. Dan, tak ada anak yang salah, yang salah adalah ORANGTUANYA!!

B.    PROSES TINDAK LANJUT (follow up) PELATIHAN

Dalam pendidikan manusia, sifat utamanya adalah orientasi jangka panjang dan berkesinambungan. Sangat berbeda dengan penggantian sparepart mesin, yang bisa memberi hasil dalam waktu cepat atau jangka pendek. Jika pendidikan atau pelatihan hanya diberikan dalam waktu singkat, maka hasilnya akan cepat terlupakan.
Hal ini dibuktikan dengan penelitian dari Harvard University mendukung: Tiga jam setelah pelatihan, materi yang menempel di benak peserta masih 80%. Tiga hari setelah pelatihan menjadi tinggal 60%. Lewat 3 bulan menjadi 45% dan setelah 6 bulan materi menyusut tinggal 15 %. Setelah itu, semua materi beresiko akan gone with the wind…..
Oleh karena itu, KPPSM sungguh memandang perlu proses follow up yang dapat dilakukan sendiri oleh pihak manajemen dan seluruh karyawan. Bentuknya adalah:

1.    Renungan Materi “Sikap Mental”
Dilaksanakan dengan membaca-merenungkan-mendiskusikan artikel “sikap mental” dari buku “Renungan “Sikap Mental” Karyawan Perusahaan” selama 2 tahun. Namun bisa diteruskan seumur hidup dengan menggunakan mini artikel sebagai e-magazine yang dikirimkan 1-2 minggu 1 kali lewat e-mail.

2.    On the job training
Melakukan beberapa konsep perilaku atau “sikap mental” yang dilakukan atas dasar:
Fakta atau data kuantitatif sebelum pelatihan
Briefing mengenai perubahan yang akan dilakukan dan targetnya
Fakta atau data kuantitatif paska on the job training selesai
Penghitungan hasil dalam bentuk rupiah/dollar atas perubahan perilaku  yang positif yang terjadi

3.    Pembelajaran On-line
Dilakukan dengan membuka dan mempelajari www.kppsm.com (gratis), Blog: IndonesiaCharacter.multiply.com (gratis) dan e-magazine dalam bentuk mini artikel yang dikirimkan KPPSM selama seumur hidup gratis, jika tak ada hambatan yang berarti

4.    Konsultasi
KPPSM memberikan konsultasi mengenai masalah perilaku yang berkaitan dengan pelatihan seumur hidup gratis, pada waktu yang memungkinkan

5.    Lagu Mars
KPPSM membuat lagu mars untuk membangkitkan semangat untuk mau dan mampu menjalankan perilaku positif dengan kesadaran dan bukan keterpaksaan. Lagu dapat dipakai di perusahaan tanpa harus membayar royalti lagi.
Catatan Penting:

·    Proses pelatihan tindak lanjut ini akan lebih berhasil jika didukung komitmen penuh dari Manajemen atau Direksi

C.    KPPSM BEHAVIOUR ASSESSMENT CENTRE

Keterangan lengkap poin C. ini  lihat dalam page khusus tentang “KPPSM Behaviour Assessment Centre

D.    PELATIHAN DESAIN KHUSUS (TAILOR MADE)

Pelatihan dari KPPSM juga bisa didisain (tailor made) dan fleksibel untuk:
v    Perusahaan kecil dan mikro dengan karyawan < 20 orang
v    Jenis materi dan durasinya, menyesuaikan dengan situasi, kondisi dan kebutuhan. Misalnya, materi “sikap mental” yang dikaitkan dengan:
* Cerdas Kesehatan,
* Pendidikan anak,
* Cerdas finansial,
* Perekonomian makro,
* Strategi dalam masa krisis,
* Menyikapi perubahan,
* Manajemen waktu,
* Mengasah hati nurani dan lain sebagainya.
v    Investasinya (terutama dalam kondisi perekonomian yang sangat sulit)

E.    SEMINAR-SEMINAR PUBLIK
Dalam kesempatan khusus, kami juga mengadakan seminar-seminar yang ditujukan untuk publik umum, dengan topik yang ditentukan khusus. Peserta umumnya datang dari perusahaan-perusahaan, dan lokasi seminar menggunakan hotel atau Padepokan “Sikap Mental” milik KPPSM sendiri di Cibubur.

F. HIGHLIGHTS PELATIHAN DARI KPPSM

Highlights disini hanya dicontohkan untuk materi pelatihan nomor 1, sebagai materi yang paling diminati oleh perusahaan-perusahaan klian kami. Untuk highlights materi pelatihan lain, hanya diberikan pada saat presentasi contoh.

