Pelatihan Revolusi Mental untuk Eksekutif Perusahaan….(disc.30%)

June 13, 2014 by Tatag Utomo · Leave a Comment 

Kondisi bangsa dan negara yang carut marut sungguh hanya bisa diatasi dengan REVOLUSI MENTAL manusianya, termasuk di perusahaan. Dan kami -kppsm- sejak 1992 sudah memperjuangkannya dengan mengadakan seminar, pelatihan, talk show, riset serta konseling mengenai sikap mental.

Oleh karena itu, dalam rangka ucapan syukur pelayanan

KPPSM selama 22 tahun, kami mempersembahkan PELATIHAN dengan diskon 30 %, yaitu:

PENAWARAN BERLAKU SAMPAI DESEMBER 2014, UNTUK PERUSAHAAN YANG MENGHUBUNGI SAMPAI BULAN JULI 2014

KPPSM F.X. Oerip S. Poerwopoespito
Wisma KPPSM
Cibubur Indah III Blok F-7 Jakarta Timur 13720
T:021-8716968, F: 021-8719981
HP/WA: 0818874430
e: tatag@kppsm.com
FB: Pengembangan Sikap Mental Positif
W: www.kppsm.com
Weblog: www.pengembangankarakter.com

KONSEP BAHAGIA, SEBAGAI DASAR REVOLUSI MENTAL

May 12, 2014 by Tatag Utomo · Leave a Comment 

Tulisan Joko Widodo di Kompas 10/5/2014 sungguh mengena. Bangsa Kita Indonesia, memang sudah sangat membutuhkan revolusi mental (bukan lagi evolusi) Sebab, gejala kerusakan mental bangsa sudah demikian kosmopolit dan masif terjadi dalam berbagai sektor dan perlu diambil tindakan penanganan segera.

Dari berita akhir-akhir ini makin terlihat bahwa kerusakan mental betul-betul sudah sampai level yang membahayakan, karena menerpa dunia pendidikan khususnya dan anak-anak kecil pada umumnya, sebagai generasi penerus. Kasus meninggalnya Renggo Kadafi (11), siswa kelas V SDN 09 Makasar Jakarta Timur yang dianiaya kakak kelasnya tanggal 28/4/2014 menggambarkan hal itu. Kasus Renggo belum usai, satu korban meninggal lagi Jihan Salsabila (10) siswa kelas III A SDN 14 Muara Enim yang dianiaya oleh 4 teman laki-laki sekelasnya pada 9/5/2014. Lalu kasus Emon yang menjadi predator seks 110-an anak dalam kasus sodomi dahsyat. Belum lagi geng motor brutal di Jakarta, Makasar, Garut yang didominasi anak-anak setara SMP-SMA yang sangat meresahkan masyarakat.

Memulai Revolusi Mental

Darimana revolusi sikap mental dilakukan? Yang paling penting, yaitu Pertama, dalam dunia pendidikan, terutama dunia SD. Pendidikan SD harus mengutamakan pendidikan yang mengembangkan karakter atau budi pekertinya supaya menjadi positif, kuat dan luhur. Itulah dasar nation yang baik. Termasuk juga, mendidik dan mengembangkan budi pekerti dan karakter guru atau pimpinan sekolah, sekarang kurang mendapatkan pendidikan ’keguruan’ seperti jaman IKIP dahulu.

Kedua, aparatur negara atau pegawai negeri. Bahkan di Jakarta, karakter dan budi pekerti aparaturnya yang sempat membaik, konon, kini mengendur kembali. Mereka kembali mulai berani meminta uang kepada rakyat yang dilayaninya. Katanya, karena mereka melihat Gubernurnya sedang berkonsentrasi ke pemilihan Presiden, jadi tak sempat lagi mengurus birokrasi pemerintahan.

Ketiga, kepada eksekutif atau karyawan perusahaan. Karyawan perusahaan bsa mejadi agent of change dalam perilaku, karena mereka terbiasa dengan SOP, Peraturan, 5 R, TQM, sistem Manajemen, Promosi, Demosi, Mutasi. Karyawan yang bermental positif akan menularkan perilakunya kepada keluarga. Disini kami sudah sejak 1992 bergelut memberikan pengembangan Sikap mental bagi karyawan perusahaan.

Keempat, kepada pemuka agama. Pemuka agama jelas merupakan influencer kepada umatnya. Jika ucapan atau ceramahnya berisi kebaikan atau kebijaksanaan, maka umat akan relatif terbentuk menjadi sosok bermental positif.