HIGHLIGHTS

MEMBANGUN KARAKTER POSITIF MELALUI PELATIHAN PENGEMBANGAN “SIKAP MENTAL”

HARI KE I

BAB I dan Penjelasan mengenai KPPSM

  1. Didirikan pada tanggal 23 Juli 1992. Telah berlangsung selama 18 (delapan belas) tahun.
  2. Acuan pelatihan, Filsafat
  3. Sifat Pelatihan : Intelektualitatif
  4. Metode Pelatihan : Dialog Partisipatif
  5. Suasana : Trainotainment
  6. Telah melayani hampir 200 perusahaan dan institusi lainnya
  7. Tujuannya : Menumbuhkan kesadaran berperilaku positif
  8. Membantu follow up sampai 2 th

BAB II. POKOK-POKOK PENGERTIAN “SIKAP MENTAL”

  1. Definisi “Sikap Mental”
  2. Pengaruh “Sikap Mental” terhadap kualitas manusia
  3. Pengaruh “Sikap Mental” terhadap budaya kerja Perusahaan
  4. Pengaruh “Sikap Mental” terhadap kemakmuran Bangsa
  5. Cara mengembangkan “Sikap Mental” Positif

BAB III. “SIKAP MENTAL” YANG BERKAITAN DENGAN PERUSAHAAN

”MEMBAHAGIAKAN PERUSAHAAN”

”MENEMPATKAN KEPENTINGAN PERUSAHAAN DI ATAS KEPENTINGAN

PRIBADI”

  1. Kejujuran
  2. Bekerja tidak hitung-hitungan
  3. Mempunyai rasa memiliki perusahaan
  4. Menciptakan suasana yang menyenangkan di Perusahaan :
    1. Tidak menghembuskan isu-isu negatif
    2. Tidak memperbesar masalah
    3. Tidak ”klik-klik”an
    4. Menjadi motivator, bukan menjadi provokator
    5. Tidak mencari kambing hitam
  5. Hemat
  6. Tidak apriori terhadap perubahan
  7. Tidak unjuk rasa

BAB IV. “SIKAP MENTAL” YANG BERKAITAN DENGAN PIMPINAN.

”MEMBAHAGIAKAN PIMPINAN”

  1. Patuh
  2. Hormat
  3. Bisa berbeda pendapat, tidak menjadi ”Yes Man
  4. Tidak menjilat
  5. Tidak iri hati
  6. Tidak sombong
  7. Menjadi pendengar yang baik
  8. Membuat laporan dengan cepat

HARI KE II

BAB V. “SIKAP MENTAL” YANG BERKAITAN DENGAN ANAK BUAH.

”MEMBAHAGIAKAN ANAK BUAH”

  1. Mencintai anak buah
  2. Memperhatikan anak buah
  3. Meningkatkan kualitas anak buah
    1. Memberi teladan
    2. Memberi Informasi bermutu
    3. Memberi kesempatan mengikuti pendidikan/pelatihan
    4. Memberi tugas yang menantang
    5. Merangsang senang belajar
    6. Merangsang senang bekerja
    7. Tidak memanjakan anak buah
    8. Tidak pilih kasih
  4. Meningkatkan kegembiraan anak buah
    1. Diajak omong-omong
    2. Menyanjung anak buah di depan umum
    3. Menegur empat mata
    4. Mengucapkan kata ”tolong” pada waktu memerintah
    5. Mengucapkan kata ”terima kasih”
    6. Berusaha lebih melihat prestasi anak buah
    7. Berani menegur anak buah yang salah dan membetulkannya, tidak dengan marah-marah
    8. Berani minta maaf kepada anak buah bila pemimpin merasa salah
    9. Kesalahan anak buah jangan dijadikan monumen yang selalu di ungkit-ungkit.
    10. Empati pada waktu anak buah tertimpa musibah
    11. Memberi perhatian pada momen historis
    12. Menjadi pendengar yang baik
  5. Meningkatkan kesejahteraan anak buah
    1. Kesejahteraan anak buah bukan beban tetapi tujuan
    2. Kesejahteraan anak buah bukan hanya tanggung jawab pemimpin tertinggi tetapi lebih-lebih menjadi tanggung jawab pemimpin langsung
    3. Cara meningkatkan kesejahteraan anak buah yang tidak bisa dibantah oleh siapapun. Yaitu dengan meningkatkan prestasi anak buah.
  6. Kontrol terhadap anak buah
  7. Filsafat ibu jari tangan

BAB VI. “SIKAP MENTAL” YANG BERKAITAN DENGAN TEMAN SEJAWAT

  1. Merasa satu hati
  2. Menghayati kebersamaan
  3. Menghayati kerjasama
  4. Menghayati ”gotong royong”
  5. Melihat kelebihan dan bukannya kekurangan teman sejawat
  6. Mempertajam kesamaan dan bukannya mempertajam perbedaan
  7. Menjadi pendengar yang baik.
  8. Menjadi teman dalam suka dan duka
  9. Mengerti dan menghargai prinsip-prinsip yang dianut teman sejawat
  10. Bergairah pada saat berkomunikasi
  11. Memberi perhatian pada saat-saat historis
  12. Mampu melihat keuntungan pada saat teman dipromosikan

BAB VII. “SIKAP MENTAL” YANG BERHUBUNGAN DENGAN KONSUMEN.

“MEMBAHAGIAKAN KONSUMEN”

Memuaskan konsumen secara total dengan segenap jiwa dan raga :

  1. Melayani konsumen dengan penuh gairah
  2. Menanggapi keluhan konsumen sekarang juga
  3. Memahami bahwa keluhan konsumen adalah data yang sangat mahal dan didapat dengan sangat murah.
  4. Memberi kenangan manis kepada konsumen.
  5. Mampu berkata ”TIDAK” kepada konsumen tanpa kata ”TIDAK”

BAB VIII. “SIKAP MENTAL” YANG BERKAITAN DENGAN RELASI DAN REKANAN

”Membahagiakan Relasi dan Rekanan”

”Memperlakukan Relasi dan Rekanan seperti diri sendiri”

BAB. IX. “SIKAP MENTAL” YANG BERKAITAN DENGAN LINGKUNGAN.

”MEMBAHAGIAKAN LINGKUNGAN”

”MENJAGA KESEIMBANGAN LINGKUNGAN”  yaitu :

  1. Alam
  2. Masyarakat
  3. Pekerjaan

BAB X. “SIKAP MENTAL” YANG BERKAITAN DENGAN DIRI SENDIRI, JIWA&RAGA. ”MEMBAHAGIAKAN JIWA DAN RAGA”

”MEMBAHAGIAKAN RAGA”:

  1. Makan makanan sesuai dengan kebutuhan
  2. Istirahat yang cukup
  3. Olah raga sesuai dengan kemampuan.

”MEMBAHAGIAKAN JIWA”:

  1. Melihat sesuatu yang sederhana sebagai sesuatu yang indah luar biasa.
  2. Melihat kegagalan sebagai suatu langkah awal menuju keberhasilan.
  3. Melihat perbedaan sebagai sesuatu yang sangat indah

HARI III

BAB XI. “SIKAP MENTAL” YANG BERKAITAN DENGAN PEKERJAAN.

”MEMBAHAGIAKAN PEKERJAAN ”:

  1. Bekerja secara total dan tuntas
  2. Mencintai pekerjaan, caranya :
    1. Memahami bahwa bekerja adalah belajar yang dibayar
    2. Memahami bahwa bekerja adalah bermain yang dibayar, tetapi tidak main-main
    3. Memahami bahwa bekerja adalah rekreasi yang dibayar
    4. Memahami bahwa bekerja adalah hobi yang dibayar
    5. Memahami bahwa bekerja adalah menabung yang dibayar
    6. Memahami bahwa bekerja adalah investasi yang dibayar
    7. Memahami bahwa bekerja adalah ibadah yang dibayar
  1. Bekerja adalah ibadah yang dibayar, maka
  1. Tempat bekerja adalah tempat ibadah
  2. Cara bekerja adalah cara ibadah
  3. Anak buah adalah makmum atau umat yang sedang beribadah
  4. Asset perusahaan adalah sarana ibadah
  5. Pemimpin adalah Imam
  1. Tanggung Jawab
  2. Hati-hati
  3. Disiplin
  4. Konsentrasi
  5. Kata-kata itu menghadirkan kekuatan

BAB XII. KORELASI “SIKAP MENTAL” DAN MANAJEMEN.

Betapapun canggihnya suatu sistem Manajemen, kalau perilaku “Sikap Mental” eksekutifnya negatif maka hasilnya pasti kontra produktif

BAB XIII. Cara membuat perilaku positif menjadi tabiat atau watak

seseorang

BAB XIV. PENUTUP

Yang menuntut kita berperilaku positip bukan perusahaan, bukan orang lain, bukan negara tetapi diri kita sendiri karena dengan berperilaku positif kita menjadi BAHAGIA!

Catatan :

Highlights ini adalah bentuk modifikasi untuk pelatihan 3 hari, yang dimaksudkan untuk lebih mendalami materi pelatihan sampai lubuk sanubari terdalam.

Pelatihan diselingi dengan outdoor activity, yang pilihannya bisa dilihat/dibaca dalam page ’About Us’