Kelima, kepada orangtua. Orangtua adalah pimpinan sel terkecil bangsa negara yang vital, yaitu keluarga. Orangtuanya bermental positif, sel keluarga akan menjadi positif. Orangtuanya bermental negatif, hampir pasti anak-anak yang dilahirkannya akan ’idem ditto’ juga.

Apa yang Harus Ditekankan

Yang harus ditekankan adalah tentang: Konsep Membahagiakan Orang atau Pihak Lain. Ini Yang sangat penting! Mengapa? Karena dengan membahagiakan orang lain –sebagai ciptaan Tuhan-, maka sesungguhnya kita telah membahagiakan Tuhan. Dengan menyusahkan apalagi menyakiti orang atau pihak lain, maka kita telah menyakiti Tuhan! Dengan landasan ini, diharapkan orang akan lebih mudah menjalankan perilaku aktualnya sehari-hari dengan positif, karena selalu ditujukan untuk membahagiakan Tuhan. Dan ilmu apa yang lebih indah, kuat, luhur dan agung dari pada Membahagiakan Tuhan?

Guru akan berusaha membahagiakan muridnya dengan melaksanakan pedagogi putih dan bukannya memberikan beban/metode pelajaran membosankan atau mematikan jiwanya. Aparatur negara akan membahagiakan rakyat yang dilayaninya, dengan melayani tanpa pungutan liar dan semangat dalam bekerja. Karyawan juga bekerja sepenuh hati dan jika melakukan tuntutan dengan damai, logis dan analitis. Pemuka agama membahagiakan umatnya dengan memberikan ceramah, tuntunan, wejangan yang menyejukkan dan membuat umat menjadi pribadi yang santun, luhur dan berkarakter positif. Orangtua juga berusaha membahagiakan anak dengan menjadi orangtua yang humanis dan berusaha memahami situasi dan jaman anak dalam memberikan pengertian.

Slogan yang pas untuk memulai gerakan revolusi mental ini adalah 5 M, yaitu: Mulai dari sekarang, Mulai dari Diri Sendiri, Mulai dari Hal-hal Kecil/sederhana, Mulai dengan minimal Tidak Menyusahkan Orang Lain, dan Mulai dengan berusaha Membahagiakan Orang Lain.

Detailnya, semua akan diajarkan untuk membahagikan personal stakeholdernya: Guru akan berusaha membahagiakan rekan guru, pimpinan dan terutama siswa sekolah. Aparatur akan berusaha membahagiakan pimpinan, rekan dan rakyat yang dilayani. Karyawan akan berusaha membahagiakan pimpinan, perusahaan, sejawat, anak buah, klien, konsumen, dan lingkungannya. Pemuka agama akan berusaha membahagiakan jemaah, lingkungan sekitar serta kaum dhuafa. Orangtua akan berusaha membahagiakan anak-anak, tetangga, pimpinan RT dan RW-nya.

Tentu saja, pengajarannya tidak hanya melalui ceramah, tetapi diikuti dengan suatu behavioral practices dan ditambah dengan satu kata ampuh yaitu: Teladan. Jika para superordinat seperti Guru, Orangtua, Pemuka Agama dan Pimpinan Aparatur Negara justru meneladankan sikap atau perilaku negatif dalam kesehariannya, maka sudahlah…semuanya akan sia-sia belaka. Jokowi dalam praksisnya mulai dari Walikota sampai Gubernur sudah memberikan banyak teladan kepada kita semua sebagai rakyat. Sekarang giliran kita semua membangkitkan militanisme untuk bersikapmental/perilaku/karakter positif untuk membahagiakan orang lain di sekitar kita…

Drg. T.A. Tatag Utomo, MM., ASM

Direktur Pendidikan KPPSM
‘Pelatihan Pengembangan SIKAP MENTAL’
F.X. Oerip S. Poerwopoespito
WISMA KPPSM
Cibubur Indah III Blok F-7 Jaktim 13720
T: (021) 8716968, F: (021) 8719981
email: tatag@kppsm.com, website: www.kppsm.com

Weblog: www.pengembangankarakter.com
HP: 0818-874430, YM: tatag_kppsm@yahoo.com

FB: Tatag Utomo

FB: Pengembangan Sikap Mental Positif

Twitter: @tatagkppsm

PERLU SEKALI REVOLUSI SIKAP MENTAL POSITIF DI INDONESIA

July 21, 2010 by Tatag Utomo · Leave a Comment 

Kata Revolusi disini bukan bermaksud menggambarkan sebuah pergolakan berdarah atau bergejolak, tetapi lebih pada sebuah ’Kesungguhan dan Kebulatan Tekad untuk melakukan dengan Segera, Menyeluruh, Bersamaan dan Menyentuh Esensi’. Jadi, kita semua, termasuk pemerintah betul-betul mau membuat sebuah gerakan dengan Kesungguhan dan Kebulatan Tekad, untuk melakukan Perbaikan dan Pengembangan Kualitas Sikap Mental Positif dengan Segera, Menyeluruh, secara Bersama-sama dan Menyentuh pada Esensi Kehidupan Manusia Rakyatnya, di segala sektor. Bagaimana tidak, rusaknya segala sendi kehidupan bangsa Indonesia ini, mau tidak mau, suka tidak suka, disebabkan satu hal utama, yaitu hancurnya kualitas sikap mental manusianya, yang dominan dilakukan oleh para pemimpinnya terlebih dahulu. Korupsi, tawuran, ketidaksantunan, ketidakramahan, penyelewengan, penyelahgunaan jabatan, narkoba, malpraktek, penyuapan, penindasan, ketidakpedulian dan masih sekarung perilaku negatif seperti itulah yang membuat bangsa Indonesia sulit untuk maju. Memangnya bagaimana sih, faktor sikap mental bisa membuat sebuah kemajuan suatu bangsa, perusahaan atau organisasi, atau malah sebaliknya, mengakibatkan kehancuran yang berat? Para Eksekutif sekalian, ternyata Faktor Sikap Mental Positif sangat dominan dalam membentuk Kualitas Total Manusia.

Hal ini bisa digambarkan lewat Rumusnya sebagai berikut: Kualitas Manusia Total = Kualitas Teknis (skala 1-100) X Kualitas Fisik (skala 1-100) X Kualitas Sikap Mental (skala -10 – 100)

Contoh kasus: -Richard Fuld adalah eksekutif kelas dunia, memimpin Lehman Brothers. Kualitas Teknisnya: 100. -Kesehatannya juga cukup baik, tak pernah sakit berat. Maka Kualitas Fisiknya bernilai:   80. -Namun ia cenderung keras kepala dan tidak menempatkan kepentingan perusahaan di kala sulit tahun 2007-2008, dengan membuat kebijakan-kebijakan yang kontraproduktif. Bahkan ia mengabaikan peringatan para ahli terhadap neraca keuangan perusahaan.  Katakanlah nilai Kualitas Sikap Mentalnya :  -1 Maka, total nilai kualitas Richard = 100 X 80 X (-1) = (- 80.100) !!

Nilai negatif Kualitas Sikap Mental Richard memupus Kualitas Teknik/fisiknya sebagai eksekutif kelas dunia di Lehman Brothers. Perusahaan itu akhirnya masuk dalam kesulitan keuangan berat, dan bangkrut hanya dalam waktu + 2 minggu. Kasus nyata yang terjadi di Amerika, yang sudah termasuk sangat settle dalam pembentukan karakter manusianya. Apalagi di Indonesia ini? Oleh karena itulah, penting sekali kiranya diadakan Pelatihan Pengembangan Sikap Mental Positif bagi SDM perusahaan, organisasi, dan institusi, untuk mengembangkan kualitas totalnya sebagai manusia, mengembangkan perilaku dan karakternya menjadi positif dan kuat. Semua ini akhirnya diharapkan akan sungguh-sungguh membawa pada kemajuan bangsa Indonesia…merdeka!!!

Sahabat Anda selalu… Drg. T.A. Tatag Utomo, MM., ASM Direktur Pendidikan KPPSM ‘Pelatihan Pengembangan SIKAP MENTAL’ F.X. Oerip S. Poerwopoespito WISMA KPPSM Cibubur Indah III Blok F-7 Jaktim 13720 T: (021) 8716968, F: (021) 8719981 email: tatag@kppsm.com, website: www.kppsm.com Weblog: www.pengembangankarakter.com HP: 0818-874430, YM: tatag_kppsm@yahoo.com FB: Tatag Utomo FB: Pengembangan Sikap Mental Positif Twitter: @tatagkppsm